Diduga, Ada Pungli Di SMP


TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Menanggapi laporan salah satu Wali Murid disalah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah Kecamatan Tebo Ilir, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Tebo akan segera melaporkan dugaan adanya tindakan pungutan liar (Pungli) oleh pihak sekolah.

Ketua DPD LPI Tipikor Tebo, M. Hatta kepada Teboonline.com menjelaskan bahwa pihaknya menerima keluhan itu dari sejumlah wali murid. Untuk menyikapi hal itupun pihaknya langsung turun ke SMP tersebut dan mengumpulkan sejumlah informasi dan barang bukti berupa surat himbauan pembayaran iuran.

"Kita hanya menanggapi laporan wali murid, jadi kemarin kita langsung ke sekolah ini. Dan bertemu dengan kepala sekolahnya, namun dari percakapan kami, pihak sekolah mengatakan bahwa hal itu dilakukan oleh komite. Tapi dalam surat itu ditandatangani oleh Kepala Sekolah," ucapnya.

Saat ditanyai mengenai identitas sekolah SMP tersebut, Hatta menegaskan bahwa untuk saat ini pihaknya belum bisa menyebutkan, namun nanti setelah data-data tersebut disampaikan ke kejaksaan baru bisa diinformasikan sepenuhnya. Sebab hal itu menurutnya masih sebatas dugaan.

"Baru sebatas dugaan, dan nanti ini akan kita sampaikan ke Kejaksaan, namun perlu di ingat bahwa Mendiknas sudah menyatakan bahwa wajib belajar 9 tahun itu gratis, dari juknis dana BOS itu jelas arahannya meringankan beban orang tua wali murid," katanya lagi.

Lanjut Hatta, bahwa pihak sekolah sempat mengaku hal itu sifatnya hanya sumbangan, hanya saja kenapa sumbangan nilai nominalnya ditentukan. Dan pemungutan yang dilakukan itu pembelian Organ Tunggal Rp 100 Ribu dan Uang Perpisahan Rp 125 Ribu permurid.

"Dalam surat itu,  bagi setiap siswa VII, VIII  khusus untuk pembelian organ tunggal dengan batas waktu iuran April, sedangkan kelas XI baik pembelian Organ Tunggal maupun perpisahan dengan batas waktu pembayaran hingga bulan Mei," jelasnya.

Sementara itu, pihak Dikbudpora melalui Kabid Dikdas dan Sekretarisnya terkait adanya dugaan pungutan bagi siswa SMP tersebut masih belum bisa dikonfirmasi. Hanya saja, Hatta mengaku telah melakukan koordinasi dengan Kabid Dikdas, dan dalam pekan depan akan melakukan pemanggilan segera.

"Kita sudah ngadap dan koordinasi dengan kabidnya, beliau menyatakan akan memanggil kepala sekolah pada pekan depan," tandasnya. (ard)

Related News