Dana BOS Lambat Cair, Hambat Kegiatan Sekolah

Saliman S.Pd
TEBOONLINE, MUARATEBO - Lambannya pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Triwulan pertama tahun 2014 ini, menghambat jalannya kegiatan yang sudah direncakan pihak Sekolah. Hal itu, seperti yang diakui oleh Kepala SMPN 27 Kabupaten Tebo, Saliman.

Dikatakan, biasanya, dana BOS pada Triwulan pertama cair sekitar pertengahan bulan Februari. Namun, saat ini sudah hampir mendekati Triwulan kedua, dana BOS juga belum ada kepastian kapan akan cair.

" Dana BOS belum cair sampai sekarang, tentunya itu menghambat kegiatan sekolah," terang Saliman, kepada Teboonline.com, Rabu (19/3).

Imbuhnya, berjalannya program dan kegiatan Sekolah itu dikarenakan ada dana Operasional yang bersumber dari Dana BOS. Seperti kondisi saat ini, dimana kegiatan Sekolah cukup padat, namun dana operasional yang diharapkan dari Dana BOS belum ada sehingga memaksakan pihak Sekolah
harus berhutang.

" Pihak Sekolah terpaksa hutang kesana - kesini agar kegiatan Sekolah tetap berjalan," ungkap Saliman lagi.

Menurut informasi yang ia peroleh, lambannya pencairan dana BOS Triwulan pertama tahun 2014 ini terjadi di seluruh Sekolah yang ada di propinsi Jambi. Namun, dirinya sendiri juga belum ada konfirmasi ke Dinas terkait lambannya pencairan dana BOS tersebut.

Sedikit informasi yang ia peroleh atas lambannya dana BOS cair yaitu, kalau dulu karena menunggu data Dapodik, sehingga pencairan dana BOS menjadi terlambat. Dirinya berharap, agar pihak Dinas berupaya agar dana BOS cepat cair.

" Sekolah berharap agar dana BOS cepat cair, karena kegiatan sekolah cukup padat, seperti mengikuti lomba O2SN ditingkat Kecamatan dan Kabupaten," urai Saliman. 

Sementara, Sekdis Dikbudpora Kabupaten Tebo, Triyatna ketika dikonfirmasi terkait lambannya pencairan dana BOS membenarkan. Menurutnya, berdasarkan informasi dari tim manajemen Dinas Pendidikan Propinsi, pemicu lambatnya pencairan dana BOS diakibatnay tidak sinkronnya data siswa dengan data Dapodik.

" Penyebab belum cairnya dana BOS karena ada perbedaan data siswa yang diusulkan oleh Sekolah tidak sesuai dengan Dapodik, misalnya Sekolah itu kan punya operator sendiri dimana data siswa yang diajukan untuk dana BOS siswanya berjumlah 104 orang, sementara dalam data Dapodik, sekolah tersebut jumlah siswanya berjumlah 100 orang, perbedaan inilah nanti akan ditelusuri oleh tim manajemen karena data dalam Dapodik lah yang akan digunakan untuk dana BOS," jelas Triyatna. (crew)

Related News