Polisi Tetapkan 20 Orang Tersangka Pembakaran Surat Suara, Riduan Hutagaol : Masih Ada Pelaku Lain Yang Belum Ditangkap

Polisi saat olah TKP pembakaran Surat Suara
TEBOONLINE.COM, MUARATEBO – Sebelumnya, Polres Tebo telah menetapkan 4 tersangka kasus pembakaran Surat Suara Pemilu legislatif 2014  Desa Lubuk Madrasah, dan saat ini Polres Tebo masih melakukan pengembangan guna mengungkap sejumlah tersangka lainnya dalam kasus tersebut. Walhasil, Senin (21/4) kemarin, Polres Tebo kembali menetapkan 16 tersangka baru dalam kasus ini.

Saat ini, sudah 20 orang pelaku yang ditetapkan sebagai tersangka. Meski sudah 20 orang telah ditetapkan sebagai tersangka, Polisi terus memburu dan kembangkan diduga masih ada sejumlah pelaku yang terlibat dalam aksi pembakaran itu.

Kasat Reskrim Polres Tebo, AKP Riduan Hutagaol saat dikonfirmasi mennyebutkan, dari hasil pemeriksaan sejak Kamis hingga Senin (21/4) kemarin, sudah 20 orang yang ditetapkan sebagai tersangka, 17 diantaranya perempuan sedang 3 orang lagi laki-laki.

"Tersangka pembakaran bertambah menjadi 20 orang, dan kita masih terus melakukan pengembangan terkait kasus ini, karena masih ada sejumlah pelaku lain yang belum ditangkap termasuk provokator aksi pembakaran," terang Kasat.

Sejauh ini dikatakan Kasat, ke 20 orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka terbukti telah melakukan tindak pidana pengrusakan dokumen Negara dengan melakukan pembakaran surat suara, merusak kotak suara serta merusak kunci pintu kantor Desa Lubuk Madrasah.

Disebutkannya juga, hasil pemeriksaan penyidik diketahui motif pembakaran tersebut dikarenakan ketidak puasan warga atas pelaksanaan pileg yang dianggap curang.

" Kasus ini hanya dibesar-besarkan oleh warga, mereka berharap dilakukan PSU, padahal pada saat laporan mereka ditindak lanjuti dengan dilakukannya penghitungan ulang di 3 TPS, tidak ada ditemukan seperti yang disebutkan mereka,” tegasnya.

Ancaman apa yang akan dikenakan kepada TSK, Kasat mengatakan, sejauh ini mereka dikenakan pasal 170 KUHP tentang pengrusakan.

“ Kita masih mengkaji soal pidananya, pastinya akan dikenakan sesuai dengan peran mereka masing-masing,” tandasnya. (ard)

Related News