Warga Minta, Dugaan Ajaran Sesat Di Pondok Ayah Dihentikan

Warga saat pertemuan bahas Pondok Ayah yang diduga mengajarkan alirsan sesat
TEBOONLINE.COM, RIMBOBUJANG – Diduga mengalirkan ajaran sesat, salah satu kelompok pengajian Pondok Ayah yang beralamat di belakang Pasar Sarinah kelurahan Wirotho Agung Kecamatan RImbo Bujang, Selasa kemarin (4/2) dipaksa dihentikan oleh warga sekitar pukul 15.00 wib.

Upaya warga tersebut dipicu dengan adanya ajaran agama Islam di Pondok Ayah yang melenceng dan meresahkan warga. Diduga ajaran melenceng di Pondok Ayah tersebut, berawal setelah Pimpinan Pondok Ayah tersebut yakni Samsul Bahri meninggal dunia, dan digantikan oleh Muhamadiyah alias amaik.

Aliran sesat tersebut  diketahui diajarkan oleh salah seorang Guru Ngaji di Pondok Ayah tersebut yakni Ismadiyati dan sudah berjalan selama 3 bulan.  Awal kronologisnya hingga terkuaknya diduga ajaran sesat tersebut, setelah adanya pasangan Suami Istri yakni Yasman dan Misrawati yang menjadi salah satu anggota kelompok pengajian di Pondok Ayah tersebut.

Namun, mereka bercerai secara di luar Akidah Islam, pasalnya Yasman menceraikan atau menjatuhkan talak kepada isterinya yakni Misrawati, melalui pesan singkat atau SMS HP.      

Misrawati diceraikan Yasman, gara - gara Misrawati tidak mau lagi mengikuti pengajian jemaah di Pondok Ayah tersebut, karena menurut Misrawati, ajaran di Pondok Ayah sudah melenceng dari ajaran dan Syariat agama Islam yang sebenarnya.  Sementara, menurut Yasman, Istrinya Misrawati itu tidak mau mengikuti ajaran di Pondok Ayah, makanya diceraikan.

Menurut infoormasi, Adanya dugaan aliran sesat pada kelompok pengajian Pondok Ayah tersebut yaitu, Ismadiyati sering kesurupan Ruh Malaikat, Ruh Nabi Muhammad dan Ruh para Waliyulah sering masuk ketubuh Ismadiyati. Pada saat kesurupan itulah, Ismadiyati mengaku sebagai Malaikat dan Nabi Muhammad.

Terkait hal tersebut, para elemen masyarakat dari Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Lurah Wirotho Agung dan MUI Rimbo Bujang, menggelar pertemuan bertempat di rumah ketua RT Zamroni jalan Patimura, yang dihadiri 2 orang anggota Polsek Rimbo Bujang.                                                                

Dalam pertemuan elemen masyarakat tersebut, disimpulkan bahwa Muhamadiyah alias Amaik mengakui bahwa Ruh Rasul memasuki tubuh Lismadayati. “ Ruh Rasul itu memasuki tubuh Ismadiyati,”ungkap Amaik dihadapan masyarakat yang hadir di rumah Ketua RT sore itu. Namun, Amaik membantah terkait istri – istri yang tidak mau ikut pengajian harus dicerai.             

Ketua MUI Rimbo Bujang, Marijo Wahid yang langssung hadir pada pertemuan tersebut mengatakan, seharusnya setiap digelarnya pengajian, harus mengikuti aturan Majelis Taklim yang ada yang di gariskan oleh Kemenag RI. Terkait adanya ajaran di pondok Ayah, bahwa guru di Pondok Ayah mendoktrin dirinya dimasuki Ruh Rasul, Ruh Malaikat, Ruh Waliyulah dan lainnya itu tidak benar.

" Dapat ditegaskan bahwa guru di Pondok Ayah mendoktrin Ruh Rasul, Ruh Malaikat masuk ketubuh manusia, itu tidak benar, dan ajaran tersebut segera di hentikan, " tegas Marijo Wahid.                                                                               

Sementara, salah seorang tokoh masyarakat setempat, Sudirman Tanjung mengatakan, bahwa silahkan tetap dilanjutkan kelompok pengajian Pondok Ayah, namun dugaan adanya ajaran aliran sesat dihentikan sekarang juga.

Lurah Wirotho Agung, Soedjarijo dikonfirmasi koran ini (4/2) mengatakan, membenarkan adanya dugaan ajaran yang melenceng di Pondok Ayah, sehingga masyarakat resah. " Benar masyarakat sudah resah, dengan adanya dugaan ajaran yang menyesatkan di Pondok Ayah, elemen masyarakat meminta agar kegiatan yang melenceng tersebut segera dihentikan, " jelas Lurah. (komet)

Related News