Pengrajin Batu Akik Mbah Rono Wirotho Agung, Awalnya Usaha Iseng

Pengrajin Batu Akik Mbah Rono Saat Mengolah
Batu Akik
TEBOONLINE.COM, RIMBOBUJANG - Kelompok Pengrajin Batu Cincin Akik, yang diberi Nama Pengrajin Batu Akik Mbah Rono, yang beralamat di Jalan Yos Sudarso, Kompleks Perumahan belakang Terminal lama, Kelurahan Wirotho Agung Kecamatan Rimbo Bujang.

Awalnya, merupakan usaha amatiran atau iseng, Kini usaha pengrajin Batu Akik tersebut, hasil karyanya mulai dilirik banyak peminatnya.                                                          
Diketahui, Kelompok pengrajin batu Akik Mbah Rono, punya historis tersendiri.Yaitu, Mbah Rono, berasal dari nama Mas Rono (33), perantau asal Desa Sumber Sari Kecamatan Kayen Kabupaten Pati Jawa Tengah.

Mas Rono bersama temannya Cekrik, Bastami, Didik dan lainnya, mereka berasal satu kampung di Pati, Pulau Jawa. Mereka juga tergabung dalam profesi di Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Pasar Sarinah Wirotho Agung.                                                           

Awalnya, Kelompok pengrajin Batu Akik Mbah Rono, pada waktu senggang di sela - sela selepas bekerja, atau jam istirahat bekerja di SPSI, mereka mencari batu alam di eks pendompeng emas yang ada di Rimbo Bujang, selanjutnya batu alam yang didapatnya diasah secara manual, dengan menggunakan Kertas pasir atau amplas, setelah berbentuk mata cincin kemudian ditempa dan dipasang tangkai Cincin.   

"Awalnya kelompok kami hanya iseng dan hoby dengan batu cincin Akik, namun lama kelamaan usaha mengasah batu alam untuk mata cincin, hasilnya banyak diminati oleh penggemar batu akik," ungkap Mas Rono didampingi teman seprofesinya, saat di wawancarai Teboonline.com, kamis (3/4)                                                                      

Dijelaskannya, sudah ratusan Batu Akik untuk mata Cincin, hasil karya Kelompok Pengrajin Batu Akik Mbah Rono, yang diminati dan dibeli oleh penggemar batu Akik, dari Rimbo Bujang, Sarolangon, Pekan Baru dan daerah lainnya.

"Batu Akik yang kami asah, berasal asli dari batu alam, ada yang namanya batu tapak jalak, batu Sodo Lanang, batu Lumut, batu Limau Manis, batu Anggur, batu Kecubung Air dan jenis batu lainnya. Harga batu akik kita jual dengan peminat berpariasi  harganya, satu buah batu Akik siap pakai Rp 50 ribu sampai dengan mencapai Rp 300 ribu lebih, yang pasti harganya relatif murah dan terjangkau oleh peminat." beber Mas Rono.                                                                                        

Hal senada, disampaikan oleh Cekrik, Batu Akik hasil karya Kelompok Pengrajin batu Akik Mbah Rono, pada hakikatnya untuk seni dan hiasan, namun sebagian batu Akik tersebut, ada yang mempercayai mengandung gaib dan ada barokahnya, seperti untuk pelaris dagang,pemanis dan pengasihan.


"Yang pasti, batu hasil karya kami murni untuk seni hiasan, terlepas ada yang membawa tuah tersendiri yang di percayai oleh peminat, itu hak mereka dan sah - sah saja." tutur Cekrik pada Teboonline.com. (komet/crew)                                                          

Related News