Tower di Rimbo Ulu Masih Dalam Tahap Uji Coba, Suhud: Akan dipindahkan ke lokasi sebenarnya

TEBOONLINE.COM - Diberitakan sebelumnya, BTS atau tower salah satu operator seluler di desa Suka Damai Kecamatan Rimbo Ulu Kabupaten Tebo, dikuatirkan warga karena jarak pondasinya hanya 1,5 meter dari badan jalan raya.

Sehingga sewaktu - waktu dapat memakan korban jiwa terhadap para pengendara yang melintas didekatnya. Terkait hal itu, Kepala Dinas Penanaman Modal Daerah dan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Tebo melalui Sekdisnya, Suhud pun memberikan penjelasan terkait hal itu.

Kata Suhud, tower tersebut memang saat ini sudah berdiri. Namun, tower tersebut masih dalam tahap uji coba untuk menentukan titik Hot Spot jaringan. Nantinya, tower tersebut akan dibongkar kembali dan akan dipindahkan ke lokasi yang sebenarnya sesuai pada gambar yang tertera dalam izinnya.

"Lokasi yang sebenarnya itu jaraknya 33 meter dari as jalan raya, lokasinya ada disamping tower itu berdiri sekarang dan agak kebelakang, kalau sudah dapat untuk menentukan titik jaringannya, baru dipindahkan tower itu ke lokasinya yang asli," tukas Suhud pada Teboonline.com usai meninjau tower tersebut, Selasa kemarin (16/10/2018).

Mantan Camat VII Koto Ilir inipun mengatakan bahwa pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Pemerintahan desa Suka Damai terkait izin pendirian tower tersebut. (crew)

Bahaya... Tower BTS Operator Seluler di Rimbo Ulu, Jarak Pondasinya 1,5 meter Dari Aspal Jalan Raya

BTS atau tower seluler berdiri persis disamping jalan raya, tower ini dikeluhkan oleh warga karena lokasinya cukup dekat dengan jalan yang sewaktu - waktu dapat mengancam keselamatan warga. 
TEBOONLINE.COM - Masyarakat Kecamatan Rimbo Ulu Kabupaten Tebo Provinsi Jambi, mengeluhkan dengan berdirinya salah satu BTS (Base Transceiver Station) salah satu operator seluler.

Pasalnya, BTS atau tower tersebut berdiri persis ditepi jalan Raya atau lintas Kecamatan Rimbo Ulu atau tepatnya didepan rumah warga jalan Bunga Raya poros desa Suka Damai Kecamatan Rimbo Ulu.

Warga yang melintas dibawah tower yang tingginya kurang lebih 200 meter tersebut merasa was - was dikarenakan pondasi tiang pancang tower tersebut berdiri sekitar 1,5 meter jaraknya dari badan jalan raya.

Yang dikuatirkan warga adalah ketika ada pengendara yang melintas, pengendara tersebut turun aspal ke bahu jalan, dikuatirkan akan menabrak pondasi tower tersebut. Terlebih lagi kalau dimalam hari, kondisi gelap dan tidak adanya pagar pengaman atau rambu - rambu peringatan, tower tersebut mengancam keselamatan pengendara.

"Pondasi tower ini cuma 1,5 meter dari aspal jalan raya, cukup membahayakan sekali bagi warga yang lewat, apalagi tidak ada pagar pengaman tower ini," tukas Hendri menjelaskan pada Teboonline.com, Senin (15/10/2018).

Hendri inipun berharap agar dinas terkait meninjau kembali izin pendirian BTS tersebut karena dirasakan oleh masyarakat setempat cukup berbahaya bagi keselamatan.

Hendri pun mengungkapkan bahwa meskipun tower tersebut oleh pemilik lokasi tidak mempersoalkan karena tanahnya disewa untuk pendirian tower tersebut, pemuda ini meminta juga kepada pemilik lokasi agar berhati - hati karena tower tersebut tepat persis dan hanya berjarak tiga atau empat meter saja dari depan rumah. (crew)

Proyek Paket 10 Dinas PUPR Tebo Terkesan Asal Jadi, Warga Desa Muara Tabun Ancam Akan Boikot

Warga ancam boikot proyek pengaspalan jalan desa Muara Tabun dikarenakan pekerjaannya terkesan asal jadi. Proyek ini bersumber dari APBD Tebo 2018 pada dinas PUPR Kabupaten Tebo. 
TEBOONLINE.COM - Proyek peningkatan pembangunan jalan Desa Muara Tabun, Kecamatan VII koto Kabupaten Tebo disorot warga karena diduga tidak sesuai bestek.

Proyek yang dikerjakan PT Dwikarsa Mandiri Utama dengan nilai anggaran Rp. 2.348.446.000 bersumber dari APBD Tebo tahun 2018 ini menuai sorotan warga, lantaran diduga dikerjakan asal asalan.

Menurut salah seorang warga Desa Muara Tabun yang enggan disebut identitasnya mengatakan, pekerjaan pengerasan jalan yang dikerjakan pihak rekanan tersebut tidak sesuai yang diharapkan, pasalnya material yang digunakan adalah batu sungai bercampur pasir dan tanah.

“Ketebalannya juga itu tidak sesuai, bahkan batu split yang digunakan itu tidak memenuhi standar, belum di aspal sudah mulai terkelupas,” jelas warga saat ditemui di lokasi, Minggu (14/10/2018).

"Kita minta kepada dinas PUPR Tebo untuk mengevaluasi pekerjaan peningkatan jalan paket 10 ini, kita minta rekanan menambah ketebalan batu split, kalau sekarang banyak batu sungainya, gimana jalan mau tahan lama," ujarnya.

"Kalau tidak ada tanggapan dari dinas terkait, kita akan boikot proyek ini," kesalnya. (wan)

Kapolda Jambi Turun Ke Tebo, Ini Dia Misinya!!

Wakil Bupati Tebo dan Kapolres Tebo mendampingi Kapolda Jambi saat kunjungan ke Polres Tebo. 
TEBOONLINE.COM - Sebagai rangkaian kunjungan kerjanya, Kamis (11/10/2018) Kapolda Jambi Irjen. Pol. Drs. Muchlis A.S,M.H mendatangi Mapolres Tebo. Sesampainya di Polres Tebo Kapolda Jambi langsung disambut oleh Kapolres Tebo beserta anggota, Wakil Bupati Tebo, Ketua DPRD Tebo, Forkompinda, dan tokoh masyarakat lainnya.

Kedatangan Kapolda Jambi beserta rombongan di Bumi Seentak Galah Serengkuh Dayung ini dalam rangka tatap muka dan silaturrahmi Kapolda Jambi dengan Polres Tebo, Forkompinda, Penyelenggara Pemilu, Ormas, Toga, Toda, dan tokoh Adat yang ada di Kabupaten dengan harapan pemilu yang akan digelar tepatnya pada tanggal 17 April 2019 mendatang menjadi Pemilu yang sejuk, aman dan damai.

Acara yang digelar kisaran pukul 11:00 wib bertempat di Aula Polres Tebo tersebut juga dihadiri langsung unsur pimpinan 16 partai politik yang ikut sebagai peserta pemilu mendatang.

Kapolda Jambi, dalam sambutannya mengingatkan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Tebo, agar jangan sampai pada pemilu 2019 mendatang masyarakat Kabupaten Tebo terpengaruh isyu-isyu yang belum tahu kebenarannya, sehingga akan menimbulkan kegaduhan ditengah-tengah masyarakat.

"Mari sama-sama kita jaga kondusifitas Pemilu 2019 mendatang, hati-hati dalam menggunakan media sosial jangan sampai kita terpengaruh dengan isu-isu Hoax," ujar Kapolda.

Selain itu, Kapolda juga menegaskan kepada seluruh aparat kepolisian yang ada di Kabupaten Tebo untuk mensosialisasikan Pemilu damai ini kepada masyarakat.

"Saya instruksikan untuk Kapolres Tebo agar turun ke Polsek-polsek, untuk yang ada di Polsek agar turun langsung ke masyarakat yang ada di kecamatan dimana ia bertugas," tegas Kapolda.

"Mari sama-sama kita jaga marwah Provinsi Jambi dengan menjaga keamanan Pemilu tahun depan," tutup Kapolda.

Selanjutnya Wakil Bupati Tebo Syahlan Arfan dalam sambutannya juga menegaskan, demi menjaga kondusifitas pada pemilu 2019 mendatang, Pemerintahan Daerah Kabupaten Tebo akan memberi sanksi tegas kepada siapa saja ASN yang terlibat langsung politik praktis.

"Kami akan berikan tindakan tegas terhadap ASN yang tidak menjaga netralitasnya, apalagi sampai ikutlangsung berpolitik praktis pada Pemilu 2019 mendatang," tegas Syahlan.

Lanjut Syahlan, "Kami berharap seluruh elemen masyarakat Kabupaten Tebo bisa saling bekerjasama dalam menjaga keamanan pada pemilu mendatang, sehingga dapat mewujudkan pemilu yang Sejuk, Aman dan Damai," tutup Syahlan. (crew)

Pitono : HET Gas Elpiji Subsidi 3 Kg Kabupaten Tebo Rp 18.000

TEBOONLINE.COM - Pengelola agen Gas Elpiji subsidi ukuran 3 kg Kabupaten Tebo PT Rimba Jaya Rahayu Lasatari menegaskan bahwa Harga Eceran Tertinggi (HET) isi ulang Gas 3 kg sebesar Rp 18.000.

HET tersebut ditetapkan oleh Gubernur Jambi beberapa bulan yang lalu. Sebelumnya, HET di Kabupaten Tebo sebesar Rp 17.000, dikarenakan beberapa faktor akhirnya HET isi ulang Gas subsidi ukuran 3 kg dinaikan sebesar Rp 1000.

"Ketetapan dari Gubernur Jambi tentang HET Gas 3 kg sebesar Rp 18.000 itu berlaku di Kabupaten Tebo sejak ditetapkan," kata Pitono, pengelola PT Rimba Jaya Rahayu Lasatari menegaskan pada Teboonline.com, Rabu (10/10/2018).

Pitono pun menegaskan bahwa terkait isu HET gas Elpiji 3 kg di Kabupaten Tebo sebesar Rp 15.200 itu, Pitono menegaskan bahwa HET itu tidak benar.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Penanaman Modal Daerah dan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Tebo Suhud juga menegaskan bahwa pihaknya juga tidak pernah menyampaikan statemen terkait HET Gas Elpiji 3 kg sebesar Rp 15.200.

"Kita tidak pernah menyampaikan HET Gas Elpiji 3 kg karena itu bukan kewenangan kita, kewenangan ada di dinas Perindag atau Agen," sebut Suhud. (crew)

Biadab... Pria 40 Tahun Ini Cabuli Anak Dibawah Umur

TEBOONLINE.COM - Zaman semakin gila memang, semakin tua manusia semakin gila tingkah lakunya. Seperti yang terjadi di Kecamatan Rimbo Bujang Kabupaten Tebo Provinsi Jambi.

Pasalnya, Yasmo (40) warga jalan Teuku Umar atau jalan 10 desa Tegal Arum (Unit 5,red) ditangkap aparat Kepolisian Sektor Rimbo Bujang setelah dilaporkan atas perbuatan pencabulan terhadap anak dibawah umur yaitu Bunga (10) nama samaran.

Tersangka dilaporkan oleh orang tua korban beberapa jam setelah aksi biadab tersangka diketahui oleh orang tua korban. Menurut informasi yang berhasil didapat Teboonline.com menyebutkan bahwa antara pelaku dengan korban masih ada hubungan keluarga.

Kronologisnya, pada Jumat (05/10/2018) lalu sekira pukul 13.30.wib korban Bunga bersama adiknya diantarkan dan dititipkan oleh Ibunya ke rumah pelaku dikarenakan Ibu korban bersama istri pelaku akan pergi pengajian Yasinan.

Kemudian, dirumah pelaku ada pelaku, korban dan adik korban. Suasana itu lah dimanfaatkan oleh pelaku untuk melakukan aksi biadabnya itu. Pada saat itu, pelaku memberikan uang jajan kepada adik korban dan pada saat adik korban pergi ke warung untuk membeli jajan, pelaku memanfaatkan situasi sepi itu dengan mengajak korban masuk ke kamar pelaku.

Didalam kamar itu, pelaku menaikan korban dan membaringkan korban diatas kasur. Kemudian pelaku melepaskan celana korban, pelaku memaksa korban untuk memasukan kemaluan pelaku kedalam murut korban dan pelaku menciumi kemaluan korban.

Pada saat itu, adik korban memergoki kakaknya yang sedang dicabuli oleh pelaku dan setelah beberapa jam kemudian dari kejadian itu, adik korban melaporkan hal itu kepada Ibunya dan Ibunya menanyakan hal itu kepada korban. Korban pun lantas menceritakan semuanya yang terjadi pada Ibunya.

Mengetahui hal itu, lantas orang tua korban langsung melaporkan pelaku ke Mapolsek Rimbo Bujang. Sementara itu, Kapolsek Rimbo Bujang IPTU Rezka Anugras saat dikonfirmasi Teboonline.com membenarkan.

"Tersangka sudah diamankan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya atas laporan dari orang tua korban," sebut Rezka, Selasa (09/10/2018). (crew)

Penderita Kanker Payu Dara Didatangi Dinas DUKCAPIL Tebo

Dinas Dukcapil Kabupaten Tebo datangi warga penderita Kanker untuk melakukan perekaman eKTP. 
TEBOONLINE.COM - Berbagai upaya dilakukan oleh pihak Dukcapil Kabupaten Tebo Provinsi Jambi dalam memastikan seluruh warga Tebo wajib eKTP dapat melakukan perekaman dan memiliki kartu identitas.

Jika sebelumnya membuka pelayanan dihari libur, kali ini diketahui bahwa pihak Dukcapil Tebo untuk kesekian kalinya turun melakukan perekaman ke rumah warga yang sakit dan tidak bisa datang ke Kantor Dukcapil.

Kepala Dukcapil Tebo melalui Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Dukcapil Tebo Bekti Feri Densi saat dikonfirmasi pada Senin (08/10/2018) membenarkan pihaknya turun kerumah warga yang menderita sakit kanker.

"Benar, kita turun melakukan perekaman langsung dirumah warga yang sakit tadi," imbuhnya.

Dijelaskannya juga, warga yang sakit tersebut adalah Desnita yang tinggal di Jalan 6 Kecamatan Rimbo Bujang, Desnita diketahui menderita kanker payudara, dan sudah 8 kali melakukan kemo. Namun sayangnya selama ini Desnita tidak memiliki eKTP sehingga kerap kesulitan dalam perobatan.

"Tadi kami disana, menurut keluarga Desnita sudah 8 kali kemo ke padang. Dan ini baru melapor, karena dapat laporan tersebut kami langsung turun kelokasi melakukan perekaman," ujar Bekti.

Bekti juga berharap jika ada warga lainnya yang sakit dan tidak memiliki eKTP serta tidak mampu melakukan perekaman ke Dukcapil, diminta agar segera melapor agar pihaknya segera turun.

Selain itu Bekti juga berharap, dengan telah memiliki eKTP, terutama Desnita, semoga dapat menggunakan layanan BPJS Kesehatan.

"Semoga dengan sudah memiliki eKTP, Desnita maupun yang lainnya bisa menggunakan BPJS Kesehatan untuk berobat, dan ini sudah yang kesekian warga yang kami datangi, untuk itu jika ada keluarga atau mengetahui warga yang sakit, segera laporkan ke kami agar kami bisa turun," tukasnya. (crew)

Mantap... Rimbo Entertainment Galang Dana Untuk Bencana Alam Palu dan Donggala

Insan musik dan seni Rimbo poto bersaa disela penggalangan dana untuk Gempa dan tsunami Palu - Donggala. 
TEBOONLINE.COM - Para insan seni Rimbo Kabupaten Tebo Provinsi Jambi yang tergabung dalam Rimbo Entertainment, Sabtu (06/10/2018) melakukan penggalangan dana untuk Gempa dan tsunami Palu - Donggala Sulawesi Tengah.

Pantauan Teboonline.com dilapangan, aksi penggalangan dana digelar di Simpang 4 lampu merah atau tepatnya depan jalan Sultan Thaha Kelurahan Wirotho Agung Kecamatan Rimbo Bujang. Terlihat, para VJ, DJ, MC kompak menggalang dana dari para pengendara yang melintas. Dilokasi juga didirikan Posko penggalangan dana.

Marsudi, koordinator aksi pada Teboonline.com mengatakan bahwa Rimbo Entertainment tergerak hatinya untuk membantu mengumpulkan donasi yang nantinya akan diberikan kepada saudara-saudara di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.
Aksi penggalangan dana Gempa bumi dan Tsunami Palu Donggala oleh Rimbo Entertainment. 
"Kegiatan ini adalah bhakti sosial untuk membantu saudara-saudara di Palu dan Donggala yang tertimpa musibah bencana gempa bumi Tsunami," kata Marsudi.

"Kita sebagai insan musik dan seniman yang tergabung di Rimbo Bujang dan Rimbo Ulu, berinisiatif mengumpulkan donasi. Mudah-mudahan dengan adanya bantuan yang dikumpulkan ini, bisa meringankan beban saudara kita di Palu dan Donggala," kata Marsudi disela - sela aksi.

Pengumpulan dana untuk korban Lombok ini lanjutnya, akan digelar dalam sepekan ini. Setelah dana terkumpul akan segera kita salurkan langsung kepada saudara-saudara di sana.

Masih kata Marsudi, Rimbo Entertainment juga akan memberitahukan kepada teman-teman lainnya, untuk mengumpulkan pakaian-pakaian yang tidak terpakai untuk diberikan kepada saudara-saudara di Palu dan Donggala.

"Harapan kami mudah-mudahan bencana gempa dan Tsunami disana segera berakhir dan masyarakat disana yang selama ini tinggal dipengungsian, bisa segera balik kerumahnya," tutup Marsudi. (crew)