Hasbi Anshory, Caleg DPR RI Partai Nasdem Nomor Urut 5 Tatap Muka Dengan Warga Dapil IV Tebo

Hasbi Anshory memberikan sambutan saat silaturahmi dengan masyarakat Dapil IV Tebo. 
TEBOONLINE.COM - Hasbi Anshory, seorang pemuda asli Jambi yang tercatat sebagai Calon Legislatif (Caleg) untuk DPR RI Partai Nasdem nomor urut 5, Jumat (09/11/2018) bersilaturahmi dengan warga dari 4 Kecamatan yang masuk dalam Daerah Pemilihan (Dapil) IV Tebo.

4 Kecamatan tersebut yakni Tebo Ulu, Serai Serumpun, VII Koto Ilir dan VII Koto.
Masing - masing desa dari 4 Kecamatan tersebut mengutus 2 orang yang mewakili desanya untuk bertatap muka dan berkomunikasi langsung dengan Hasbi Anshory.

Gelaran silaturrahmi ini dilakukan dikediaman tokoh masyarakat Dapil IV Husni yang beralamat di simpang Lougpon desa Teluk Kuali Kabupaten Tebo.

Pada kesempatan itu, dihadapan ratusan warga hadir yang terdiri dari Bapak - bapak dan Ibu - ibu dari tepian aliran Sungai Batanghari ini, Hasbi Anshory meminta doa restu dan dukungan untuk maju ke senayan.

Pada tatap muka ini, terlihat keakraban Hasbi Anshory dengan warga. Suasana silaturahmi ini begitu mencair penuh dengan kekeluargaan.

Selain Hasbi Anshory memberikan sambutan, warga yang hadir pun silih berganti bertanya dan memberikan masukan serta saran kepada Hasbi.

"Saya mohon dukungan untuk ke DPR RI, saya tidak bisa apa-apa tanpa ada dukungan dari warga," ujar Hasbi Anshory yang pernah duduk di kursi DPD RI.

Ia mengungkapkan bahwa dirinya sengaja langsung turun untuk menemui warga. Karena, ia kuatir terhadap warga nanti salah dalam memilih Caleg.

"Sayo sengajo turun langsung bertemu dengan warga, supaya masyarakat tidak beli kucing dalam karung, masyarakat harus mengenal calon wakilnya yang dipilih. Dan nanti setelah terpilih calonnya, masyarakat tidak bingung lagi terhadap calonnya itu, tentu akan lebih gampang untuk berkomunikasi," sebut Hasbi.

Pantauan Teboonline.com, silaturahmi yang dimulai sekitar pukul 14.30 wib ini, dihadiri tidak kurang dari 200 orang. Usai silaturahmi ini, Hasbi Anshory berlanjut mengunjungi tokoh - tokoh masyarakat dalam wilayah Dapil IV. (crew)


Sempat Tersendat Satu Hari, Pasokan Gal Elpiji 3 kg Kembali Normal

TEBOONLINE.COM - Pengelola agen Gas Elpiji subsidi 3 kg Kabupaten Tebo PT Rimba Jaya Rahayu Lasatari, Pitono menegaskan bahwa distribusi Gas Elpiji bersubsidi 3 kg saat ini berjalan normal seperti biasanya dan tidak ada kelangkaan yang terjadi ditengah - tengah masyarakat.

Pitono menyebut bahwa pihaknya sempat mendengar adanya keluhan masyarakat yang sulit untuk mendapatkan isi ulang Gas 3 kg. Keluhan itu pun langsung direspon dengan mengecek langsung ke pangkalan yang terdekat dengan warga yang mengeluh tersebut seperti di desa Suka Damai.

"Setelah dicek ke pangkalan, stok gas 3 kg di pangkalan masih tetap aman. Mungkin saja warga tersebut mencari ditingkat pengecer karena jauh dari pangkalan, di pengecer itu lah stoknya putus," kata Pitono pada Teboonline.com, Jumat (09/11/2018).

Namun, Pitono menyebutkan bahwa pasokan Gas Elpiji subsidi ukuran 3 kg ini sempat menyendat satu hari pada tanggal 31 Oktober lalu. "Dari Suplai Palembang sana pernah nyendat satu hari, tapi setelah itu lancar lagi sampai sekarang," pungkas Pitono.

Untuk di Kabupaten Tebo lanjut Pitono, ada 3 agen Gas Elpiji 3 kg dan kondisinya pun sama. Sebelumnya, sempat viral di Medsos bahwa Ibu - ibu rumah tangga di Kabupaten Tebo kesulitan untuk menukarkan Gas Elpiji 3 kg. (crew)


Gedung Rawat Inap Pasien Puskesmas Rimbo Bujang Memprihatinkan, dr.Sugiyono : Kita minta penambahan gedung baru

Gedung rawat inap pasien Puskesmas Rimbo Bujang kondisinya cukup memprihatinkan, pihak Puskesmas meminta dibangun gedung baru sebelum gedung tersebut direhabilitasi. 
TEBOONLINE.COM - Kepala Puskesmas Rimbo Bujang II Kabupaten Tebo Provinsi Jambi dr.Sugiyono mengungkapkan bahwa kondisi Puskesmas yang saat ini dikepalainya, perlu banyak pembenahan.
Seperti ruang perawatan pasien, saat ini kondisinya cukup memprihatinkan.

dr.Sugiyono ini berharap agar Pemerintah segera melakukan penambahan bangunan untuk ruang rawat inap pasien sebelum ruang rawat inap yang lama direhabilitasi.

Pasalnya, apabila sudah ada ruang rawat inap yang baru, maka ruang rawat inap yang lama baru bisa direhabilitasi dan apabila ada pasien yang dirawat inap bisa dirawat di gedung yang baru.

"Harus ada gedung baru untuk rawat inap, masalahnya kalau tidak ada, la mau dirawat dimana pasiennya kalau ruang rawat yang lama itu direhab," jelas dr.Sugiyono pada Teboonline.com, Kamis (08/11/2018).

Sementara itu, Budi salah seorang keluarga dari pasien yang sedang dirawat inap di Puskesmas Rimbo Bujang mengungkapkan bahwa ruangan rawat inap pasien ini memang sudah layaknya diperbaiki.

"Karena ada bau yang kurang sedap apabila kita masuk ke kamar mandi, terus atap gedung yang kelihatan sudah usang minta diganti," sebut Budi. (crew)

Dua Orang Terduga Pelaku Judi Togel Dicokok Tim Sultan Polres Tebo

Dua orang terduga pelaku judi Togel yang diamankan tim Sultan Polres Tebo. 
TEBOONLINE.COM - Tim Sultan Reskrim Polres Tebo berhasil menangkap dua orang diduga sebagai pelaku permainan judi togel. Mereka ditangkap saat tim melakukan razia penyakit masyarakat (Pekat), Senin (05/11/18).

Kapolres Tebo AKBP Zainal melalui Kanit Reskrim IPDA Rifki membenarkan adanya penangkapan dua orang di duga pelaku judi togel dalam razia pekat oleh tim sultan Polres Tebo.

“Dua orang pelaku judi togel tersebut antara lain masing-masing berinisial T dan C, adapun barang bukti yang telah di amankan oleh petugas berupa satu unit ponsel, satu buah buku mimpi dan rekapan judi togel dan sabu sabu," sebut Kanit.

"Kedua pelaku dan barang barang bukti sudah diamankan di polres Tebo guna untuk mendalami penyelidikan,” tegasnya. (crew)

Belasan Rumah dan Hektaran Lahan Pertanian Milik Warga VII Koto Ilir, Diterjang Banjir

Rumah warga desa Paseban Kecamatan VII Koto Ilir yang tergenang banjir hingga ketinggian satu meter. Banjir akibat meluapnya Sungai Batanghari karena intensitas curah hujan yang tinggi di Kabupaten Tebo. 
TEBOONLINE.COM - Tingginya intensitas curah hujan yang turun di Kabupaten Tebo sejak sepekan ini, berdampak pada terjadinya bencana alam banjir yang merugikan masyarakat.

Hal itu seperti yang terjadi di Kecamatan VII Koto Ilir, akibat hujan deras yang hampir setiap hari turun, membuat debit air Sungai Batanghari meluap sampai ke daratan.

Akibatnya, belasan rumah dan lahan pertanian milik warga yang berada dekat dengan daerah aliran sungai (DAS) Batanghari pun tak luput tergenang banjir.

Informasi yang diperoleh Teboonline.com, ada dua desa di Kecamatan VII Koto Ilir yang rumahnya ikut tergenang banjir seperti desa Paseban dan Teluk Kepayang Indah (TKPI).

Kades Paseban Tarmizi saat dikonfirmasi Teboonline.com mengungkapkan bahwa pasangnya air Sungai Batanghari hingga meluap ke pemukiman warga terjadi sejak dua hari yang lalu tepatnya pada Sabtu malam (03/11/2018).

Awalnya, air sungai Batanghari secara lambat naik ke daratan hingga ke pemukiman dan merendam rumah warga dan saat ini, ketinggian air sudah mencapai pinggang orang dewasa atau satu meter lebih. Dimungkinkan, beberapa hari ke depan ketinggian air akan terus naik.

"Untuk di desa Paseban ada 15 unit rumah yang terendam banjir, itu tersebar di tiga dusun seperti dusun Sago, Suka Berajo dan Tanjung Jaya, kalau untuk lahan pertanian itu juga ada tapi belum sempat kita data," ujar Kades Tarmizi, Senin (05/11/2018) pada Teboonline.com.

Selain rumah dan lahan pertanian, banjir juga memutus total jalan dan jembatan sehingga melumpuhkan arus transportasi dan ekonomi masyarakat setempat.

Dalam sehari ini lanjutnya, pihaknya tengah memantau pergerakan luapan air dan terlihat luapan air terus naik ke pemukiman.

Pihaknya pun menghimbau kepada warga yang sudah kena dampak dan bakal kena dampak banjir agar untuk sementara waktu mengungsi ke tempat yang lebih aman terlebih dahulu.

Sementara, Kades TKPI Sohir saat dikonfirmasi berapa jumlah warganya yang terkena dampak banjir, Sohir menyebut ada 20 KK yang rumahnya terendam banjir dan 10 hektare lahan pertanian warganya turut kena terjangan banjir musiman ini. (crew)
Jalan dan jembatan pun tak luput dari terjangan banjir. 


Ada Warga Asal Pulau Temiang Tebo Jadi korban Kecelakaan Pesawat Lion Air JT 610, Aminah : Kami berharap cepat ditemukan

Poto Wita Seriani bersama Suami dan anaknya. Ketiganya dikabarkan ikut menjadi korban kecelakaan Pesawat Lion Air JT 610. Pihak keluarga saat ini sedang menunggu hasil pencarian yang dilakukan oleh pihak Basarnas. 
TEBOONLINE.COM - Insiden jatuhnya pesawat Lion Air JT 610, menjadi duka mendalam bagi keluarga para korban dimana para korban ini berasal dari berbagai daerah.

Seperti salah satu keluarga korban, insiden Pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang yang jatuh di daerah laut utara Karawang, Jawa Barat, keluarga di Jambi dari korban yang bernama Wita Seriani juga dirundung sedih dan duka.

Aminah, Nenek dari Wita Seriani yang namanya juga terdaftar sebagai penumpang Lion Air JT 610 mengaku sangat terkejut saat mendapatkan kabar tersebut, hingga saat ini dirinyapun masih menunggu dari Ayahnya korban, Ansori yang masih menunggu di Jakarta.

"Terkahir kemarin saya nelpon Ansori, katanya belum ada kabar, kami berharap cepat ditemukan,"kata Aminah dengan nada sedih.

Dijelaskan Aminah juga bahwa Wina Seriani adalah cucunya, anak dari Ansori yang Ibunya adalah adiknya sendiri. Adapun Ansori yang kini tinggal di Bangka merupakan warga asli Pulau Temiang Kecamatan Tebo Ulu Kabupaten Tebo Jambi.

"Bapaknya asli Tebo, Ibu dari Bapak korban adalah saudara saya, dulu mereka tinggal di bedeng Pulau Temiang, tapi sudah lama pindah, dan keluarga di Pulau Temiang juga banyak," kata Aminah.

Selain itu, Doni Triadi yang merupakan paman dari Wita Seriani juga menjelaskan bahwa menurut informasi dari keluarga yang saat ini masih menunggu kabar di Jakarta, bahwa Wina Seriani berada didlm pesawat tersebut bersama suaminya Rizal Gilang Perkasa dan anaknya.

"Mereka bertiga didalam pesawat, kami berharap cepat ditemukan, buat keluarga di Bangka, yang sabar, mari kita doakan yang terbaik buat mereka. Kami baik dari Tebo dan Jambi sangat berduka atas kejadian ini, Alfatihah,"kata Doni Triadi. (crew)

6 Fraksi DPRD Tebo Segel Ruangan Sekwan

Anggota DPRD Kabupaten Tebo yang tergabung dalam 6 fraksi menolak RAPBD 2019 menyegel ruang Sekwan. 
TEBOONLINE.COM - Aksi penolakan RAPBD Tebo th 2019 yang dilakukan oleh 6 fraksi anggota DPRD Kabupaten Tebo, berlanjut pada insiden penyegelan ruang Sekwan Tebo, Nafry Junaedi pada Kamis (01/11/2018) sekitar pukul 12.30 wib.

Penyegelan dilakukan oleh anggota DPRD Kabupaten Tebo yang tergabung dalam 6 fraksi dengan dikomandoi oleh Waka 1 Wartono Triyan Kusuma dan Waka 2 Syamsurizal.

Aksi penyegelan yang dipantau langsung oleh belasan Wartawan ini, Sekwan dituding  tidak lagi menjalankan Tupoksinya salah satunya adalah melayani anggota DPRD Kabupaten Tebo dalam menjalankan roda pemerintahan di DPRD Tebo. (crew)

Paska Tolak RAPBD 2019, 6 Fraksi DPRD Tebo Langsung Gelar Rapat Tertutup

Anggota DPRD Kabupaten Tebo yang tergabung dalam 6 fraksi sepakat menolak RAPBD 2019 saat jumpa pers. 
TEBOONLINE.COM – Kisrus penolakan RAPBD Tebo 2019 terus berlanjut, Rabu (31/10), 23 orang anggota DPRD Tebo yang terdiri dari enam fraksi megelar rapat tertutup di ruang Banggar. Rapat tersebut diketahui membahas terkait deadline tindak lanjut penolakan hearing komisi dalam rangka pembahasan RAPBD 2019 terhadap Pemerintah Kabupaten Tebo, pada senin (22/10) lalu.

Sebelumnya, 6 fraksi ini sudah memberikan tenggang waktu selama 10 hari kepada Pemkab Tebo untuk merubah semua isi buku RAPBD 2019 yang dinilai tidak mencerminkan azas keadilan dan pemerataan yang hanya mengakomodir kepentingan partai penguasa yaitu Partai Golkar.

Adapuan yang memimpin berjalannya rapat tertutup tersebut yaitu wakil ketua DPRD Tebo Wartono Triyan Kusumo dan Syamsu Rizal, yang di hadiri oleh seluruh anggota DPRD Tebo dari enam Fraksi untuk memutuskan dan menyimpulkan dari pada kesepakatan penolakan RAPBD 2019 yang telah habis masa deadlinenya.

Syamsurizal dalam konferensi pers menyampaikan kepada sejumlah awak media mengatakan bahwa sebelumnya pihaknya sudah memberikan deadline kepada Pemkab Tebo. Tepat 10 hari, Pemkab Tebo sepertinya tidak ada itikad baik untuk menyelesaikannya permasalahan tersebut.

"Kami dari 6 Fraksi ini menolak dan membatalkan jadwal rapat Badan Musyawarah (Banmus) sebelum ada perbaikan isi buku RAPBD TA 2019, karena di dalam buku tersebut hanya mementingkan fraksi Golkar," jelasnya.

Iday sapaan Syamsu Rizal juga mengatakan bahwa dalam isu buku tersebut banyak kegiatan dikelola oleh fraksi Golkar, dari 12 kecamatan yang ada di Kabupaten Tebo. Dapil 1 yaitu Kecamatan Tebo Tengah dan Sumay mendapatkan anggaran sebesar 4.5 Milyar, dapil II yaitu Tebo Ilir, Tabir dan Tengah Ilir 16 Milyar, dapil III yaitu Rimbo Bujang, Rimbo Ulu dan Rimbo Ilir Rp 50.980 milyar sedangkan dapil IV Tebo Ulu, Serai Serumpun dan VII Koto 23.700 Milyar dengan total keseluruhan senilai Rp 95.180 milyar.

"Itu baru satu OPD di dinas PUPR, belum lagi dinas-dinas yang lain," kata Iday.

Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua 1 DPRD Tebo Wartono Triyan Kusumo, dirinya sangat menyayangkan kepada Pemkab Tebo bahwa isi buka RAPBD TA 2019 sama sekali tidak mencerminkan keadilan dan pemerataan, maka pihaknya melayangkan surat kepada Bupati dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk memperbaiki isi buku RAPBD TA 2019 tersebut.

"Ini bukannya ditanggapi malah tahapan pembahasan RAPBD jalan terus, termasuk pembahasan hearing ditingkat Komisi. Ini ada apa, kok memaksakan kehendak, kalau ada masukan ditanggapi," kata Wartono. (crew)