Awas... Ada Aliran Baru Berkembang di Rimbo Bujang. Kesbangpolinmas Tebo: Kita pantau pergerakannya

TEBOONLINE.COM - Warga Desa Perintis Kecamatan Rimbo Bujang Kabupaten Tebo pekan lalu dihebohkan dengan munculnya ajaran baru, ajaran tersebut bernama Saksi Yehua pecahan dari agama protestan.

Hal tersebut langsung disampaikan Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Tebo, Eryanto.

"Ya ada ada aliran baru masuk di Tebo, Nama aliran tersebut Saksi Yehua," Ujar Eryanto, saat dikonfirmasi, Kamis (24/05/2018).

Terkait munculnya aliran Baru tersebut, pihak Kesbangpol dan pihak desa setempat tengah memantau pergerakan, apakah ajaran tersebut sesat dan meresahkan masyarakat atau tidak. Eryanto mengaku bahwa aliran baru tersebut dibawa oleh warga pendatang.

"Kita selalu pantau dan selalu koordinasi dengan pihak desa. Dan penganut ajaran baru ini bukan warga pribumi, mereka adalah pendatang," jelasnya.

Sementara itu, berdasarkan berita acara pertemuan antara pihak Kesbangpol dan Kades Perintis A.A Sunarya, membenarkan adanya aliran baru di desanya, namun dirinya menyebutkan bahwa Aliran yang bernama Saksi Yehua hingga saat ini belum menimbulkan keresahan secara resmi, namum pihaknya tetap memantau pergerakan aliran baru tersebut.

"Ya memang di desa saya ada aliran baru, namun pergerakannya belum meresahkan warga sekitar, tapi kita mantau secara continue," kata Kades A.A Sunarya, beberapa waktu lalu. (crew)

Sukandar - Syahlan Penuhi Janji Politiknya, Islamic Center Mulai Dikerjakan Ditiga Kecamatan

TEBOONLINE.COM - Kepemimpinan Sukandar - Syahlan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Tebo benar - benar menepati janji politiknya. Salah satunya yaitu akan membangun Islamic Center ditiap Kecamatan.

Pada tahun ini, janji tersebut mulai direalisasikan dan dilakukan secara bertahap dengan terlebih dahulu dibangun di tiga Kecamatan.

Pemerintah Daerah Kabupaten Tebo telah menyiapkan rancangan islamic Center yang akan dibangun di setiap kecamatan setiap tahunnya. Saat ini pengerjaan Islamic Center dalam tahap fisik yang disiapkan di kecamatan VII Koto Ilir, Rimbo Ulu dan Muara Tabir.

Kepala Dinas PUPR Tebo Hendri Nora menjelaskan jika ditargetkan tahun ini pengerjaan tersebut akan rampung di tahun ini. Nilai pagu islamic Center per satu masjid Rp 3 milyar dianggarkan dari APBD Kabupaten Tebo yang merupakan program Sukandar-Syahlan.

Islamic Center tersebut penempatannya ditentukan oleh pihak kecamatan setempat dengan ukuran 23,5 x 23,5 meter dengan kapasitas hingga 600 orang. Sementara tahun depan pembangunan Islamic Center akan dilanjutkan ke kecamatan selanjutnya dengan anggaran yang sama.

"Yang jelas semua kecamatan dapat kecuali Tebo Tengah yang sudah memiliki Masjid Agung," jelas Hendri Nora.

Sementara itu, Wakil Bupati Syahlan menjelaskan jika pengerjaan Islamic Center disemua Kecamatan akan rampung secara bertahap dalam waktu 4 tahun ke depan.

"Kalau untuk desain dan pengerjaannya kita serahkan ke dinas PUPR," kata Syahlan.

Dengan menggunakan lahan seluas satu hektar dari desa setempat diharapkan akan membantu kecamatan setempat dalam pembangunan aspek intelektual.

"Dengan kita bangun ini setidaknya merata di setiap kecamatan sehingga tidak ada perbedaan dan semua mendapatkannya," tukasnya.

Dari informasi yang berhasil didapatkan Teboonline.com, untuk lokasi Islamic Center di Kecamatan Rimbo Ulu masih terjadi pertentangan antara Tokoh-tokoh masyarakat dengan Pemerintah Desa dan Kecamatan. (crew)

Hendak Jual Sabu - sabu, IRT Cantik Asal Rimbo Bujang Ini Dibekuk Polisi

Tsk Siti alias Sari warga desa Perintis Kecamatan Rimbo Bujang, ditangkap Polisi sebelum melakukan transaksi jual beli Sabu sabu. 
TEBOONLINE.COM - Pemberantasan serta penindakan pemakai, pengedar serta bandar narkoba terus dilakukan Satuan Reserse Narkoba Polres Tebo. Senin (21/5/2018) sekira pukul 23.00 WIB, Tim besutan Kasat Narkoba AKP Subhan, SH, MH ini berhasil membekuk seorang wanita pengedar sabu-sabu.

Wanita separuh baya yang diketahui bernama Siti alias Sari (46) ini dibekuk bersama dengan barang bukti narkoba yang diduga sabu-sabu.

Penggerebekan Ibu Rumah Tangga yang tinggal dijalan 22 Unit 1 Desa Perintis, Kecamatan Rimbo Bujang, Tebo ini berawal dari adanya informasi warga. Berdasarkan infornasi tersebut, Tim Resnarkoba langsung melakukan penyelidikan.

“Saat digerebek, pelaku berencana akan menjual narkoba diduga sabu-sabu ke Desa Jambu. Saat berada dijalan 20, Tim langsung menghentikan motor yang digunakan pelaku dan disaku celana pelaku ditemukan 1 Paket sedang diduga Narkotika jenis shabu-shabu seberat  0,24 gram, 4 lembar plastil klip, 1 unit Hp Nokia 105 warna ungu, 1 unit sepeda motor Honda Beat warna hitam tanpa Nomor polisi,” terang Kapolres Tebo AKBP Zainal Arrahman melalui Kasat Narkoba, AKP Subhan, SH, MH.

Saat ini, pelaku bersama barang bukti narkoba diduga sabu diamankan di Mapolres Tebo dan Tim narkoba masih melakukan pengembangan.

“Kita masih melakukan pengembangan, asal barang haram tersebut, dan anggota masih memburu bandar yang memasok barang haram itu,” pungkas Kasat kepada Teboonline.com, Rabu (23/5/2018). (crew)
Barang bukti Sabu - sabu, HP dan satu unit sepeda motor.  

THR PNS Segera Cair, Asman Abnur: Biar Bisa Shopping

JAKARTA - THR PNS (Tunjangan Hari Raya Pegawai Negeri Sipil) alias gaji ke-14 tahun ini dikabarkan akan mengalami kenaikan. Saat ini, pemerintah sudah menyelesaikan Peraturan Pemerintah (PP) yang menjadi payung hukum kenaikan tersebut.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Asman Abnur mengatakan, draf PP hanya menunggu pengesahan. "Sudah selesai. Sekarang tinggal teken presiden," ujarnya di Kantor Presiden, Jakarta, kemarin (22/5).

Hanya saja, Asman enggan membeberkan terkait berapa besaran kenaikan THR yang sudah disepakati untuk PNS. "Tunggu saja pengumumannya," imbuhnya.

Lantas, kapan akan diumumkan? Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tidak bisa memastikan waktunya. Namun dia menggaransikan bahwa hal itu akan segera diumumkan sebelum masuk dua pekan terakhir puasa. "Iya 15 hari sebelum lebaran, biar bisa shopping. Bulan ini (Mei)," tuturnya.

Seperti diketahui, tahun ini, pemerintah sepakat untuk mengubah besaran THR bagi PNS. Jika biasanya hanya sebesar gaji pokok, tahun ini akan ditambah dengan tunjangan. Hanya saja, belum dipastikan tunjangan apa saja yang akan dimasukkan dalam list tersebut.

Selain itu, pensiunan PNS juga akan mendapat THR. Rencananya, besarannya satu kali uang pensiunan yang diterima setiap bulannya. (far)

Sumber: jpnn

Wabup Tebo Berang Saat Tinjau RPH Rimbo Bujang, Ini Dia Masalahnya...

Wabup Tebo Syahlan terpaksa mencabuti rumput yang tumbuh di halaman RPH Rimbo Bujang buntut kekesalannya karena melihat RPH tersebut tidak terawat dan jarang digunakan. 
TEBOONLINE.COM - Usai Sidak harga pasar di pasar Sarinah Kelurahan Wirotho Agung Kecamatan Rimbo Bujang, Wakil Bupati Tebo Syahlan Arfan SH juga menyempatkan diri untuk meninjau Rumah Pemotongan Hewan yang berada di kawasan Pasar Pujasera Rimbo Bujang, Selasa (22/05/2018).

Setiba di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang tepatnya berada disamping kantor KUA Rimbo Bujang, Wakil Bupati Tebo Syahlan Arfan SH terkejut dan menggeleng-gelengkan kepala melihat kondisi RPH yang terkesan terbengkalai dan tidak terawat.

"Kok bisa kondisinya seperti ini, apa tempat ini tidak pernah digunakan untuk memotong hewan ternak," cetus Wabup kepada Petugas RPH.

Dengan gaya yang Khas, Wabup juga sempat membersihkan rumput yang tumbuh disekitar balai pertemuan RPH sembari mempertanyakan fungsinya kepada petugas yang ada di Kantor RPH.

"Apa harus saya yang membersihkan Rumput-rumput ini, Tolong diperhatikan dan difungsikan sebagaimana mestinya," pinta Wabup dengan Nada berang.

Lagi-lagi, Wabup Tebo Syahlan Arfan terkejut mendapati keterangan dari petugas RPH yang mengatakan sebelum dan selama Ramadhan petugas baru melakukan 1 kali Pemotongan Hewan di RPH tersebut.

"Tolong kepada petugas harus lebih kreatif, hal ini kan untuk mempermudah pengawasan kesehatan ternak yang bakal dikonsumsi masyarakat," tukasnya. (crew)

Sidak Ke Pasar Sarinah Rimbo Bujang, Wabup Tebo Terima Curhatan Para Pedagang

Wabup Tebo Syahlan Arfan melakukan Sidak ke pasar Sarinah. 
TEBOONLINE.COM - Wakil Bupati Tebo Syahlan Arfan SH melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke Pasar Sarinah Kecamatan Rimbo Bujang, Senin (22/05/2018). Sidak ini dalam rangka memantau harga pasar pada bulan Ramadhan 1439 H ini.

Pada sidak ini, dihadapan para pedagang, Wakil Bupati Tebo Syahlan Arfan SH banyak menerima masukan dan kritik dari para pedagang dan Pembeli terkait tata kelola lapak pedagang Sayuran dan ikan yang masih menggunakan bahu jalan.

Selain itu, para pedagang juga menyampaikan kepada Wakil Bupati Tebo Syahlan Arfan tentang kondisi didalam Pasar yang kerap banjir saat memasuki musim penghujan sehingga para pembeli enggan untuk masuk kedalam pasar.

"Kalau Bapak-bapak mau mandi datang aja kesini (Pasar Sarinah_red) saat musim hujan, banjir pak, padahal kami sudah bayar retribusi seharusnya uang retribusi kembali ke kami untuk perbaikan pasar," ungkap salah seorang pedagang Sayuran.

Terkait hal ini, Wabup Tebo Syahlan Arfan SH mengungkapkan bahwa menata pedagang memang dirasakan sedikit susah, dibutuhkan kerjasama antara stekholder yang ada agar Pasar-pasar yang ada di kabupaten Tebo tertata dengan rapi.

"Memang dibutuhkan kerjasama yang baik antara stekholder yang ada, tidak mungkin memenuhi semua  permintaan pedagang, tapi bagaimana sekarang para pedagang tertata dengan rapi," ungkap Syahlan.

Sementara itu, terkait Peningkatan Harga Sembako, Kepala Disperindag Tebo Soleh mengatakan bahwa kenaikan Harga tidak terlalu signifikan, Kenaikan terjadi pada daging sapi dan Ayam.

"Naiknya tidak terlalu signifikan, daging sapi dan ayam memang naik namun masih terjangkau pembeli yakni dikisaran Rp 130-135 ribu/Kg," tukasnya. (crew)

Harga Ayam Potong di Pasar Muara Tebo, Terus Meroket

Ilustrasi. 
TEBOONLINE.COM - Memasuki minggu ke Dua Bulan Suci Ramadhan, sejumlah harga kebutuhan pokok terus meroket mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Seperti harga ayam potong saat ini naik mencapai Rp 45.000 per kilogram.

"Hari ini harga ayam potong mulai merangkak naik, dari harga Rp 30.000 hingga Rp 45.000," sebut Galang, salah seorang pembeli usai belanja di pasar Muara Tebo, Selasa (22/05/2018).

Tidak hanya harga ayam potong, lanjutnya harga ikan Nila juga mengalami kenaikan, dari harga 28 ribu per Kg menjadi 30 ribu per Kg. Dan ikan patin pun juga mengalami kenaikan.

"Selain harga ayam potong, harga ikan juga mengalami kenaikan. Namun, khusus harga ikan Patin saya tidak tau pasti," sebutnya.

Selain itu tambahnya lagi, harga bahan pokok lainnya juga mengalami kenaikan. Tapi kenaikan harganya tidak begitu tinggi, seperti Cabe Merah, Cabe Rawit , Bawang Putih, Bawang Merah dan lainnya.

"Kalau itu naiknya tidak seberapa, masih berkisar diangka 500 hingga 1.000 rupiah," ujarnya.

Saat ditanya harga daging Sapi atau Daging Kerbau, dirinya menyebutkan tidak tau pasti naik atau tidaknya. Namun, dari informasi di pasar harga daging masih tetap seperti biasa.

"Kalau harga daging sapi saya tidak juga tau pasti, tapi kalau informasi yang saya dapat masih diangka Rp 130-135 ribu per Kg," pungkasnya. (crew)

Hewan Ternak Keliaran Didalam Kota Tebo, Warga Tuding Pemerintah Lemah Tegakan Perda

Sat Pol PP Tebo saat melakukan penertiban hewan ternak milik warga yang berkeliaran didalam wilayah kota Tebo. Penertiban ini dalam rangka menegakkan Perda. 
TEBOONLINE.COM - Sepertinya penertiban hewan ternak masih menjadi persoalan yang belum juga selesai di Kota Tebo. Pasalnya, hewan ternak tampak masih berkeliaran di Jalan jalur Dua Kota Tebo, pada Selasa (22/05/2018) siang.

Salah seorang pengendara sepeda motor, Rudi mengungkapkan di daerah ini hewan ternak seperti Sapi maupun Biri-biri sering kali berada di jalanan, tidak jarang beberapa pengguna jalan mengeluhkan hal itu.

"Didaerah ini sering kali hewan ternak berkeliaran, selain mengganggu ini juga membahayakan pengendara," kata Rudi.

Dirinya mengatakan, bahwa dengan berkeliarannya hewan ternak di jalanan tentu sangat mengganggu para pengguna jalan khususnya para pengendara roda Empat maupun roda Dua.

"Hewan ternak itu sangat mengganggu para Pengendara, dan sering kali Sapi itu melayang jalan," sebut Rudi.

Hal ini lanjutnya, terjadi karena kurang tegasnya Pemerintah dalam menegakan aturan atau Perda, karena jika pemerintah tegas pasti masyarakat tidak melanggar. Selain itu, pemerintah juga kurang mensosialisasikan Perda ini kepada masyarakat khususnya warga yang memiliki hewan ternak.

"Seharusnya Pemda benar-benar tegas dalam hal ini, karena ini dapat membahayakan. Dan jangan sampai mereka tidak mengetahui kalau ada peraturan tentang larangan hewan ternak berkeliaran di Kota Tebo," ungkapnya.

Maka dari itu, Rudi berharap kedepannya, Pemkab Tebo mampu menertibkan hewan ternak yang kerap berkeliaran di jalan secara tegas. Ini demi kenyamanan para pengendara, salain itu juga menjadikan kota Tebo lebih bagus dipandang.

“Kami butuh ketegasan untuk menangani hewan ternak, karena kami menganggap bahwa hewan ternak bisa mengganggu aktifitas dan membahayakan para pengendara,” terangnya. (crew)