Anggota KPPS TPS 9 Wirotho Agung, Dilaporkan Ke Panwas

Salah Satu TPS Di Rimbo Bujang Saat Penghitungan Surat Suara
TEBOONLINE.COM, RIMBOBUJANG – Pemilihan Legislatif yang digelar 9 April 2014 ini, diwarnai dengan insiden dan indikasi tindakan pelanggaran Pemilu. Seperti yang terjadi di TPS 9 Jalan Imam Bonjol Kelurahan Wirotho Agung, Kecamatan Rimbo Bujang.

Pasalnya, salah satu anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 9 tersebut bernama Yanto, dilaporkan ke Panwaslu terkait indikasi mengarahkan warga secara terang – terangan untuk mencoblos salah satu kandidat.

“ Anggota KPPS TPS 9 Wirotho Agung bernama Yanto kita laporkan ke Panwas karena saat jalannya pencoblosan di TPS, dia ikut masuk ke dalam Bilik suara dan mengajak warga tersebut untuk mendukung ke salah satu kandidat,” ungkap Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tebo, Wartono Triyan Kusumo, Rabu (9/4).

Dikatakannya, tindakan anggota KPPS tersebut adalah salah satu bentuk pelanggaran dan kecurangan Pemilu yang harus dilaporkan ke Panwaslu untuk diproses sesuai perundangan yang berlaku dan dapat diarahkan ke pidana.

Awalnya lanjut Wartono, dirinya mendapatkan laporan dari warga atas insiden tersebut kurang lebih sekitar pukul 10.00 wib, kemudian dirinya langsung turun ke lokasi dan ternyata benar akan laporan tersebut. Namun, saat Wartono mempertanyakan, anggota KPPS tersebut mengakuinya dan menyatakan bahwa tindakan yang dilakukannya bukanlah suatu bentuk kecurangan Pemilu.

“ Kita minta agar TPS 9 Wirotho Agung dilakukan pemungutan suara ulang,” tegas Wartono.

Sekretaris Panwascam Rimbo Bujang, Bambang ketika dikonfirmasi terkait laporan tersebut membenarkan. “ Ya benar, ada warga yang melaporkan anggota KPPS TPS 9 Wirotho Agung ke Panwas, sebagai pelapor adalah Danil dan tiga orang saksi diantaranya Wartono Triyan Kusumo, Petrus Setio Basuki dan Ismiatun, sementara sebagai terlapor adalah Yanto KPPS TPS 9 Wirotho Agung,” ujar Bambang.

Ditambahkan Bambang, dirinya tidak bisa banyak komentar karena untuk sementara ini, Panwas hanya menerima laporan dan belum ada Pleno atas laporan tersebut. “Adanya laporan ini, Panwas akan mengklarifikasi semua pihak diantaranya pelapor dan terlapor,” pungkas Bambang.

Sementara, Ketua Panwaslu Kabupaten Tebo, Yuli Astuti ketika dimintai komentarnya terkait tindakan anggota KPPS TPS 9 Wirotho Agung tersebut menyatakan bahwa, dari segi kode etik sebagai penyelenggara Pemilu, anggota KPPS tersebut sudah kena. Karena, sesuai Undang – undang, semua penyelenggara Pemilu dituntut harus netral.


“ Dari segi kode etik, anggota KPPS tersebut sudah kena, namun untuk diarahkan ke pidana itu perlu gelar perkara bersama Kepolisian dan Kejaksaan, nanti akan kita dalami karena laporan dari Panwascam ke Panwas Kabupaten belum masuk,” ujar Yuli Astuti saat pantauan Pemilu di Muara Tabir. (crew)

Related News