Politik Memanas, Pantia Kegiatan Persami Diteror


TEBOONLINE.COM, RIMBOULU - Iklim Politik di Kabupaten Tebo menjegang pemilihan legeslatif 9 April 2014 mendatang mulai memanas. Berbagai cara dilakukan untuk mendulang suara dan atau menjatuhkan lawan politik. Imbasnya pun ke masyarakat, kalangan tertentu dibuat takut karena diteror dan diintimidasi oleh oknum tertentu.

Kejadian ini terjadi Sabtu akhir pekan kemarin dalam kegiatan PerkemahanSabtu Minggu (Persami) yang dilaksanakan oleh Madrasah Tsanawiyah (MTs) Swasta Ar Rohman, Jalan Batang Hari, Desa Wanareja, Kecamatan Rimbo Ulu. Kegiatan tersebut nyaris gagal karena ada pihak yang menghalang-halangi, kalau panitia tetap mendatangkan salah satu Calon Legeslatif tertentu.

Diungkapkan oleh Kepala MTs, Rohmad, dua hari sebelum kegiatan dia sebagai Ketua Panitia mendatangi Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tebo, Wartono Triyan Kusumo. Intinya panitia mengundang Wartono dalam kapasitasnya sebagai Wakil Ketua DPRD, dan untuk mengharapkan bantuan dana.

Namun satu hari menjelang kegiatan Persami, tepatnya hari Jum'at (14/2), segenap panitia mendapatkan pesan singkat (SMS) yang isinya mengintimidasi kepada panitia untuk tidak mengundang Wartono, yang diketahui juga salah satu calon anggota legeslatif (Caleg).

"Kalau kami tetap mendatangkan Pak Wartono katanya kami akan menanggung akibatnya. Akibatnya beberapa anggota panitia ketakutan, dan keluar dari kepanitiaan," ujar Rohmad.

Diakui oleh Rohmad, beberapa panitia statusnya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Wanareja, yang merupakan sekolah satu atap dengan MTs Ar Rohman. Tapi kalau MTs sendiri, kepala sekolah dan gurunya, semua berstatus swasta.

"Ya akhirnya panitianya hanya dari MTs saja," imbuh Rohmad.

Namun demikian, kegiatan tetap berlangsung meskipun gagal mendatangkan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tebo. Bahkan beberapa kalangan dari PNS dan perangkat desa tidak menghadiri kegiatan tersebut. Kegiatan pembukaan yang dilakukan hari Sabtu (15/2) hanya dihadiri oleh Kepala Kwartir Ranting (Ka Kwaran) Rimbo Ulu, Sarwandi, yang notabene Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikbupora) Kecamatan Rimbo Ulu.

Sementara itu, Wartono Triyan Kusumo dikonfirmasi Teboonline.com membenarkan peristiwa tersebut. Dia sebagai Wakil Ketua DPRD sangat menyayangkan adanya intimidasi kepada penitia kegiatan. Padahal dengan kehadirannya, diharapkan untuk memberikan masukan yang bermanfaat bagi perkembangan pendidikan di MTs tersebut.

Menurut Wartono, kehadirannya dalam kegaitan tersebut murni keinginan Pantia kegiatan. Tapi rencana keharidannya dihalang-halangi oleh oknum tertentu. Wartono pun mengaku tidak mempersoalkannya.

"Terus terang saya menyayangkan, tapi saya tidak jadi hadir tidak apa-apa, dari pada menambah kekhawatiran guru dan kepala sekolah yang ada," ujar Wartono.

Ditanya kira-kira siapa yang melakukan intimidasi dalam kegiatan tersebut, Wartono mengaku tidak tahu. Namun demikian, dia meminta kepada Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan untuk menyelidiki kejadian tersebut.

"Pelakunya saya tidak tahu, tapi saya minta kepada Panwaslu untuk menyelidiki dan menindak tegas pelakunya," pungkas Wartono. (crew)

Related News