Polhut Tebo Amankan 16 Kubik Kayu Illegal

Poto : Ilustrasi
TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Aksi perdagangan kayu olahan illegal kembali marak terjadi di Kabupaten Tebo. Pada Rabu (12/03) kemarin, Dinas Kehutanan Kabupaten Tebo, berhasil menggalkan aksi penyelundupan kayu olahan illegal yang rencananya akan dibawa ke Palembang sekitar pukul 03.00 dini hari WIB di unit 15 Kecamatan Rimbo Ilir.

Informasinya, tertangkapnya truk yang membawa kayu ilegal tersebut berawal dari patroli rutin Saat tengah dan pantauan titik api, Polhut Tebo yang tengah melintas didesa Giri Winangun Kecamatan Rimbo Ilir.

Tepat dijalan poros Kecamatan Rimbo Ilir, tiba-tiba petugas melihat ada mobil jenis Fuso dengan plat BE 9343 C yang mencurigakan. Tanpa menunggu, petugas langsung menghentikan laju kendaraan tersebut.

Ketika ditanya oleh petugas, Supir mengatakan hanya membawa kayu pecahan, tetapi setelah diperiksa oleh petugas tentang kelengkapan suratnya, supir tidak bisa menunjukan dokumen lengkap. Mendapat keterangan dari supir, Polhut kemudian mengamankan mobil beserta supir truk untuk dibawa ke Dinas Kehutanan Kabupaten Tebo untuk menjalani pemeriksaan.

Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Tebo, Prayotno melalui Sekdis Kehutanan, Suhaimi ketika dikonfirmasi kemarin membenarkan adanya tangkapan tersebut.

Dikatakannya, truk yang membawa kayu jadi sebanyak 16,27 Kubik tersebut terjaring Patroli Polhut karena tidak bisa menunjukkan dokumen resmi kayu. Didalam mobil diketaui ada dua orang yakni  S (49) sebagai supir dan Juru ukur Y (32).

" Dari hasil tangkapan tersebut, petugas mengamankan satu unit Fuso, kayu jadi jenis Kulim, Meranti dan Merwan dengan jumlah total 16,27 Kubik kayu jadi," ujar Suhaimi.

Lanjutnya, hasil pemeriksaan penyidik dinas Kehutanan Tebo, kayu yang telah jadi tersebut dibawa dari wilayah Tebo dan rencananya akan dibawa ke tujuan Palembang.

" Saat ini masih diperiksa dan statusnya masih saksi. Namun, tidak menutup kemungkinan akan jadi tersangka dan jika terbukti bersalah maka akan dikenakan UU no 18 tahun 2013, tentang pencegakan , pendegahan, pembalakan hutan dengan ancaman penjara 1 - 5 tahun," pungkasnya. (caiya)

Related News