Taman Terminal Wirotho Agung, Tempat Mangkal PSK

Taman Terminal Rimbo Bujang
TEBOONLINE.COM, RIMBOBUJANG -Taman UPTD Terminal Wirotho  Agung, Kecamatan Rimbo Bujang, dibawah Leading Sektornya Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishub Kominfo) Kabupaten Tebo, kini beralih fungsi menjadi tempat mangkalnya para Pekerja Seks komersial (PSK). 

Diketahui, pembangunan Taman Terminal Wirotho Agung yang didanai dari uang rakyat, dengan tujuan untuk keindahan dan kenyamanan Terminal tersebut.      Namun, tidak sesuai dengan konsep pembangunan yang ada.

"Beralih fungsinya TamanTerminal Wirotho Agung, menjadi transaksi jual beli Seks pada malam hari, pemicunya dikarenakan lokasi Taman Terminal gelap tanpa penerangan listrik, " ujar Kamsin Satpam Bank Danamon, saat dikonfirmasi Teboonline.com (31/3) baru - baru ini.                                                            

Akibat Taman Terminal keadan gelap, imbuh Kamsin Satpam, maka para PSK  menjadikan lokasi tersebut untuk tempat transaksi bisnis lendir.Tak kurang dari 20 orang PSK setiap malam hari ngumpul di lokasi Taman Terminal, untuk menunggu kedatangan para hidung belang (Lelaki Haus Seks_red).

"Ya benar, setiap malam hari, saya melakukan Patroli sampai kelokasi terminal. Dan sering mempergoki puluhan PSK yang sedang asyik ngumpul di lokasi Taman Terminal. Apa lagi malam minggu lokasi tersebut layaknya kota texas, " terang Kamsin.                                                            

Lanjutnya, para PSK yang mangkal di Taman Terminal, rata - rata berusia 20 sampai dengan 25 tahun, mereka pendatang dari Jawa dan Lampung, dan mereka saat ini berdomisili di Kelurahan Wirotho Agung.  Untuk negosiasi dengan para PSK di lokasi tersebut bermacam- macam cara.    

"Untuk awal negosiasi dengan para PSK tersebut, seperti  Para PSK menawari rokok kepada laki - laki yang ada di lokasi tersebut, selain itu sebaliknya lelaki hidung belang menawari minuman tuak kepada PSK tersebut, lanjut terjadi MOU bisnis lendir dan mereka pergi ke Hotel yang ada di Wirotho Agung," pungkas Kamsin Satpam.                                                        

Terkait pemadaman listrik di Taman Terminal, Kepala UPTD Terminal menyebutkan, membenarkan pihaknya sengaja memadamkan listrik dilokasi Taman Terminal. Mengingat pihak UPTD tidak sanggup membayar beban listrik PLN yang Cukup tinggi.        


"Kami sengaja mematikan Listrik dilokasi Taman Terminal, karena kami tidak sanggup membayar beban pemakaian listrik yang tinggi. Sementara kami belum punya anggaran dana operasional. Pemasukan sektor retribusi Terminal masih minim, tidak sesuai dengan pengeluaran biaya beban pemakaian listrik," ujar Kepala UPTD Suwandi, saat dikonfirmasi Wartawan. (tim)          

Related News