Warga Rimbo Ulu, Tinggal Dirumah Yang Nyaris Roboh & Tak Pernah Dapat Bantuan Pemerintah

Rumah Josmar Sihaloho yang nyaris ambruk
TEBOONLINE.COM, RIMBOULU – Pemerintah Kecamatan Rimbo Ulu boleh bangga telah ikut mensukseskan program Satu Miliyar Satu Kecamatan (Samisake). Puluhan rumah diklaim telah sukses dibedah dengan dana tersebut. Namun, fakta dilapangan masih saja ditemui masyarakat yang hidup di rumah tak layak huni dan cukup memprihatinkan.

Temuan Teboonline.com, setidaknya hal itu seperti dialami oleh keluarga Josmar Sihaloho (40), warga Jalan Serayu, Desa Wanareja, Kecamatan Rimbo Ulu. Pria ini tinggal dengan Istri tercinta di rumah sempit berukuran 4 kali 5 meter berdinding Papan. Terlebih lagi dengan lima orang anaknya, rumah tersebut terasa semakin sempit.

Keluarga yang tinggal di desa tersebut sejak 24 tahun yang lalu itu, selama ini tergolong keluarga miskin. Dengan kriteria keluarga tersebut,  mereka juga sama sekali tidak pernah mendapatkan Beras Miskin (Raskin), juga beberapa bantuan lainnya seperti Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) dan Bantuan Siswa Miskin (BSM).

Sebagai kepala keluarga, Josmar, hanya bekerja menyadap Nira, getah Bunga Kelapa untuk dijadikan gula merah. Dari penghasilan tersebut, Uang yang diperoleh hanya dapat untuk makan sehari - hari. Beberapa orang anaknya terancam tidak dapat bersekolah. Satu orang anaknya, telah Drop Out (DO) dari sekolah tingkat SMA karena tidak mampu membayar uang sekolah.

Rosmalina, IstriJjosmar Sihaloho saat ditemui dirumahnya yang nyaris tersebut roboh menuturkan hanya bisa pasrah dengan keadaan, karena Suaminya juga selama ini sudah bekerja keras menghidupi keluarga.

"Kami hanya bisa pasrah walaupun suami saya sudah bekerja keras untuk menghidupi keluarga," ujarnya.

Lanjutnya, yang kami  sangat menghawatirkan saat ini masa depan kelima anaknya kelak, karena benar-benar sudah tidak mampu menyekolahkan.

"Jangankan buat nguliahin anak, buat makan sehari-hari aja payah." tutur Rosmalina sambil menitikan air mata.

Sementara itu, Camat Rimbo Ulu, Suyadi, belum lama ini dikonfirmasi Wartawan mengatakan program Samisake dari Provinsi Jambi untuk tahun ini kembali dikucurkan. Namun untuk siapa yang mendapatkannya, menurutnya masih dalam proses pendataan.

Masyarakat penerima bantuan Samisake selama tiga dua tahun pertama, menurut Camat, diperuntukan kepada masyarakat yang telah masuk dalam data base Pemerintah Provinsi Jambi. Baru untuk tahun ini siapa saja yang menerimanya, pendataan diserahkan kepada pemerintah Kecamatan.

“Samisake tahun ini ada lagi, saat ini kami sedang melakukan pendataan untuk diusulkan ke Provinsi,” kata suyadi.

Untuk bedah rumah, menurut Suyadi, pihaknya akan mengusulkan sebanyak 50 rumah. Selain itu juga termasuk penerima bantuan lainnya, seperti Beasiswa, usaha kecil, bantuan kesehatan, dan bantuan operasional pengangkut sampah untuk kebersihan Pasar. (bdi)

Related News