Lurah Wirotho Agung Surati Para PKL

PKL yang berdiri dikawasan larangan
TEBOONLINE.COM, RIMBOBUJANG – Menindaklanjuti adanya aktifitas pembangunan Kios dilokasi bekas bangunan SD yang ditempati Pedagang Kaki Lima (PKL), Lurah Wirotho Agung kembali mengirimkan surat kepada para PKL. Surat tersebut berisi tentang peringatan mengenai lokasi tersebut yang merupakan tanah negara, sehingga status para PKL hanyalah menumpang sementara.

Dijelaskan oleh Lurah Wirotho Agung, Soedjarijo, bahwa lokasi tersebut saat ini memang belum diperuntukan oleh Pemerintah. Namun suatu saat akan dibangun untuk pengembangan lokasi perdagangan yang dikelola oleh Pemerintah.

Untuk saat ini lokasi tersebut memang kosong, karena lokasinya yang strategis sehingga menarik PKL untuk berjualan di sana. Pihak pemerintah sebelumnya telah melakukan upaya antisipasi agar lokasi tersebut tidak ditempati PKL, dengan memasang tanda larangan berjualan. Tapi hal itu tidak menghalangi para PKL untuk terus berkembang di wilayah tersebut.

Saat ini yang dapat dilakukan oleh pihak Pemerintah adalah melakukan pendataan jumlah pedagang yang ada di sana. Itu dilakukan untuk memudahkan melakukan pemantauan perkembangan PKL. Selain itu juga sebagai warning atau peringatan kepada para pedagang itu bahwa keberadaan mereka sewaktu-waktu dapat digusur oleh pembangunan.

“Surat yang kami layangkan bukan perintah untuk membongkar, tapi peringatan kepada mereka mengenai statusnya,” ujarnya.

Soedjarijo juga mengatakan, surat tersebut untuk mengantisipasi adanya gesekan antara PKL di sana. Menurutnya belum lama ini Lurah telah menerima laporan dari PKL yang menjadi korban. Dari laporan yang diterima, ada satu PKL yang sebelumnya menempati salah satu lokasi, kemudian PKL tersebut pulang ke kampung halaman. Melihat tempat yang kosong ada PKL lain yang menempati.

“Tapi setelah PKL yang pulang kampung tadi datang lagi, meminta kepada PKL yang baru itu. Kata PKL yang lama itu lokasinya,” ungkap Soedjarijo.

Mendengar laporan tersebut Soedjarijo menekankan kepada para PKL bahwa di lokasi tersebut semuanya berstatus menumpang sementara. Tidak ada istilah memiliki apa lagi memperjual belikan lokasi. (go)

Related News