Merekam Adegan Mesum, 3 Pemuda Ditangkap


AKP Feby Haryanto
TEBOONLINE.COM, RIMBOBUJANG - Tiga orang pemuda Rimbo Bujang, masing-masing WS (24), GH (21), IY (29), terpaksa berurusan dengan polisi. Pelaku diduga telah merekam adegan mesum orang pacaran untuk memeras korbannya.

Informasi yang berhasil dihimpun, awal mula kejadian terjadi pada Minggu (30/3) sekitar pukul 17.30 WIB. Saat itu korban Aj (17) laki-laki dan Ed (16) perempuan, sepasang remaja sedang berpacaran di lapangan belakang Sekolah Menengah Atas (SMA) Swasta Nurul Jadid, di Jalan kh Ahmad Dahlan, Kelurahan Wirotho Agung, Rimbo Bujang.

Menurut keterangan korban, pada saat itu sepasang remaja tersebut sedang berpacaran melakukan adegan ciuman, tapi tidak mesum. Namun perbuatan tersebut diketahui oleh tiga orang pemuda tersebut, yang kemudian dipaksa untuk melakukan adegan petting, si cowok menciumi areal dada si cewek.

Kemudian dengan rekaman tersebut, pelaku memeras korban dengan mengancam akan menyebarkan video tersebut. Pada saat itu dengan terpaksa korban menyerahkan uang Rp 180 ribu dan 2 unit handphone.

Namun sesampai di rumah, korban melaporkan kejadian yang baru saja dialami kepada orang tua. Akhirnya sekitar pukul 21.00 WIB, korban didampingi oleh kedua orang tuanya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Rimbo Bujang. Tak lama kemudian para pelaku berhasil ditangkap.

Kapolsek Rimbo Bujang AKP Feby Haryanto, membenarkan kejadian tersebut. Menurut dia, dari tangan salah satu pelaku berhasil diamankan Handphone yang berisikan rekaman dimaksud.

Rekaman berdurasi 1 menit 14 detik. Di dalamnya berisi adegan korban sedang melakukan adegan ciuman, dan laki-laki menciumi dada perempuan. Namun dalam rekaman tersebut juga terdengar suara lain, yakni suara pelaku yang memaksa kepada korban untuk melakukan perbuatan tersebut.

"Korban melakukan aksi dalam rekaman itu dalam ancaman, dan dari rekaman itu pelaku memeras korban," ujar Feby.

Saat ini barang bukti berupa rekaman yang masih berada di dalam salah satu Handphone pelaku telah diamankan oleh polisi. Rekaman belum dipindahkan ke Handphone yang lain untuk mengantisipasi video menyebar.

Atas perbuatan tersebut, lanjut Feby, pelaku dapat dikenai pasal berlapis. Pasal 368 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pemerasan dan Undang-Undang No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak karena korban masih dibawah umur.

"Dengan tindak pemerasan dan UU perlindungan anak pelaku mendapat ancaman masing-masing maksimal 9 tahun penjara," beber Feby. (crew)

Related News