Monday, February 24, 2014

Poto : Ilustrasi
TEBOONLINE.COM, RIMBOILIR - Pihak Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Kabupaten Tebo, Selasa ini (25/2) turun ke SMK Negeri 5 Kabupaten Tebo yang berlokasi di desa Giriwinangun Kecamatan Rimbo Ilir guna penyelidikan terkait oknum Guru Agama Sekolah tersebut berinisial AB yang telah menghamili mantan muridnya berinisial PS.

Hal itu ditegaskan oleh Sekretaris Dinas Dikbudpora, Triyatna saat dihubungi, kemarin. 

" Ya besok (Hari ini_red) dinas akan cek ke SMKN 5 untuk penyelidikan, karena Pak Kadis sudah ada perintah ke kita dan pak Bupati ingin laporan tentang kasus ini dan memang AB ini kita cek di Absen dalam laporan bulanan punya NIP artinya beliau ini PNS," terang Triyatna, Senin (24/2).

Namun, Triyatna mengakui bahwa dirinya sudah mendapatkan informasi sementara tentang kronologis dari berbagai sumber tentang kasus tersebut. 

Seperti, saat PS masih Sekolah, karena AB tinggal di Muara Bungo dan setiap hari berangkat ke Sekolah melewati rumah PS yang tinggal di Blok B Rimbo Ilir, PS pun menumpang kendaraan milik AB untuk menuju ke Sekolah yang sama.

Mungkin saja, dari informasi itu dapat lebih dikembangkan lagi. Namun, Triyatna belum berani untuk banyak berkomentar karena pihak Dinas sendiri baru akan penyelidikan besok (Selasa ini_red) dan Kepala SMKN 5 yang merupakan atasan AB, juga belum bisa dikonfirmasi.

Triyatna menegaskan pula, bahwa apabila benar terjadi seperti itu, Guru PNS apapun sebagai pelaku yang menghamili anak gadis seperti AB, akan dikenakan sangsi berat sesuai PP 53 yang mengatur tentang Disiplin PNS.

" Ini menyangkut moral, apalagi ini Guru Agama, kita akan berikan sangsi sesuai PP 53," tegas Sekdis yang mengaku saat dihubungi sedang rapat dengan Kabid Dikmen membahas tentang kasus Guru Agama hamili mantan murid ini.

Sementara, menanggapi terjadinya kasus Guru Agama hamili mantan murid yang berlokasi di Kecamatan Rimbo Ilir, Camat Rimbo Ilir pun angkat bicara saat dihubungi Teboonline.com ini.

" Saya sudah konfirmasi ke Kades Blok B, keterangan Kades, AB diminta untuk bertanggung jawab menikahi PS karena PS sudah dihamilinya. Dan AB dengan PS pun menikah tapi nikah Siri. Sementara, AB menikah ini tanpa izin dari Istri pertamanya," terang Camat Supriyanto, kemarin
via HP.

Camat Rimbo Ilir ini juga menyatakan bahwa, seorang Suami apabila hendak menikah lagi atau berpoligami dan berstatus PNS, Suami tersebut harus mendapatkan izin dulu dari Istri pertama. Baik itu Nikah Siri maupun Nikah secara hukum Negara. (crew)