Oknum Caleg yang Kalah, Diduga Bakar Surat Suara

Polisi saat memadamkan kertas Surat Suara yang dibakar
oleh warga
TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Penghadangan yang dilakukan warga terhadap KPUD dan Polres Tebo saat melakukan penjemputan kotak suara, berimbas kepada aksi pembakaran, Kamis sore (07/04). Sekelompok Ibu - ibu dengan sengaja membakar surat suara sebanyak 15 Kotak sebagai bentuk protes atas ditolaknya permintaan pemilihan ulang di 21 TPS Desa Lubuk Mandarsyah, Kecamatan Tengah Ilir.

Ketua Panwaslu Tebo, Yuli Astuti dikonfirmasi Teboonline.com pada Jumat (18/04) kemarin mengatakan, meskipun kertas suara telah dibakar, namun tidak menghambat jalannya tahapan Pemilu. Pasalnya, seluruh data 21 di TPS Desa Lubuk Mandarsyah, baik C1 dan D1 telah masuk dalam rekapan PPK maupun Panwascam.

"16 Kotak Suara yang dirusak atau dibuka, namun satu kotak masih ada isinya, 15 yang habis dibakar. Walau demikian tidak menganggu proses tahapan pemilu. Sebab datanya sudah masuk semua," ucap Yuli.

Yuli menjelaskan, tindakan pembakaran yang dilakukan oleh beberapa warga itu merupakan tindak Pidana umum. Dan sejauh ini, pihak Panwaslu Tebo telah berkoordinasi dengan Polres Tebo. Terkait permintaan Pemilihan ulang, dengan tegas Panwaslu Tebo mengatakan, hal itu tidak bisa dilakukan.

"Pemilihan ulang tidak akan dilakukan, kita akan rekomendasikan itu jika sudah memenuhi syarat, namun ini tidak," tandasnya.

Polisi Kejar Pelaku Pembakaran
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tebo, Ridwan Hutagaol saat dikonfirmasi Teboonline.com kemarin menegaskan, sejauh ini pihak Kepolisian terus melakukan pemeriksaan dan pengejaran terhadap para pelaku pembakaran. Saat ini, beberapa anggota Polres Tebo memantau dibeberapa daerah rawan konflik Pemilu Pileg.

"Masih kita periksa dan sekarang sedang lakukan pengejaran terhadap pelaku, nanti info lebih lanjut akan kita kabari," ujar Kasat Reskrim.

Isu yang berkembang saat ini, pihak Kepolisian dikabarkan sudah berhasil mengidentifikasi pelaku pembakaran surat suara. Menurut informasi,  disebut-sebut pelaku adalah istri HM yang merupakan Kepala Desa Lubuk Mandarsyah. Dan diketahui, HM dan Isterinya saat ini tidak ada dilokasi, dikabarkan berusaha kabur meninggalkan wilayah Tebo dengan menggunakan Toyota Innova warna hitam berplat nomor Polisi BH 433 NY.

Informasi yang dirangkum Teboonline.com, terkait asal mula terjadinya pembakaran, berawal ketika Caleg setempat kalah suara, sehingga dilakukanlah penghitungan ulang. Namun, dalam penghitungan ulang ditemukan C1 yang amburadul dan warga kembali minta dilakukan pemilihan ulang, namun ditolak Panwaslu dengan alasan tidak memenuhi kriteria, dan situasi pun memanas selang beberapa hari lalu setelah pleno PPK, dilakukan pembakaran kertas surat suara. (ard)

Related News