Nami : Saya Tidak Pernah Buat Perjanjian


TEBOONLINE.COM, MUARATEBO – Adanya statemen Sekjend Partai Gerindra Kabupaten Tebo yang menyatakan bahwa Anami Akbar yang nota bene adalah Caleg Partai Gerindra suara terbanyak di Dapil 3 (Rimbo Bujang/Rimbo Ulu_red) bakal terganjal melenggang ke Kursi DPR akibat perjanjian partai yang dibuatnya, Anami Akbar membantahnya.

Ditegaskan Nami sapaan akrabnya, dirinya mengaku tidak pernah membuat perjanjian apapun saat dirinya masuk sebagai Kader ataupun Caleg partai Gerindra Kabupaten Tebo pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014 yang telah digelar pada 9 April lalu.

“Saya tegaskan, saya tidak pernah buat perjanjian apapun di Partai Gerindra, apalagi perjanjian seperti itu,” ujar Anami Akbar, Senin (19/5) menyanggahi statemen Sekjend DPD Partai Gerindra Kabupaten Tebo, Siswanto pada pemberitaan sebelumnya.

Nami menambahkan, sesuai Undang – undang KPU bahwa Caleg Partai Politik suara terbanyak, itulah yang berhak melenggang ke kursi DPR dan itu hukumnya adalah wajib.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Sekjend Partai Gerindra Kabupaten Tebo menyatakan bahwa, Anami Akbar adalah Caleg partai Gerindra yang baru pindah partai dari partai PKPB.

Untuk menjadi Caleg partai Gerindra, Anami Akbar diharuskan membuat perjanjian diantaranya, Anami Akbar harus memperoleh suara sebanyak 2500 suara. Apabila Anami Akbar tidak mencapai suara sebanyak 2500, meskipun Anami Akbar adalah Caleg suara terbanyak, maka yang berhak melenggang ke DPR adalah suara terbanyak kedua yakni Rosikin.

Pada Pileg lalu, menurut keterangan Sekjen Partai Gerindra Kabupaten Tebo, perolehan suara Anami Akbar tidak mencapai 2500 dan tentunya, karena perjanjian tersebut maka Anami Akbar dapat terganjal untuk melaju ke Kursi DPRD Kabupaten Tebo. (crew)

Related News