Latihan Jadi Binaragawati Bantu Wanita Berpenyakit Langka Ini Berjalan Lagi

Lisa Bradley
TEBOONLINE.COM, JAKARTA - Wanita ini awalnya hanya bisa terduduk di kursi roda saja sepanjang hari. Kondisi ini disebabkan penyakit langka yang menyerang saraf tulang belakangnya. Namun karena ingin sembuh, ia mati-matian menjadi binaragawati dan akhirnya bisa berjalan lagi.

Setelah didiagnosis dengan penyakit itu, Lisa Bradley hampir tak bisa mengangkat tubuhnya sendiri dan butuh didampingi selama 24 jam penuh.

"Kondisi saya begitu parah. Bahkan bersin atau menggerakkan jari-jari kaki saja sudah membuat saya merasakan nyeri. Saya pun butuh asisten untuk melakukan segalanya, bahkan untuk keluar dari kasur," ujar Lisa seperti dilansir Daily Mail, Kamis (28/11/2013).

Lisa pertama kali didiagnosis dengan syringomyelia pada tahun 2009 setelah bertahun-tahun mengalami nyeri punggung kronis dan kaki gemetaran. Ternyata penyakit langka ini menyebabkan tumbuhnya kista di dalam saraf tulang belakangnya. Dan kista itulah yang merusak tulang belakang Lisa dan membuatnya lumpuh.

Kemudian Lisa menjalani dua operasi spinal, salah satunya melibatkan prosedur pengeringan cairan dari kista yang ada di tulang belakangnya tersebut. Namun gara-gara prosedur itu, tubuh Lisa malah jadi rapuh dan menggelembung karena kurang berolahraga.

Di puncak rasa sakitnya, Lisa pun dipaksa mendapatkan suntikan rutin yang menyakitkan serta mengonsumsi beragam obat-obatan setiap harinya.

Tapi ternyata serangkaian operasi dan obat-obatan yang dikonsumsinya itu gagal meredakan sakitnya, sehingga ia pun mencoba pendekatan baru yaitu bodybuilding. Tentu sulit bagi seseorang yang selama ini bergantung pada kursi roda untuk melakukan hal itu. Namun Lisa membuktikan tekadnya untuk sembuh

Wanita berusia 28 tahun ini pun dibantu oleh seorang personal trainer bernama Joe Binley. Joe sendiri adalah spesialisas pelatih binaragawan, terutama yang mengajari mereka bagaimana caranya makan sehat dan membentuk tubuh untuk mengikuti kontes atau kejuaraan binaraga.

Lisa pun memulai latihannya dengan angkat beban walaupun beban yang diberikan untuknya kecil. Tapi tak butuh waktu lama, Lisa sudah beralih ke latihan lainnya yang lebih berat, antara lain squats, bench press dan bicep curls dan seiring dengan peningkatan latihan, gejala nyerinya pun mulai reda.

Dalam waktu enam bulan saja, berat badannya turun drastis bersamaan dengan meningkatnya kekuatan fisik Lisa berkat latihan yang dilakukannya dua kali sehari dalam enam hari tersebut. Otot-otot Lisa pun terbentuk dan membuatnya percaya diri hingga ia berencana mengikuti kejuaraan binaragawati tahun depan.

"Saya pun tak lagi merasakan sakit, tak lagi memakai kursi roda apalagi mengonsumsi obat-obatan yang diberikan kepada saya, dan ini semua karena saya memompa zat besi," katanya.

Lisa pun akhirnya bisa menikahi kekasihnya, Derry Bradley pada bulan Desember tahun lalu. "Luar biasa rasanya bisa berjalan di altar, saya sampai ingin lari. Saya tak lagi merasakan nyeri dan begitu percaya diri. Dokter saya juga terkesima dengan perubahan yang terjadi pada diri saya," tutur Lisa.

Ia pun berencana untuk tidak berhenti latihan fisik seumur hidupnya karena itulah satu-satunya hal yang membuat penyakitnya menjauh dan tubuhnya selalu fit.

Gejala syringomyelia sendiri biasanya berkembang secara perlahan dari waktu ke waktu, antara lain lemah otot, penurunan sensitivitas terhadap nyeri, kehilangan refleks, otot kaku, nyeri dan mati rasa. Meski penyebabnya kurang diketahui dengan pasti, namun syringomyelia biasanya diakibatkan meningitis, tumor di saraf tulang belakang dan cedera tertentu. (detichealth)

Related News