Warga Blokir Area Kerja Jembatan, Herman : Ancam Aksi Lebih Besar Lagi

Warga blokir pembangunan jembatan Muara Sekalo
TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Merasa kecewa dan tak puas setelah mendatangi Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Tebo dan menemui Bupati Tebo Sukandar di kantornya pada Senin (28/4). Ratusan masyarakat Desa Muara Sekalo Kecamatan Sumay, Selasa (29/4) sekitar pukul 11.45.Wib melakukan aksi blokir area kerja pembngunan jembatan baru Sungai Sekalo.

Kepala Dusun Pauh uUang Desa Muara sekalo, Arifin AZ dan ratusan warga kepada Teboonline.com saat melakukan aksi pemblokiran area kerja PT.Pilar Persada atau sub kotraktor pembangunan jembatan Mengatakan, masyarakat Desa Sekalo menagih janji Bupati Sukandar. 

Pasalnya, warga sudah capek dan bosan dengan janji manis Bupati Sukandar, dia berjanji akan membangun jembatan baru yang membentangi Sungai Batang Sumay untuk akses yang menembus ke sejumlah desa diantaranya dusun Pauh Udang, desa Serai Serumpun, Tanjung Dani, Semambu dan Tanjung Aur.

Sementara, jembatan yang akan dibangun saat ini malah berdampingan dengan jembatan lama, ini kan pemborosan anggaran, awalnya jembatan lama hanya akan dilakukan rehab saja dan itu yang diharapkan, dan jika membangun jembatan baru penetapan lokasinya sudah dimusyawarahkan bersama sebelumnya melalui rapat desa dan disepakati bahwa jembatan baru akan dibangun diatas Sungai Batang Sumay, warga Sekalo pun telah melakukan pembebasan lahan secara swadaya, tahu - tahu malah dibangun disebelah jembatan yang lama.

"Kami tolak buat jembatan baru,lebih baik tidak sama sekali dari pada jembatan baru dibangun berdampingan dengan jembatan yang lama," teriak warga dalam orasinya.

Herman, warga setempat dalam orasinya juga menyebutkan jika jembatan baru yang didanai APBD Tebo senilai Rp 9,5 Milyar dibuat atau dibangun bersebelahan dengan jembatan lama, selain pemborosan anggaran, nantinya juga yang melintasi dan menggunakan jalan tersebut hanya kendaraan raksasa milik perusahaan batu bara saja, azas dan manfaat untuk masyarakat tidak ada sama sekali, karena disana tidak ada pemukiman warga atau perkampungan, dan pembangunan pastinya tidak memihak kepada masyarakat melainkan kepada pihak perusahaan saja seperti PT.TAL, PT.TAI, PT. HKI dan masih banyak lagi perusahaan lainnya.

Warga juga mengancam jika Pemkab Tebo memaksakan jembatan tetap dikerjakan, maka warga akan melakukan aksi demo lebih besar lagi.

Sementara itu, saat ditemui sejumlah Wartawan, pihak penanggung jawab PT.Pilar Persada di Camp tidak berada ditempat, namun hanya Karyawan atau pekerja biasa saja yang ada. (ard)

Related News