Aneh, Kaur Kantor Desa Sumber Sari Lulus K2 Sebagai Guru


Poto Ilustrasi
TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Aneh dan membingungkan terkait kelulusan tenaga honorer Kategori 2 (K2) di Kabupaten Tebo. Dari 160 nama tenaga honorer Kategori 2 Kabupaten Tebo yang lulus dan telah diumumkan oleh Situs Men PAN Sabtu kemarin (15/2), beberapa nama diantaranya dipertanyakan.

Pasalnya, nama - nama tersebut yang telah dinyatakan telah Lulus dari berbagai tahapan proses seleksi honorer K2, pada kenyataannya tidak pernah bekerja sebagai tenaga honorer tempat dimana dia lulus honorer K2 dan masa kerjanya tidak sesuai dengan persyaratan pengalaman kerja yang telah ditentukan yaitu bekerja sejak tahun 2005.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Koran ini dilapangan menyebutkan, nama - nama tersebut salah satunya adalah Kasmi, warga jalan Mataram desa Sumber Sari Kecamatan Rimbo Ulu. Selama ini, Kasmi diketahui adalah seorang Kaur yang bekerja di Kantor desa Sumber Sari yang membantu Kepala Desa dan aktif sampai saat ini serta dirinya saat ini diajukan sebagai Sekdes Sumber Sari.

Tiba - tiba saja, dari ratusan nama yang keluar pada pengumuman kelulusan ferifikasi bahan tenaga honorer K2, salah satunya adalah nama Kasmi yang tercatat sebagai Guru di SDN 104/VIII Sumber Sari Kecamatan Rimbo Ulu.

Padahal, masyarakat setempat juga menyatakan bahwa Kasmi tidak pernah bekerja sebagai pengajar di Sekolah tersebut, namun tiba - tiba, namanya keluar sebagai Honorer K2 di SD tersebut. Dan, sejak keluar namanya pada kelulusan ferifikasi K2, Kasmi mulai berangkat mengajar, namun itupun hanya satu kali dalam satu bulan.

" Aneh memang, Kasmi itu Kaur Kantor desa kok namanya lulus honorer K2 sebagai Guru, sedangkan Kasmi itu tidak pernah jadi Guru honor. Saya yakin, SK mengajarnya itu palsu," terang Sugiyono kepada Teboonline.com, Minggu (15/2) sambil terheran.

Sementara, Sugiyono sendiri mengungkapkan bahwa dirinya juga seorang tenaga honorer Guru SD yang mulai bekerja dari tahun 2004 dan saat pengumpulan bahan untuk ferifikasi tenaga honorer K2 di kabupaten Tebo, dirinya juga ikut namun dirinya tidak lulus.

" Kami sudah mengantongi nama - nama yang lulus K2 yang patut dipertanyakan, itu menjadi catatan buat kami dan akan kami tindak lanjuti dengan membuat laporan kepada Bupati Tebo, kami bukan cemburu social tapi kami ingin keadilan," pungkas Sugiyono. (crew)

Related News