Heboh... Mayat Bayi Ditemukan Dalam Kantong Plastik

TEBOONLINE.COM, MUARABUNGO - Mayat bayi berjenis kelamin laki-laki ditemukan warga, Arpan awalnya saat ia hendak pergi mamacing ikan disungai pada pukul 11.55 wib.

Pada saat itu warga kaget dengan melihat sebungkus kantong plastik warna hitam yang mengapung di sungai. Dengan tidak terpikir sedikitpun, ia membuka dan sangat kaget melihat ada bayi yang masih menempel ari-ari dan ada tali pusarnya.

"Saya tidak sengaja mengambil dan membuka kantong plastik yang mengapung disungai itu, dengan kagetnya saya melihat ada bayi yang tak bernyawa lagi,akhirnya bayi itu saya bawa kerumah warga dekat sini," cerita Arpan, Jumat (17/11/2017).

Pada saat waktu yang sama, Sutrisno Ketua RT setempat juga kaget setelah mendapatkan informasi dari warga yang menemukan bayi berjenis laki-laki yang telah dibuang oleh orang tua yang tidak bertanggungjawab didalam sebuah kantong plastik berwana hitam.

”Saya sangat kaget saat mendapatkan informasi dari warga karena telah menemukan mayat bayi laki-laki didalam kantong plastik yang mengapung di sungai. Akhirnya kami langsung memberi tahu hal ini kepada Bhabinkamtibmas setempat supaya diusut lebih lanjut," ungkap Sutrisno.

Pada saat Kasat Reskrim Bungo AKP. Afrito M.Macan, S.IK dimintai keterangan terkait penemuan mayat bayi tersebut mengatakan, memang ada laporan dari warga yang menemukan mayat bayi jenis kelamin laki-laki yang diduga sengaja dibuang oleh orang tuanya.

”Memang benar, tadi ada warga yang melapor atas penemuan mayat bayi yang diduga sengaja dibuang oleh orang tuanya. Kuat dugaan bayi ini merupakan hasil dari hubungan gelap, yang tidak mau bayi tersebut hidup akhirnya dibuang ke sungai,” ungkap Afrito.

Afrito juga menambahkan, saat ini mayat bayi tersebut telah dibawa ke RSUD H.Hanafie Muara Bungo, guna untuk dilakukan idetifikasi serta bahan penyelidakan lebih lanjut.

“Kami akan terus usut kasus ini, biar bisa terungkap cepat, siapa pelaku yang telah tega membuang mayat bayi yang tak berdosa tersebut,” tambah Afrito. (dar)

Mepet Akhir Tahun, Semua Proyek Bakal Dimonitoring

SYAHLAN ARFAN. 
TEBOONLINE.COM - Pemerintah Daerah Kabupaten Tebo berusaha untuk merealisasikan target pencapaian serapan APBD Tebo 2017, dengan harapan agar percepatan pembangunan Kabupaten Tebo dapat tercapai.

Terlebih lagi saat ini mendekati akhir tahun, untuk mendorong sejumlah pengerjaan (Proyek-red) agar rampung sesuai target di akhir tahun, jajaran Pemerintah Kabupaten Tebo akan melakukan monitoring ke lapangan.

Hal ini disampaikan wakil Bupati Tebo Syahlan Arfan kepada Tribun Jumat (16/11/2017).

Dijelaskannya jika rencana turun ke lapangan masih dalam pembahasan untuk mencari waktu yang tepat.

"Dalam waktu dekat kita turun dan sekarang masih kita atur jadwalnya," ujar Syahlan.

Proyek yang akan dimonitoring merupakan semua yang utamanya vital dan bersumber dari DAK.

"Dengan adanya kita turun sebagai upaya mendorong pihak ketiga menyelesaikan sejumlah pekerjannya agar telat waktu sampai akhir tahun," ujar Wabup.

Pihaknya berharap semua pengerjaan tidak ada yang mengalami keterlambatan apalagi molor hingga awal tahun.

"Kita akan kejar dengan harapan jangan sampai ada keterlambatan intinya kita akan cek," ujar Syahlan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Tebo Hendri Nora menjelaskan jika saat ini sejumlah pengerjaan fisik sedang berlangsung dengan progres Sudah mencapai rerata 59 persen.

"Yang jelas wajib selesai saat akhir kontraknya," ujar Hendri.

Saat ini sejumlah pengerjaan terus dikebut terutama di Bina Marga dan untuk di Cipta Karya sebagian sudah rampung. (crew)

Dua Terduga Teroris Jaringan Pembakar Mapolres Dharmasraya Yang Tertangkap Di Bungo, Dibawa Ke Mabes Polri

Polisi Resort Bungo saat ekspos dua Terduga Teroris jaringan pembakaran Mapolres Dharmasraya. 
TEBOONLINE.COM - Densus 88 Mabes Polri Dan Polres Bungo berhasil mengamankan Jaringan Pelaku pembakaran polres Damasraya, Sumbar. Hal ini dikatakan oleh Kapolres Bungo AKBP Budiman Bostang Panjaitan, SI.K kepada awak media saat ekspos di mapolres bungo, jumat (17/11/2017).

"Benar ada dua orang pelaku jaringan mereka (Eka.red), mereka sudah dibawa langsung oleh densus 88 ke mabes untuk penyidikan lebih lanjut," kata Kapolres.

Kapolres bungo, AKBP Budi Bostang Panjaitan juga menjelaskan, Dua pelaku teroris yang diamankan yaitu, Suprapto als umar als hamzah (27) warga Dusun Sepunggur kec. Babeko dan Geovani Rafli als gio als abdulah (24) warga Muaro Bungo. Dari tangan kedua pelaku polisi mengamankan beberapa barang bukti berupa buku jihad, busur panah, 10 anak panah, golok dan lainnya.

"Mereka kedua pelaku merupakan jaringan teroris, memang target mereka awalnya polres bungo," jelasnya.

Saat ini lanjut Kapolres, jajarannya masih mengembangkan kasus jaringan teroris ini, berharap agar masyarakat bungo juga dapat lebih waspada terhadap orang - orang baru dilingkungannya jika merasa ada yang dicurigakan dapat koordinasi dengan perangkat RT dan Polisi terdekat, agar dapat dicegah sejak awal. (crew)

Anggaran Pembangunan Taman Tanggo Rajo 2018, Dipangkas

Taman Tanggo Rajo. 
TEBOONLINE.COM - Rasionaliasi anggaran yang dilakukan oleh pemerintah pusat berdampak pada berkurangnya porsi anggaran kegiatan yang dialokasikan dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

Pemkab Tebo melalui Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Tebo yang semula mendapatkan alokasi DAK sebesar Rp 3,2 Milyar di tahun 2018 untuk pembangunan sejumlah fasilitas di Taman Tanggo Rajo dipastikan akan berkurang dari jumlah awal.

Hal itu dikatakan Kadis Porapar, Mardiansyah ketikan dikonfirmasi sejumlah awak media Kamis (16/11). Dirinya mengatakan bahwa untuk Taman Tanggo Rajo Tebo, Pemkab Tebo hanya mendapatkan alokasi dari DAK sebesar Rp 1,26 Milyar.

"Ya, awalnya memang sebesar Rp 3,2 Milyar, tapi karena rasionaliasi anggaran dari pusat, jadi untuk Tanggo Rajo hanya tinggal Rp 1,26 Milyar," ujar Mardiansyah.

Dijelaskan Mardiansyah, pada awalnya Disporapar Tebo sudah merencanakan pembangunan sejumlah fasilitas Tanggo Rajo dengan anggaran Rp 3,2 M. Tapi karena ada perubahan, maka pihaknya akan melakukan pembahasan lagi soal kegiatan yang akan dilaksanakan di tanggo rajo nantinya.

"Sebelumnya kita berencana membangun fasiltas seperti menara pandang, pusat informasi, panggung seni dan pagar batas. Tapi dengan adanya perubahan anggaran itu kita akan rapatkan lagi kegiatan mana yang akan kita laksanakan," sebutnya.

Yang jelas kata Mardiansyah, Disporapar lebih fokus pada kegiatan yang sifatnya prioritas.(crew)

Polisi Sita Mesin Jacpot Milik Warga Sumay

Ilustrasi. 
TEBOONLINE.COM - Sat Reslrim Polres Tebo, Rabu (15/11) kemarin berhasil mengamankan satu unit mesin judi jenis dingdong atau jackpot milik Sangap Kaban bin S Kaban (38) warga RT 06 Desa Pemayungan Kecamatan Sumay. Mesin judi jackpot tersebut diamankan Sat Reskrim saat menggelar Ops Pekat Siginjai II dengan sasaran perjudian.

Kapolres Tebo AKBP Budi Racmat dikonfirmasi membenarkan adanya pengamanan mesin judi dingdong beserta pemiliknya. "Benar, pada Rabu sekitar pukul 15.30 WIB kemarin kita berhasil mengamankan satu unit mesin judi milik Sangap Kaban warga Desa Pemayung dalam giat Ops Pekat Siginjai II," ujar Kapolres.

Dijelaskan Kapolres, saat diamankan mesin tersebut tidak sedang beroperasi. Menurut keterangan pemilik mesin judi tersebut, sudah sejak tiga minggu terakhir rusak. Meski demikian lanjut Kapolres, pihaknya tetap melakukan penyitaan mesin jackpot tersebut berikut pemiliknya.

"Pelaku sendiri saat ini sudah kita amankan di Mapolres Tebo. Selain mengamankan barang bukti mesin jackpot dan pemiliknya, kita juga sudah memeriksa sejumlah saksi-saksi," jelasnya.

Untuk pemiliknya sendiri sambung Kapolres, sudah membuat surat pernyataan dan berjanji tidak akan melaksanakan praktek perjudian lagi. (crew)

Proyek Rehabilitasi Lapas Tebo Dipertanyakan

Proyek rehabilitasi Lapas Tebo. 
TEBOONLINE.COM - Proses lelang paket proyek Lapas Klas II B Muara Tebo, yang menggunakan dana APBNP bernilai +- Rp 6 Milyar, terindikasi ada kecurangan. Hal ini diungkapkan salah seorang rekanan kontraktor yang juga ikut dalam proses lelangnya berlangsung,

M.Rifai menduga ada kecurangan yang telah dilakukan pihak panitia lelang. Karena menurut M.Rifai ada persyaratan tender yang tidak sesuai dengan Permen PU No.09/PRT/M/2013, dan pada tanggal 9 September 2013 dia juga mengatakan telah melakukan penyanggahan.

"Proses lelang proyek Lapas Tebo ini saya rasa ada kecurangan yang telah dilakukan pihak panitia, karena ada persyaratan lelang yang jelas tidak sesuai dari aturan Permen PU No.09/PRT/M/2013," ungkap Rifai.

Menurutnya, ada kejanggalan yang sangat jelas ada kecurangannya, dimana proses klarifikasi berkas PT.Prima Mandiri selaku pemenang lelang tersebut, pada hari yang bukan jam kerja atau pada Sabtu yang nota bene adalah hari libur.

"Kejanggalan yang saya duga adalah pada proses klarifikasi berkas PT.Prima Mandiri yang jelas salah dilakukan pada hari yang bukan jam kantor, hari sabtu kan libur," kata Rifai.

Dalam proses lelang ini kuat dugaan ada proses KKN dan tindakan penuh permainan oleh pihak panitia lelang, dan Rifai berharap ada pantauan jelas dari pihak Kementerian Hukum dan HAM, serta harus mempunyai personil tenaga ahli dan Mandor.

"Diduga ada proses yang syarat KKN yang telah dilakukan, saya juga meminta ada pantauan dari pihak Kementerian Hukum dan HAM, agar bisa dilaksanakan pekerjaan yang baik, seperti yang pada saat kami ke lokasi juga tidak ada personil tenaga ahli dan mandor lapangan, karena pada saat perlelangan sudah jelas disebutkan General Super, ahli K3, site Maneger tidak ada dilokasi ini sudah salah," tutupnya.

‎Sementara, Kepala Lapas Klas IIB Muara Tebo Ahmad Hardi menjelaskan pada saat melihat langsung pekerjaan itu,  pekerjaan renovasi Lapas ini dianggarkan dari dana APBNP, untuk perenovasian dalam Lapas dan Blok yang ada didalam. Hardi juga menambahkan, sangat khawatirnya pekerjaan renovasi ini akan rampung pada Desember mandatang.

Pelaksanaan pembangunan rehab Lapas Klas IIB Muara Tebo ‎itu, menurut Hardi, keamanan untuk pekerja tidak sempat terpikirkan, karena sudah mengejar waktu. "Untuk pelaksanaan rehab saat ini pengerjaannya mengejar waktu, karena saya juga tidak yakin akan rampung pada 31 Desember ini (2017), ujar dia.

Untuk papan Informasi saat ini belum terpasang, namun akan dipasang pada waktu satu (1) atau dua (2) hari ini.

"Papan Informasi saat ini memang belum terpasang, namun sudah siap, dalam waktu satu (1) atau dua (2) hari ini akan kami pasang," jelas Hardi lagi. (dar)

Neo Mitra Usaha Bakal Gelar Grand Opening Mini Market

Owner Neo Mitra Usaha saat menggelar Gala Dinner. 

TEBOONLINE.COM - Koperasi  Neo Mitra Usaha direncanakan menggelar Grand Opening Mini Market Neo Mart di Desa Sukadamai Kecamatan  Rimbo  Ulu, Minimarket pertama ini nantinya diresmikan langsung  oleh Bupati Tebo H. Sukandar Pada Sabtu (18/11) mendatang.

Selain menggelar grand opening Neo Mart, Koperasi  Neo Mitra Usaha  juga mengadakan pengajian Akbar yang diisi oleh Ustadz Habib Anis Sholeh Ba'asin dari Pati Jateng, sekaligus juga memberi santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa serta bazar.

"Insyaallah Bupati Tebo H. Sukandar S.Kom akan hadir dalam Acara Grand Opening dan Pengajian Akbar nanti," ungkap Nurcholis Ketua Panpel.

Sekedar informasi, Koperasi NEO MITRA USAHA berdiri pada 20 April 2017 memiliki  10 Unit usaha seperti Bisnis  properti dan Asuransi namun fokus utama Fix Deposito simpanan Sukarela berjangka pada koperasi  Neo Mitra Usaha dibagian unit simpan pinjam. (crew)

Pra Peradilan Perdana Sarjono, Digelar Senin

Ir. Sarjono. 
TEBOONLINE.COM - Berkas gugatan praperadilan Sarjono Kepada Dinas Pertanian Kabupaten Tebo sudah masuk ke Pengadilan Negeri (PN) Tebo. 

PN Tebo pun telah menetapkan jadwal sidang yakni Senin depan (20/11/2017). Hal ini dikatakan oleh Andri Lesmana, SH, MH Hakim PN Tebo Kelas II.

"Senin depan sidang perdana praperadilan Sarjono," kata Andri dikonfirmasi diruang kantornya, Rabu (15/11/2017).

Untuk hakim sidang ini, lanjut Andri, langsung Kepala PN Tebo. Sedangkan pengacara atau kuasa hukum Sarjono sebanyak 3 orang dari Jambi. "Kalau dari Polres belum tau siapa, bisa saja dari Polda atau dari Polres," kata dia lagi.

Diketahui, PN Tebo telah menerima berkas gugatan praperadilan Sarjono pada Jumat (10/11/2017).

"Jumat kemarin berkasnya masuk, dan Senin (13/11/2017) penetapan hakim," ujar Andri dikonfirmasi diruang kantornya, Rabu (15/11/2017).

Dijelaskannya, untuk praperadilan ini hakimnya langsung Kepala PN Tebo,"Praperadilan ini harus hakim tunggal yang dipegang langsung oleh Ketua PN Tebo, "kata dia.

Saat disinggung terkait gugatan apa yang dilayangkan Sarjono, Andri mengatakan, "Gugatan terkait keberatan dia ditetapkan sebagai Tsk karena dianggap tidak sesuai prosedur," jelasnya.

Ditanya siapa kuasa hukum Sarjono, "Kuasa hukum Sarjono ada 3 orang dari Jambi. Kalo dari Polres belum tahu siapa, bisa saja dari Polda atau Kasat Reskrim Polres Tebo," tutupnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Sarjono Kepala Dinas Pertanian Tebo, Selasa (14/11/2017) dijadwalkan akan dilakukan pemeriksaan pertama sejak ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pada Pembangan Embung Sungai Abang di Kecamatan VII Koto Ilir Kebupaten Tebo sebilai Rp 1,6 Miliar.

Penyidik Unit Tipikor Polres Tebo akui bahwa Sarjano akan diperiksa pada hari ini. Namun pantuan di Polres Tebo,  Kadis Pertanian Tebo tersebut tidak hadir untuk memenuhi panggilan penyidik hingga pukul 12.00 Wib.

Terkait ketidak hadiran tersebut, Kadis Pertanian Tebo, Sarjono saat dikonfirmasi melalui telepon mengaku, dirinya masih berada di Jambi dan merasa penetapan dirinya sebagai tersangka sangat cepat.Pasalnya, dirinya baru satu kali pemeriksaan.

Untuk itu, dirinya akan mengambil langkah untuk ke Praperadilan. "Saya masih di Jambi, masa baru satu kali di panggil sudah ditetapkan sebagai tersangka,  jadi kita akan memgambil langkah Praperadilan" ujar Sarjono.

Diketahuai, sebelumnya Senin (16/5) dan Selasa (17/5) pihak Polres Tebo telah memanggil Kadis Pertanian Tebo, Ir Sarjono dan Pihak Rekanan yakni kuasa direktur CV Persada Antar Nusa, Faisal Utama untuk dimintai keterangan.

Sebelumnya juga Pihak Reskrim Polres Tebo juga telah memanggil Sekretaris Dinas Pertanian selaku Pejabat Penata Usaha Keuangan (PPUK), Zaidi, dan PPTK Pengadaan Kontruksi Embung Sungai Abang, Kembar Ninggolan.

Kasus dugaan korupsi pada Pengadaan Kontruksi Embung Sungai Abang senilai 1,6 miliar oleh Dinas Pertanian Tebo ini berawal dari laporan masyarakat tentang proyek yang dikerjakan asal jadi. Bahkan dari pantauan dilapangan proyek yang dikerjakan dari dana DAK senilai 1,6 miliar tersebut  diluar ekspektasi dan terlihat asal jadi dan disesalkan banyak pihak. (crew)