Lux Home Appliance Diduga Tipu Warga

Rere, Pejanggung Jawab Lux Home Appliance
TEBOONLINE.COM, RIMBOBUJANG - Di zaman sekarang ini bermacam alat rumah tangga dengan teknologi maju tersedia. Tapi masyarakat jangan sampai salah membeli, atau tergiur dengan bujuk rayu sales yang menawarkan produk tertentu. Karena bisa-bisa masyarakat akan kecewa dengan alat yang dibeli, karena harganya yang mahal dan alatnya tidak begitu penting.

Hal ini pula yang belakangan dialami oleh sejumlah masyarakat di Rimbo Bujang. Diduga telah terkena bujuk rayu oleh salah satu perusahaan yang berkantor di Jalan 21, Desa Rimbo Mulyo, Rimbo Bujang. Seperti namanya, Lux Home Appliance, perusahaan ini menjual berbagai alat rumah tangga dengan teknologi maju. Diantaranya DVD Home Teater, Alat Terapi Kesehatan, Kompor Listrik, dan alat penyaring air.

Kantor Lux Home Appliance
Salah satu masyarakat yang telah membeli alat di perusahaan tersebut, adalah Garsowoyo (50) warga Jalan Garuda, Desa Sapta Mulya, Kecamatan Rimbo Bujang. Pada (22/2) warga ini mengaku mendapatkan telefon dari perusahaan tersebut, bahwa telah mendapatkan hadiah.

Setelah datang ke kantor perusahaan tersebut, karyawan di sana memberikan sejumlah gelas yang dikatakan sebagai hadiah. Tapi untuk mengambil hadiah tersebut, karyawan menawarkan beberapa alat rumah tangga tersebut. Untuk meyakinkan calon pembeli, karyawan memberikan arahan-arahan yang seolah-olah alat tersebut sangat bermanfaat.

Dengan sedikit merasa terpaksa, warga itupun akhirnya membeli alat tersebut. Menurutnya, alat yang dibeli berupa DVD Home Teater, Mineral Water, Alat Terapi Kesehatan, dan Kompor Listrik. Empat alat tersebut dibeli dengan harga Rp 3.900.000.

"Tapi setelah sampai di rumah saya baru sadar, bahwa alat-alat ini tidak penting bagi kami, malah kompor listriknya tidak bisa kami gunakan karena arus listrik dirumah saya tidak kuat," ungkap
Garsowoyo.

Hal yang sama juga nyaris menimpa Alex (30), warga Rantau Kembang, Kecamatan Rimbo Ilir, tapi warga yang satu ini sepertinya mengerti dengan bujuk rayu perusahaan tersebut. Menurutnya yang mendapat telefon adalah istrinya, yang juga mendapatkan hadiah dari perusahaan
tersebut.

Ibu yang masih mempunyai anak bayi itupun, saat hendak membeli susu untuk anaknya di Pasar Wirotho Agung, mampir ke perusahaan tersebut. Berkat bujuk rayunya, si ibu juga tergiur. Tapi karena tidak membawa uang, dan menelefon suaminya, Alex bilang hadiahnya diantar ke rumah saja.

"Tapi pas sampai kerumah dan saya lihat barangnya saya tidak jadi beli, masak diminta menebusnya sampai empat jutaan, saya tahu harga alat-alat itu. Akhirnya tidak jadi saya ambil alat-alat itu malah saya marah-marahi karyawan perusahaan itu," ungkap Alex.

Sementara itu, pihak perusahaan saat ditemui wartawan kemarin (13/3), melalui Rere selalu penanggungjawab kantor tersebut, mengatakan pihaknya tidak pernah melakukan penipuan. Pihaknya mengatakan jual beli dengan masyarakat dilakukan atas dasar kemauan masyarakat yang telah datang.

Juga dikatakan oleh Rere, perusahaan tersebut merupakan cabang dari Darmasraya. Tapi saat ditanya mengenai akta notaris, izin usaha dan lain-lain pihaknya mengaku tidak memiliki. "Untuk izin dan lain-lain saat ini memang belum ada, karena sedang dalam proses," ujar Rere. (crew/go)

Related News