Di Tebo, Puluhan Kepala SD Tertipu Beli Buku K13 Palsu, Sebabkan Kerugian Dana BOS

TEBOONLINE.COM, MUARATEBO – Puluhan Kepala SD sekabupaten Tebo dibawah naungan Dinas Dikbudpora Kabupaten Tebo, tertipu. Pasalnya, para Kepala SD tersebut mengaku, diperintahkan untuk membeli Buku Kurikulum tahun 2013 pada Semester pertama atau bulan Februari tahun 2014 dengan menggunakan dana BOS dari salah satu penerbit yakni PT Griya Permata dengan pemiliknya bernama Sri Suharti.

Namun, pada kenyataannya, buku Kurikulum 2013 (K-13_red) tahun 2014 yang dimaksud adalah palsu atau bukan buku K_13, karena isi dalam buku tersebut adalah kurikulum KTSP atau Kurikulum yang lama dimana pada tahun ajaran baru nanti (2014-2015_red), kurikulum KTSP terebut tidak diberlakukan lagi dan semua Sekolah diwajibkan memberlakukan Kurikulum 2013 pada proses kegiatan belajar mengajarnya.

Persekolahnya, dikenakan biaya sebesar Rp 4.500.000 untuk pembelian Buku tersebut dimana buku tersebut didistribusikan melalui UPTD Dikbudpora masing – masing Kecamatan dan Kepala Sekolahnya membayar Uang buku tersebut melalui Rekening Bank atas nama Sri Suharti.

Disisi lain, pembelian Buku tersebut bertentangan dengan surat edaran dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tanggal 24 Maret 2014 Nomor 36250/WMP/KR/2014 tentang penyediaan buku Kurikulum 2013 tahun 2014 yang ditujukan kepada Kepala Dinas Pendidikan Propinsi da Kabupaten.

Isi surat edaran tersebut diantaranya, menginformasikan bahwa pada tahun ajaran 2014/2015 Pemerintah akan melanjutkan pelaksanaan Kurikulum 2013 di semua Satuan Pendidikan, dan untuk mendukungnya akan disediakan buku siswa dan Guru, pelatihan Guru, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Semua tahapan ini telah dibahas bersama pada Rembuk Nasional dan Kebudayaan pada tanggal 5-7 Maret tahun 2014.

Adanya Rembuk Nasional tersebut menyatakan bahwa, Buku siswa dan buku Guru untuk semester 1 diadakan melalui BOS ditambah Bansos Buku, Buku Siswa dan buku Guru semester 1 sedang dalam proses Lelang oleh LKPP dengan system kontrak payung , selanjutnya sekolah membeli Buku semester 1 langsung kepada penyedia buku yang menang lelang selambat – lambatnya Minggu ke 2 bulan Juli 2014.

Selanjutnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kemudian akan menerbitkan petunjuk tekhnis pembelian Buku Kurikulum 2013 setelah LKPP mengumumkan pemenang lelang.

Kemudin, Sekolah hanya diperbolehkan membeli buku semester 1 melalui penyedia buku yang menang lelang dan ditetapkan oleh LKPP untuk ke Kabupate/kota masing – masing – masing.

Melihat edaran tersebut, Penerbit yang mendistribusikan Buku K13 palsu tersebut adalah Ilegal dan telah terjadi penyalahgunaan Dana BOS secara besar - besaran. Pasalnya, pada waktu pembelian Buku tersebut, LKPP belum menetapkan siapa penerbitnya yang berhak mendistribusikan buku K13 dan LKPP juga belum mengeluarkan bagaimana tentang petunjuk tekhnis pembelian Buku K13.

Suyadi, Kepala SDN 188/VIII Wirotho Agung Kecamatan Rimbo Bujang ketika dikonfirmasi Koran ini mengakui hal itu, namun dirinya tidak mengetahui adanya surat edaran dari Kementerian Pendidikan tersebut.

“Ya benar kami sudah beli Buku Kurikulum 2013, tapi isi bukunya masih kurikulum yang lama, mau tak mau kami beli karena itu lewat UPTD, kalau melihat surat edaran itu Sekolah yang menjadi korban, seandainya ini menjadi temuan Inspektorat dan diminta untuk mengembalikan dana BOS yang dipakai untuk beli Buku ya kami akan ganti pakai apa, belum lagi nanti kami beli buku yang aslinya, kena dua kali,” ujar Suyadi saat berada di Sekolahnya.

Berangkat dari keterangan Kepala Sekolah tesebut, Koran ini berusaha menggali informasi dari UPTD Dikbudpora dan diperoleh informasi bahwa, hadirnya penerbit Ilegal yang menjual Buku K13 palsu di seluruh SD yang ada di Kabupaten Tebo tersebut atas peran dari Ketua Forum UPTD Kabupaten Tebo, Ahmad.

Sementara, Ketua Forum UPTD Kabupaten Tebo, Ahmad, ketika Koran ini berusaha konfirmasi terkait keterlibatannya tentang penjualan Buku K13 palsu tersebut tidak berhasil. (crew)
  




Related News