Asnawi Zakaria Diperiksa Kejari, Terkait Dugaan Penyelewengan Proyek Dishubkominfo Tebo

Terlihat Asnawi Zakaria Sedang Duduk Diperiksa
TEBOONLINE.COM, MUARATEBO- Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kabupaten Tebo, Asnawi Zakaria bersama mantan PPTK saat itu, Gunawan juga diperiksa oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebo terkait dugaan penyelewengan dana proyek pekerjaan pembangunan Dermaga jalan keluar masuk penyeberangan di Tujuh Titik melalui APBD Tebo senilai sekitar Rp 700 juta lebih.

Kepala Kejari Tebo melalui Kasi Pidsus, Beny Siswanto,SH.MH mengatakan bahwa pemeriksaan dilakukan sesuai laporan dan untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya. Dimana dalam proses pemeriksaan, selain Kadishubkominfo Tebo itu juga diperiksa PPTK terkait proyek tersebut.

"Mereka kita panggil untuk diperiksa terkait laporan dugaan penyelewengan, dan ini merupakan panggilan yang kali pertama,"terang Beny kemarin.

Disamping itu, sekedar mengingatkan bahwa sebelumnya mantan PPTK Dishubkominfo pada saat itu, Gunawan sebelumnya berdasarkan pengakuannya pada media (20/03), bahwa proyek tersebut berkemungkinan besar diduga tidak sesuai spesifikasi. Dimana dia mengatakan mayoritas adalah bangunan Beton, sedangkan dilapangan umumnya dari bahan material kayu.

"Mengenai paket yang kena denda itu, yaitu  di Tebo Ilir, Rantau Api dan Desa Tuo Sumay, itu di kenakan denda keterlambatan seperseribu mil selama 50 hari kerja. Khusus di Tuo Ilir itu dibayarkan, tapi jika ada yang swadaya masyarakat yang sekarang saya tidak tahu, itu paket beton semua,"tandasnya. 

Sedangkan informasi yang dirangkum Teboonline.com mengatakan bahwa  pihak Kejari Tebo telah menerima laporan dan sedang melakukan pemeriksaan. Dimana pekerjaan dengan Konsultan Studio 17 Jambi dilakukan di  tujuh titik. Diantara-nya yaitu Pembangunan Jalan Masuk dan Keluar Penyebrangan dengan rincinan di Tebo Ilir Rp 101.130.000, di Rantau Api Tengah Ilir Rp 102.125.000, di Aburan Tebo Tengah Rp 101.250.000, di Teriti Tuo Sumay Rp 103.125.000, di Sungai Rambai Tebo Ulu Rp 102.125.000, di Teluk Kuali Tebo Ulu Rp 114.000.000, dan di Desa Balai Rajo Tujuh Koto Rp 110.000.000.(ard) 

Related News