PT. Arangan Hutani Lestari dan Kelompok Tani Hutan VII Koto Sepakat Selesaikan Konflik Dengan Cara kemitraan

Dirut PT Arangan Hutani Lestari poto bersama kelompok Tani Hutan usai pendanda tanganan Kemitraan
TEBOOLINE.COM, MUARATEBO – Adanya petani yang menggelola wilayah Konsesi PT Arangan Hutani Lestari (AHL) memaksa pihak perusahaan segera menyelesaikan konflik diantara mereka. Penyelesaian konflik dilakukan dengan menandatangani perjanjian penyelesaian konflik melalui kemitraan antara perusahaan dan petani, yang dilakukan di Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, Kamis (30/1) lalu.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Direktur PT AHL, Rendra Hertiadhi diikuti sejumlah awak perusahaan, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi Irmansyah Rahmad, Kepada Dinas Kehutanan Kabupaten Tebo Prayitno, Staf Ahli Bupati Tebo Lukman, Camat Tujuh Koto Himawan susanto, serta sejumlah perwakilan Kelompok Tani Hutan yang mengelola lahan di kawasan hutan wilayah konsesi PT AHL.

Perjanjian penyelesaian konflik melalui kemitraan antara PT AHL dengan Kelompok Tani dituangkan dalam hitam diatas putih antara pihat tersebut, sementara pihak pemerintah yang diwakili oleh Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, Dinas Kehutanan Kabupaten Tebo, Staf Ahli Bupati Tebo, dan Camat Tujuh Koto bertugas sebagai saksi yang juga ikut menandatangani perjanjian tersebut.

Sebelum penandatanganan perjanjian tersebut, dijelaskan oleh Direktur PT AHL, bahwa mengelola kawasan hutan haruslah memiliki izin dari pemerintah pusat. Itu diatur dengan Undang Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantaran Perusakan Hutan (P3H).

Namun demikian, mengingat banyaknya petani yang telah mengelola lahan yang sebenarnya hak PT AHL itu, pihak perusahaan tidak ingin mengusir petani yang ada di sana. Tapi ingin menyelesaikannya dengan pola kemitraan, seperti diatur dalam Permenhut Nomor P.39/Menhut-II/2013, tentang Pemberdayaan Masyarakat Setempat Melalui Kemitraan Kehutanan.

Juga dijelaskan oleh Rendra Hertiadhi, selama satu tahun terakhir, pihak perusahaan telah bekerja mendata petani yang mengelola wilayah Konsesi PT AHL seluas 9.400 hektar. Dari hasil pendataan yang dilakukan ternyata terdapat ratusan petani. Jumlah tersebut kemudian dibuat menjadi sekitar 16 kelompok tani.

“Dengan kemitraan seperti ini kami harapkan tidak akan terjadi konflik antara perusahaan dengan petani, tapi menumbuhkan kerja sama yang baik dan meningkatkan kesejahteraan para petani yang ada di sana,” ujar Rendra. Juga dikatakan, salah satu isi dari perjanjian tersebut, pembagian hasil panen 15 persen untuk perusahaan dan 85 persen untuk petani.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, Irmansyah Rahmad, sangat mendukung pola kemitraan tersebut. Menurutnya itu merupakan langkah terbaik yang ditempuh oleh perusahaan dan melindungi para petani setempat. Diharapkan hal itu dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang lain.(crew)


Related News