Alat Berat PT Tembesu Jaya Distop Warga

Poto : Ilustrasi

TEBOONLINE.COM, RIMBOBUJANG - Suhu politik di Kecamatan Rimbo Bujang tampaknya terus memanas, setelah sebelumnya keluarga H Triman yang nota bene keluarga Bupati Tebo dihina melalui edaran selebaran oleh seseorang,

Kali ini, riak - riak tersebut kembali terjadi di desa Sapta Mulia Kecamatan Rimbo Bujang, yaitu pada hari Sabtu kemarin (22/2).

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Teboonline.com dilapangan menyebutkan, pada hari itu, PT Tembesu Jaya yang merupakan perusahaan milik H Triman, mengirimkan alat berat jenis Traktor ke desa Sapta Mulia Kecamatan Rimbo Bujang yang rencananya akan dipergunakan untuk
perbaikan jalan Seriti.

Namun diperjalanan, alat berat tersebut distop paksa oleh warga yang diketahui warga tersebut adalah warga desa Sapta Mulia. Alasan warga tersebut menyetop adalah jalan Seriti tidak boleh diperbaiki, kalau alat berat tersebut adalah bantuan dari Partai Golkar.

Seperti yang dikatakan oleh warga desa Sapta Mulia, Basuki. " Ya saya dapat laporan dari Pak Yono RT jalan Seriti bahwa alat berat PT Tembesu Jaya distop oleh warga dari RT yang lain. Alasannya nyetop karena jalan Seriti tidak boleh diperbaiki kalau alat beratnya bantuan dari Partai Golkar," terang Basuki yang nota bene mantan Kades Sapta Mulia saat dihubungi, Rabu kemarin (26/2).

Namun lanjut Basuki, dirinya tidak mengetahui dengan jelas identitas warga yang menyetop paksa alat berat tersebut. Namun, aksi penyetopan alat berat tersebut akhirnya bisa diatasi setelah diantara kedua belah pihak bernegosiasi dan akhirnya, alat berat tersebut pun melakukan perbaikan jalan Seriti.

Diketahui, putra pemilik PT Tembesu Jaya yakni Agus Rubyanto adalah caleg Incumbent dari partai Golkar. Kemungkinan besar, alat berat tersebut oleh warga yang melakukan aksi tersebut dikait - kaitkannya dengan politik. 

Pimpinan Kecamatan (PK) Rimbo Bujang Partai Golkar, H Ngatiran saat dihubungi terkait hal itu mengatakan bahwa aksi penghadangan seperti itu adalah hal yang salah.

" Kalau aksi penyetopan itu salah, karena lebih bagus perbaikan jalan daripada bagi - bagi sarung, kalau warga sewa alat berat untuk perbaikan jalan perharinya sudah berapa ya manfaatkanlah," terang Ngatiran saat dikonfirmasi terkait partai Golkar disebut - sebut dalam aksi stop alat berat tersebut.

Sementara, Sanaji Aryanto salah satu keluarga H Triman saat dikonfirmasi terkait hal itu mengatakan bahwa pihaknya malah belum mendapatkan laporan tentang kejadian tersebut.

" Belum ada laporan ke saya sampai sekarang, lagian alat beratnya sudah selesai perbaikan jalan Seriti dan sekarang sudah pindah ke unit 5," ujar Sanaji saat dihubungi via hp, kemarin (26/2).

Related News