Koramil Pulau Temiang, Berantas Buta Aksara SAD

Babinsa & SAD
TEBOONLINE.COM, TEBOULU - Komando Rayon Militer (Koramil) 416-04/Pulau Temiang Kecamatan Tebo Ulu, selain dalam tugas pokoknya yakni pengamanan teritorial diwilayah hukum Kodim 0416 - di bawah Komando Letkol Jonny Jamaris, Koramil Pulau Temiang juga melaksanakan program pemerintah.

Yaitu melakukan pemberantasan buta aksara (Buta hurup latin - red), kepada tiga Kelompok Suku Anak Dalam (SAD) yang ada di Desa Pemayungan atau kawasan hutan Rimba wilayah Kecamatan Sumay.                                                     

Ketiga kelompok SAD, dibawah pembinaan Koramil Pulau Temiang yaitu Kelompok Tumenggung Bujang Kabud, kelompok Tumengung Hasan dan Kelompok Tumenggung Buyung.

Ketiga kelompok SAD tersebut tak kurang dari 25 kepala keluarga (KK). Sebagian kelompok SAD ini bermukim di kompleks Desa Pemayungan dan sebagian lagi mereka hidup di hutan Rimba atau Hutan Produktif (HP) wilayah konservasi PT LAJ (Lestari Asri Jaya).                                                                                      

Diketahui, kelompok yang hidup di hutan rimba, membuat pemukiman dari tenda plastik, dan  tempatnya selalu berpindah - pindah, dan aktifitas mereka di hutan disebut Manda.                                                                         

Untuk melakukan program pemberantasan buta aksara terhadap warga SAD, yang menjadi binaan Koramil Pulau Temiang, pihaknya sudah melakukan kegiatan pemberantasan buta aksara kepada ketiga kelompok SAD, dengan cara perlahan.

" Saya dibantu dengan Babinsa Teluk Kuali Serda Nasril Sudah sering memberikan pembelajaran kepada kelompok SAD, seperti mengajarkan membaca, menulis huruf latin dan berhitung, " ungkap Danramil Kapten INF M.Daud Sai,saat dikonfirmasi Teboonline.com (9/2).                                                                            

Dikatakannya, diakui oleh Danramil untuk memberikan pembelajaran warga SAD sangat susah. Pasalnya, para SAD terkesan tidak mau untuk diperintah, oleh karenanya kita butuh super kesabaran dalam membina mereka.

"Memang sulit mengajarkan kepada para SAD, terkait untuk pengenalan aksara dan berhitung, namun dengan penuh kesabaran, para SAD sudah ada yang mengenal baca dan menulis, " jelas Danramil.                                                         

Lanjutnya, diketahui untuk kelompok Tumenggung Bujang Kabud, dalam kehidupannya sudah maju. Pasalnya, sosok Bujang Kabud sudah mempunyai kebun karet tak kurang dari 200 hektar, selain itu Bujang Kabud juga membuka lahan pertanian padi.


" Kendati kelompok Tumenggung Bujang Kabud tergolong sudah maju, kita terus memberikan pembelajaran membaca, menulis dan berhitung, agar kelak mereka SAD bisa sejajar seperti warga masyarakat yang lain, " pungkas Kapten INF M.Daud Sai. (komet)       

Related News