PNBP Dinas Kehutanan Kabupaten Tebo, Naik

TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Tarif atas dasar jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) pada Dinas Kehutanan Tebo mengalami kenaikan sejak tanggal 14 Februari 2014. Kenaikan tersebut berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2014 tentang jenis dan tarif atas jenis PNPB. 

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Tebo, Prayitno melalui Kepala Bidang Bina Produksi, Sumarjo saat dikonfirmasi Teboonline.com, selasa (18/3) kemarin diruang kerjanya. dikatakannya, kenaikan PNBP ini berlaku pada Dinas Kehutanan seindonesia, oleh karena itu mulai saat ini kita sudah pakai PP.No.12 Tahun 2014.

'Iya PP.No.12 Tahun 2014 tentang jenis dan tarif atas jenis PNBP kehutanan sudah kita terapkan," ujar Sumarjo.

Lanjut Sumarjo, Kenaikan tarif dasar Provisi Sumber Daya Hutan (PSDH) jenis Kayu Bulat yang saat ini menjadi tiga jenis diantaranya, Kayu Bulat (KB), Kayu Bulat Sedang (KBS) jenis meranti dengan tarif dasar Rp.600.000 per kubikasi, Kayu Rimba Campuran dengan tarif dasar Rp.360.000 per kubikasi mengalami kenaikan sebesar 1%.

Sumarjo menambahkan, untuk kenaikan (KB) dan (KBS) tersebut tidak begitu signifikan dan mempengaruhi pangsa di pasaran, namun untuk jenis Kayu Bulat Kecil (KBK) kayu jenis ini baru masuk dalam daftar, dan nilai tarif dasar kayu ini adalah Rp.245.000 per kubikasinya, sedangkan untuk kayu  tanaman Hutan Tanaman Industri (HTI) dari tarif dasar Rp.1086 .000 perkubikasi naik 1%.

Sejauh ini, dikatakan Sumarjo, kenaikan tarif dasar Dana Reboisasi (DR) untuk kenaikan kayu jenis meranti, limbah campuran dan kayu indah pecahan atau kayu gergajian (KGG) disesuaikankan dengan Kurs Dollar. Begitu juga Kayu Bulat (KB), Kayu Bulat Sedang (KBS) dan Kayu Bulat Kecil (KBK). 

Selain itu, Kayu jenis Kulim sekarang sudah menjadi jenis kayu khusus dan harganya pun sudah sangat mahal semula senilai 14 Dollar naik menjadi 18 Dollar perkubiknya. (ard)

Related News