Tak Terima Tanaman Karetnya Ditebangi, Warga Lapor Polisi


TEBOONLINE.COM, RIMBOBUJANG - Jahit, warga jalan 10 desa Tegal Arum Kecamatan Rimbo Bujang harus menderita kerugian cukup besar akibat tanaman pohon Karet miliknya yang menjadi sumber kehidupan keluarganya ditebangi oleh warga desa Tirta Kencana pada hari Jumat (7/3).
Menurut keterangan jahit kepada Teboonline.com, tanah yang berdiri kebun karet tersebut, sebelumnya adalah lahan tidur dan diketahui tanah R yang lokasinya tepat berada diperbatasan antara desa Tirta Kencana dan desa Tegal Arum.

Kemudian, sekitar tahun 1986, tanah seluas kurang lebih 2 hektar tersebut dikelola dan ditanami pohon Karet oleh Jahit. Namun, sejak tiga tahun terakhir ini, tanah tersebut diklaim tanah Makam dan tanah Pemuda.

Adanya klaim tersebut, jahit telah menyerahkan tanah yang dikelolanya tersebut seluas Setengah hektar untuk lokasi Pemakaman. Sementara, tanah yang diklaim sebagai tanah pemuda yakni seluas 1,5 Hektar, Jahit tidak mau menyerahkan begitu saja karena Jahit sudah bersusah payah mengelola tanah tersebut sejak tahun 1986.

Seandainya diberikan tanah tersebut, Jahit menginginkan ganti rugi yang selayaknya, karena diatas tanah tersebut berdiri Kebun Karet yang masih produktif. Jahit pun  mengakui bahwa warga setempat sudah berulang kali agar Jahit menyerahkan tanah tersebut dan Jahit tetap pada pendiriannya yaitu tidak akan memberikan tanah tersebut tanpa ada ganti rugi. 

Hingga akhirnya, pada hari Jumat kemarin (7/3), tanaman Karet milik Jahit ditebangi oleh warga setempat dengan menggunakan Sinsaw. Tak terima dengan perlakuan warga yang dinilai telah bertindak semena - mena terhadap tanaman karetnya, Jahit pun minta keadilan dan bantuan hukum dengan melaporkan kejadian yang menimpanya tersebut ke Mapolsek Rimbo Bujang.

" Saya sudah melapor ke Polsek Rimbo Bujang, karena saya tidak terima tanaman Karet saya dirusak," ujar Jahit. 

Namun lanjut Jahit, laporannya pada hari Jumat itu, ditengahi oleh pihak Kepolisian dengan mempertemukan kedua belah pihak dimana hadir mewakili warga yaitu Kades Tirta Kencana, Sundari.

" Kami dipertemukan dengan pihak desa dan buat kesepakatan bahwa tanaman Karet milik saya yang ditebangi warga akan diganti," ujar Jahit, Senin (10/3).

Hal senada juga dikatakan Kades Tirta, Kencana, Sundari ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa dirinya pernah dipanggil pihak Polsek Rimbo Bujang guna pertemuan dengan pihak Jahit. Namun, hasil dari pertemuan tersebut akan dimusyawarahkan dengan warga karena keputusannya adalah ditangan warga.

" Untuk keputusannya itu warga yang bisa memutuskan," ujar Kades Sundari.

Sementara, Kapolsek Rimbo Bujang AKP Feby Haryanto ketika dikonfirmasi terkait persoalan tersebut belum berhasil dihubungi. (crew)

Related News