Ratusan Honorer K2, Kembali Datangi Kantor BKD Dan DPRD Tebo, Pengumuman K2 Dinilai Tidak Fair

TEBOONLINE.COM, MUARATEBO- Ratusan honorer Kategori Dua (K2) yang tergabung dalam Forum Honerer Kategori II (FHK2), Senin (24/03) kemarin mendatangi Kantor BKD dan DPRD Kabupaten Tebo.
 
Sebelum mendatangi kantor DPRD Tebo dan melakukan Hearing bersama komisi I DPRD Tebo, para Honerer yang tersebar di 12 Kecamatan Dalam Kabupaten Tebo yang tidak lulus tes CPNS kemarin mendatangi Kantor BKD Tebo dan mempertanyakan nasib mereka serta memprotes hasil pengumuman tes CPNS kategori II kemarin yang dinilai tidak Fair.

Ketua FHK2, Saharudin (46)ketika diwawancari Teboonline.com mengatakan, bahwa kedatangan mereka meminta kejelasan kepada pihak BKD Tebo tentang nasib mereka. Pasalnya, setelah diumumkan kelulusan Honerer K2 kemarin hingga saat ini tidak ada kejelasan tentang nasib mereka.
 
“ Kita datang untuk mempertanyakan tentang nasib kita, apakah selamanya kita ini honerer ataukah akan ada proses seleksi atau pengangkatan menjadi CPNS,” ujar Saharudin.
 
Hal ini disebabkan, apabila tidak ada lagi pengangkatan dan harus mengikuti CPNS jalur Umum maka para honerer yang tidak lulus kemarin yang sudah berumur diatas 35 tahun tidak bisa mengikuti CPNS jalur umum dikarenakan terkendala syarat CPNS.
 
“ Kami ini sudah Tua umur saja sudah 46 tahun, kawan yang lain ada yang 50 tahun, apakah kami selamanya jadi honorer, makanya kita kesini untuk mempertanyakan kejelasan nasib kami ini,” katanya lagi.
 
Sementara, kepala BKD Tebo, Kamal Efendi saat dikonfirmasi Via Telepon mengatakan bahwa para honerer K2 yang tidak lulus mereka masih menjadi honerer. Namum, masalah teknis pengangkatan kembali pihaknya belum bisa memastikan dan masih menunggu petunjuk dari pusat.
 
“ Mereka masih tetap mengajar, tapi kalau masalah apakah mereka (honerer K2_Red) akan di angkat menjadi CPNS itu kita tidak tahu,” ungkap Kamal.
 
Pada pertemuan yang dipimpin langsung oleh ketua Komisi I DPRD Tebo, Sukidi, perwakilan forum hononor daerah kategori II, Ubaidillah menyampaikan sejumlah tuntutan yang berkaitan dengan pengumuman kelulusan K2 kemarin. 
 
Yang pertama, mereka meminta kepada BKD Tebo, untuk melakukan verifikasi ulang terkait data sejumlah tenaga honorer yang lulus pada pengumuman kemarin. Karena mereka menilai banyak kejanggalan yang ditemukan pada pengumuman kelulusan K2 kemarin, mulai dari SK hingga tahun mengajar sejumlah honorer yang diragukan ke absahannya.

" Kami datang kesini untuk memperjuangkan nasib kami, ada 12 orang yang kami ragukan kebenaran datanya, jadi kami meminta kepada BKD Tebo agar melakukan verifikasi ulang," serunya.

Lanjutnya, FHDK2 juga menuntut agar Pemda tidak membuka penerimaan CPNS formasi umum pada tahun ini, sebelum ada kejelasan soal nasib seluruh para honorer daerah kategori dua.

" Kita hanya minta keadilan, kita sudah mengabdi sejak lama, tolong Pemkab Tebo juga harus mempertimbangkan itu, jadi kami menuntut agar Pemkab tidak membuka formasi CPNS umum sebelum ada kejelasan nasib kami," tegasnya.

Tidak mendapat kejelasan dari Pihak BKD, akhirnya para Honerer K2 mendatangi kantor DPRD Tebo dan disambut oleh komisi I DPRD Tebo dan lansung melakukan hearing di ruang Banggar DPRD Tebo.
 
Dalam hearing tersebut ketua Komisi I, Sukidi menampung aspirasi para honorer K2 yang tidak lulus dan akan dibahas dengan pemerintah kabupaten Tebo bagaimana langkah selanjutnya.
 
“ Kita juga tidak tau bagaimana nantinya, nanti kita bahas ini,” tandas Sukidi.
 
Setelah tidak mendapat kejelasan yang pasti terkait nasib mereka. Akhirnya para honerer K2 membubarkan diri dan berjanji akan datang kembali dengan pertanyaan yang sama.(ard)

Related News