Lurah Wirotho Agung Berang, Warga Dirikan Kios Disamping Terminal Baru

Lapak Kios Yang Berdiri Diatas Tanah Fasum
TEBOONLINE.COM, RIMBO BUJANG - Baru saja Lurah Wirotho Agung Kecamatan Rimbo Bujang berang masalah pembuangan sampah disembarang tempat. Kini Lurah Soedjarijo kembali lebih berang lagi kepada oknum warga yang mendirikan kios di samping Terminal baru.

Pasalnya, sudah menjadi komitmen program Pasar sarinah bersih, nyaman, indah dan tertib merupakan harga mati. Terkait program tersebut, Sudah berkali - kali pihak kelurahan memberikan himbauan dan peringatan kepada warga, tentang larangan beraktifitas atau mendirikan tempat berjualan diatas trotoar, badan jalan dan bangunan lainnya ditempat yang di larangan. Namun sampai saat ini masih ada ditemui bangunan liar, di atas tanah yang di peruntukkan Pasilitas Umum (PASUM).                                                         

Diketahui, saat Lurah Wirotho Agung Kecamatan Rimbo Bujang, menerima laporan dari stafnya Suparman, mengetahui Nainggolan (50) warga pendatang asal Lubuk Kambing  mendirikan kios layaknya rumah tempat tinggal, yang terbuat dari bahan kayu dan papan, di samping Terminal baru jalan menuju SMP Muhammadiyah, Kelurahan Wirotho Agung Kecamatan Rimbo Bujang.  

Usai menghadiri pelantikan pengurus NU Rimbo Bujang , Lurah Wirotho Agung Soedjarijo, tanpa basa - basi langsung memangggil Nainggolan, untuk dimintai keterangan terkait bangunan kios atau rumah yang didirikannya.  

" Setelah mendapat laporan dari staf, saya langsung memanggil Nainggolan, "ujar Lurah Soedjarijo saat di konfirmasi koran ini (31/1).                                                                                            

Ditambahkannya, menurut pengakuan Nainggolan dirinya mendirikan kios atau rumah disamping terminal baru, atas dasar petunjuk JO dan DI yang bekerja di salah satu instansi Pemerintah di Tebo.

" Nainggolan mengakui dirinya dimintai uang Rp 500 ribu oleh JO, sementara JO mengakui menerima uang sejumlah tersebut untuk pengganti dana membersihan lapak atau lokasi yang didirikan kios atau rumah oleh Nainggolan, " papar Lurah Soedjarijo.                                                                 

Lanjutnya , tidak dapat ditawar lagi lurah perintahkan Nainggolan segera membongkar bangunan kios atau rumah yang didirikan Nainggolan, karena lokasi tersebut dilarang untuk lapak berjualan.


" Untuk diketahui, larangan  mendirikan bangunan kios atau bangunan apapun,di kawasan samping  Terminal baru , karena areal tersebut di rencanakan untuk pembangunan komplek perkantoran Kelurahan pemekaran mendatang," tegas Lurah dengan nada tinggi. (Tim)                                           

Related News