Pilkades Sumber Sari: Masandi Tanggapi Santai Adanya Black Campaigne Yang Menyerang Dirinya

MASANDI. 
TEBOONLINE.COM – Masandi, calon Petahana Pilkades Sumber Sari Kecamatan Rimbo Ulu Kabupaten Tebo yang terbilang kuat mendapatkan dukungan dari semua lapisan masyarakat. Dua periode ia menjabat sebagai Kades Sumber Sari, menunjukan kepada masyarakat bahwa ia mampu memimpin desa Sumber Sari dengan baik dan bijaksana.

Selaku Kades, Ia pun selalu memberikan kebijakan – kebijakan yang sifatnya pro rakyat demi pembangunan desa Sumber Sari dan realisasi pembangunan yang adil, merata dan terbuka pun tampak nyata serta memprioritaskan pelayanan Pemerintah kepada masyarakat sehingga ia disukai dan dikagumi oleh banyak kalangan.

Pada Pilkades yang bakal digelar mendatang ini, Masandi ini sudah berfikir dengan matang dan sudah melakukan pemetaan dukungan terhadap dirinya, sehingga ia berani maju kembali untuk menjadi salah satu bakal calon Kepala Desa Sumber Sari.

Meskipun ia sebagai calon Petahana yang dipandang masyarakatnya cukup kuat, namun Masandi pun tidak lantas menyombongkan diri. Ia tetap terus menggalang dukungan dari lapisan masyarakat.

Popularitas calon Petahana Masandi ini pun akhirnya banyak dikuatirkan oleh lawan – lawan politiknya, memang belum semuanya muncul tentang siapa nama – nama yang bakal mencalonkan diri sebagai calon Kades. Akan tetapi, ada beberapa nama yang santer dan disebut – sebut bakal maju, salah satunya ada yang sudah mulai memburuk – burukan nama calon Petahana Masandi.

Namun, Masandi menanggapi dengan santai dengan adanya calon lain yang memburuk – burukan namanya dihadapan masyarakat. Ia menganggap bahwa itu hal yang biasa dalam dunia perpolitikan Pilkades.

“Kalau Calon Petahana itu hal yang biasa kalau diserang dengan isu – isu yang miring, namun saya perlu meluruskan bahwa kalau ada calon lain atau tim suksesnya memburuk - burukan  calon yang lainnya lagi, itu fitnah dan itu namanya Black Campaign atau Kampanye hitam, itu tidak boleh,” sebut Masandi, calon Petahana desa Sumber Sari, Jumat (20/04/2018).

Masandi pun mengingatkan kepada penebar Black Campaign, isu yang dibuat yang memburuk – burukan namanya dapat merugikan dan merusak nama baiknya, ia pun berharap agar penebar Black Campaign tersebut secepatnya menghentikan aksinya itu.

“Mari kita sama – sama berkompetisi pada ajang Pilkades ini dengan Kampanye yang sehat dan beretika, jangan saling menjatuhkan dan jangan saling memojokan demi tercapainya Pilkades Sumber Sari yang aman dan tertib,” pungkas Masandi. (crew)


(BERITA BERGAMBAR): Sidang Paripurna, DPRD Tebo Setujui 3 Ranperda & Sampaikan Pandangan Akhir Fraksi Terhadap LKPJ Kinerja Bupati Tebo 2017

Pimpinan DPRD Kabupaten dan Wakil Bupati Tebo Syahlan Arfan menyanyikan lagu kebangsaan pada sidang Paripurna Istimewa pengesahan 3 Ranperda dan penyampaian pandangan akhir fraksi terhadap LKPJ kinerja Bupati Tebo tahun 2017. Poto//Teboonline.com. 
Anggota DPRD Kabupaten Tebo yang hadir. 
Para Kepala OPD dan pejabat Eselon Pemkab Tebo. 
Sebagai Jubir dari Fraksi DPRD, Wartono Triyan Kusuma menyampaikan pandangan akhir tentang LKPJ kinerja Bupati Tebo tahun 2017. 
Wakil Bupati Tebo Syahlan Arfan menyampaikan tanggapan terkait pandangan akhir fraksi DPRD. 
Unsur Forkompinda yang hadir. 
Penandatangan berita acara pengesahan 3 Ranperda dan LKPJ kinerja Bupati Tebo tahun 2017. 
Serah terima berita acara. 
TEBOONLINE.COM - DPRD Kabupaten Tebo, Kamis 19/04/2018) menggelar sidang Paripurna Istimewa dalam rangka pengesahan 3 Ranperda menjadi Perda dan penyampaian pandangan fraksi - fraksi terhadap pertanggungjawaban LKPJ kinerja Bupati Tebo tahun 2017.

Sidang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Tebo Agus Rubyanto, hadir pula Waka I Wartono Triyan Kusuma, Waka II Syamsurizal, Wakil Bupati Tebo Syahlan Arfan, Unsur Forkompinda, Sekda Tebo H.Abu Bakar, Kepala OPD dan para Camat.
Pada kesempatan itu, Wartono Triyan Kusuma sebagai juru bicara fraksi - fraksi di DPRD Kabupaten Tebo menyampaikan tentang pandangan akhir terhadap LKPJ Bupati Tebo Tahun 2017.

Yang pertama, Wartono menyampaikan pandangan fraksi Golkar yang menyetujui 3 Ranperda menjadi Perda dan merekomendasikan agar Pemerintah Daerah Kabupaten Tebo memperhatikan investasi yang ada di Kabupaten Tebo.

Selanjutnya fraksi PDIP, turut menyetujui 3 Perda baru tersebut dan memberikan kritikan kepada Pemkab Tebo agar menempatkan PNS yang tepat sesuai dengan disiplin ilmunya dan memberikan masukan kepada Bupati agar BKPSDM Tebo dapat membuat perencanaan tentang penerimaan CPNS tahun mendatang yang tepat waktu karena anggaran untuk penerimaan CPNS sudah dianggarkan.

Kemudian disusul partai Demokrat, Gerindra, PAN, Nasdem, PKS dan PKB yang secara keseluruhan menyetujui pengesahan 3 Ranperda menjadi Perda dan secara keseluruhan fraksi - fraksi memberikan catatan khusus dan rekomendasi kepada OPD.

Sementara, 3 Ranperda tersebut diantaranya Perda tentang Retribusi perizinan tertentu, Perda Kades dan Perda tentang penyertaan modal kepada Bank Jambi. Terkait pandangan akhir fraksi DPRD Kabupaten Tebo, mewakili Bupati Tebo yang disampaikan oleh Wakil Bupati Tebo Syahlan Arfan mengucapkan terima kasih kepada DPRD yang sudah membahas Ranperda ini.

Untuk itu kami atas nama Pemda Tebo menyambut baik dan menyetujui Ranperda menjadi Perda Retribusi dan dapat dilaksanakan sesuai dengan undang - undang.

"Terima kasih atas rekomendasi, kami sangat menghargai atas rekomendasi yang disampaikan oleh DPRD karena rekomendasi ini demi untuk meningkatkan kinerja pemerintah. Kami menyadari proses pembangunan tidak mungkin akan berjalan sampai maksimal dan tidak dapat memenuhi semua kebutuhan masyarakat tapi sebagai insan tentunya hanya dapat berusaha. Semua rekomendasi Insya Allah akan secepatnya dilakukan," pungkas Syahlan.

Sementara, Ketua DPRD Kabupaten Tebo Agus Rubyanto yang mengetuai sidang tersebut sebelum ketuk Palu pengesahan 3 Ranperda tersebut bertanya kepada seluruh anggota DPRD Kabupaten Tebo yang hadir dan disaksikan para undangan. Disetujui atau tidak, secara serentak seluruh anggota DPRD Kabupaten Tebo mnejawab setuju. (crew)

Tokoh Masyarakat Desa Sumber Sari Sebut Masandi Patut Dipilih Kembali Jadi Kades

MASANDI.
Calon Petahana Kades Sumber Sari. 
TEBOONLINE.COM – Tak lama lagi, Pemilihan Kepala Desa Sumber Sari Kecamatan Rimbo Ulu Kabupaten Tebo akan digelar. Beberapa nama calon kandidat yang akan maju pun mulai bermunculan. Tak terkecuali Masandi yang nota bene adalah calon Petahana.

Masandi tercatat dua periode sudah menjadi orang nomor satu atau mengepalai Pemerintahan desa Sumber Sari, pada momen Pilkades serentak yang bakal diikuti oleh sejumlah desa yang ada di Kabupaten Tebo ini, ia pun didorong oleh para tokoh - tokoh masyarakat, agama dan pemuda untuk turut ambil posisi menjadi salah satu calon kandidat.

Berangkat dari situlah, hatinya pun terpanggil untuk kembali mencalonkan diri dan karena dorongan – dorongan dari masyarakat itu, ia jadikan sebagai modal dasar yang besar yang belum tentu dimiliki oleh calon kandidat lain.

Banyaknya dukungan dan dorongan dari masyarakat kepada Masandi, bukan tidak ada alasannya. Menjadi seorang Kepala Desa sampai dua periode, adalah salah satu bukti nyata bahwa Masandi benar – benar bekerja melayani masyarakatnya, Pemerintahan desa yang transparan sehingga disukai oleh masyarakatnya dan menjadi bukti nyata bahwa Masandi memiliki jiwa dan karakter seorang pemimpin yang berdedikasi tinggi.

Banyaknya ide dan gagasan yang dibuat oleh Masandi ketika menjadi seorang Kades, menjadikan desa Sumber Sari menjadi sebuah desa yang berkembang dengan pesat. Pasalnya, setiap kebijakan yang diambilnya selalu pro rakyat dan menyentuh rakyat serta selalu mengedepankan kepentingan umum demi tercapainya sebuah cita – cita yang menjadikan desa Sumber Sari menjadi desa mandiri yang maju dan berkembang.

“Masandi sudah berpengalaman dalam bidang Pemerintahan desa karena Masandi ini sudah dua periode menjadi Kades, selama dua periode itu pula, selain pesatnya pembangunan infrastruktur yang dibuatnya, desa Sumber Sari menjadi lebih aman dan nyaman,” sebut Mardan, salah satu tokoh agama desa Sumber Sari mengungkapkan pada Teboonline.com terkait penilaiannya terhadap calon Petahana Masandi, Rabu (18/04/2018).

Syarat dan kriteria untuk menjadi seorang pemimpin desa itu semua sudah dimiliki Masandi lanjut Mardan, jadi Masandi ini patut untuk dipilih kembali menjadi Kades Sumber Sari.

Hal senada pun disampaikan Jumani, salah satu tokoh masyarakat desa Sumber Sari. Ia menghimbau kepada seluruh masyarakat desa Sumber Sari agar mendukung Masandi untuk menjadi Kades tiga periode.

“Jangan menyesal kalau tidak mendukung Masandi unutk jadi Kades tiga periode, kita dukung yang sudah ada bukti, jangan mendukung yang baru mau menebar janji,” sebut Jumani. (crew)
  

Kontraktor Proyek Pelebaran Jalan Lintas Tebo-Bungo, Rusak Pohon Penghijauan

Pohon Penghijauan Mahoni tampak tergeletak di tanah setelah dirusak oleh Eksapator milik kontraktor Proyek Pelebaran Jalan Lintas Tebo - Bungo. 
Eksapator yang digunakan untuk pembersihan Pelebaran jalan, akibatnya pohon Mahoni banyak yang rusak. 
TEBOONLINE.COM - Pohon Mahoni yang ditanam dipinggir jalan Raya oleh Dinas Kehutanan Kabupaten Tebo pada tahun 2013 lalu untuk tanaman Penghijauan yang menghabiskan dana APBD Tebo sebesar Rp1,2 Milyar, kini dirusak oleh kontraktor pekerja proyek Pelebaran Jalan lintas Tebo-Bungo yakni Pal 6 arah Pal 12 Muara Tebo.

Pantauan Teboonline.com dilapangan menyebutkan, dilokasi tersebut saat ini tampak ada satu unit alat berat jenis Eksavator sedang melakukan pekerjaan pembersihan Pelebaran jalan. Pelebaran jalan sebenarnya sudah dilakukan beberapa tahun yang lalu, namun baru sebatas penyekrapan pada kiri kanan jalan raya dan tahun ini kembali dikerjakan.

Jalan yang disekrap tersebut kemudian ditanami pohon Mahoni sebagai pohon Penghijauan, pohon tersebut pun tak luput pula dari pembersihan. Tampak pada kanan kiri jalan, pohon Mahoni yang baru sebesar kaki orang dewasa tersebut tumbang dan tergeletak ditanah.

Hal itu pun dibenarkan oleh Iwan Sahri, warga yang kebetulan melihat langsung aksi pembersihan tersebut. "Ya benar pohon Mahoni ini ikut dibersihkan sama Eksapator pekerja proyek Pelebaran jalan lintas Tebo-Bungo," sebut Iwan pada Teboonline.com, Rabu (18/04/2018).

Namun, ia sangat menyayangkan kalau pihak kontraktor merusak pohon Penghijauan tersebut karena untuk penanaman pohon Penghijauan tersebut, menghabiskan dana Pemerintah sampai Milyaran rupiah.

Ia pun berharap kepada pihak terkait untuk secepatnya menegur kontraktor tersebut, kalau tidak ditegur dikuatirkan nanti pohon Penghijauan semuanya ikut dirusak. (crew)

Pelaku Pembunuh IRT Di Lubuk Mandarsah Tertangkap: Dibantu Selingkuhannya, Suami Korban Jadi Dalang Pembunuhan

Polisi berhasil menangkap tersangka perampokan dan pembunuhan Sujiati, warga desa Lubuk Mandarsah. 
TEBOONLINE.COM - Masih ingat dengan kejadian perampokan dan pembunuhan dengan korban Sujiati seorang Ibu Rumah Tangga warga dusun Malako desa Lubuk Mandarsah Kecamatan Tengah Ilir Kabupaten Tebo pada Kamis lalu (12/04/2018).

Perjalanan panjang untuk mengungkapnya, akhirnya berbuah manis setelah  Polres Tebo berhasil menangkap para pelaku pembunuh IRT bernama Sujiati (37) ini dimana IRT ini dihabisi nyawanya dengan cara ditembak pada bagian kepala dan dada yang pada saat itu korban hanya bersama anaknya dirumah. Sedangkan Suaminya korban yakni Sujari tengah menghadiri pesta pernikahan di desa tetangga.

Pelaku yang diketahui berjumlah 4 orang ini berhasil ditangkap oleh Polisi dilokasi berbeda, salah satunya adalah seorang wanita. Dua orang pelaku ditangkap di rumahnya masing-masing, sedangkan dua pelaku lagi ditangkap di Mandiangin, Kabupaten Sarolangun, Jambi.

Terkait penangkapan para pelaku ini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian. Pasalnya, anggota tengah membawa dua orang pelaku yang di tangkap di Mandiangin.
Namun, dari empat pembunuh Sujiati (37), dua di antaranya rupanya suami korban Sujari dan selingkuhan suami korban. Sujari, suami korban adalah aktor utama pembunuhan ini.

Menurut informasi yang berhasil didapat Teboonline.com dilapangan menyebutkan bahwa keempat orang diduga pelaku tersebut diamankan oleh Satreskrim Polres Tebo di tempat berbeda. Sujari ditahan di Polsek Tengah Ilir. Dia mengaku berselingkuh dengan RH.  (crew)

Alamaaak...... PT Harits Putra Sejati Bakal Diblakclist, Ada Apa?

TEBOONLINE.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tebo mengusulkan PT. Harits Putra Sejati masuk dalam daftar hitam. Pasalnya, Dinas PUPR sudah mempersiapkan kelengkapan dokumen administrasi syarat pemblacklisan perusahaan tersebut.

Sebabnya, perusahaan ini tidak mampu menyelesaikan kontrak pekerjaan proyek Paket 7 dari APBD kabupaten Tebo tahun 2017, yakni pekerjaan pembangunan jalan pedesaan senilai Rp 5,7 milyar di Kecamatan Muara Tabir, Tebo.

Dinas PUPR bersama APIP sudah memastikan memblacklist rekanan yang melakukan Wan prestasi terhadap adendum perpanjangan kontrak kerja yang disampaikannya ke dinas PUPR Tebo.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Tebo, Sobirin menyatakan rekanan pelaksana kegiatan proyek paket 7 pembangunan jalan pedesaan di Muara Tabir, positif diblacklist.

Menurut dia, sesuai dengan pemeriksaan APIP Kabupaten Tebo sudah layak untuk dilanjutkan ke LKPP Jakarta.

“Suratnya untuk ke LKPP sudah diteken, besok sudah dikirimkan. Dalam beberapa hari kedepan sudah bisa dilihat diwebsitenya," ungkap Sobirin di kantor Dinas PUPR Kabupaten Tebo, Selasa (17/4/2018).

Dikatakannya, menyangkut denda kita akan terus menagihnya dengan pihak rekanan hingga selesai. Selain itu, kita masih menunggu perhitungan dari audit badan pemeriksa keuangan (BPK) jumlah temuan terhadap pekerjaan perusahaan tersebut.

Sebelumnya, Inspektur kabupaten Tebo, Drs. Teguh Arhandi (APIP) menyatakan bahwa PT. Harits Putra Sejati tidak menjalankan pekerjaan sesuai time skedul. Menurutnya, hasil kroscek kelapangan memang ada kekurangan volume.

"Kami memang sudah turun kewenangan blaklist jadi kewenangan OPD masing - masing. Namun, kami ( APIP) sudah meneliti hasil pekerjaan itu dan sudah memberikan saran pendapat, memang ada kekurangan volume dalam pekerjaan," kata Inspektur,  Teguh Arhadi.

“Pertimbangannya setiap pekerjaannya harus sesuai teknis, dan mengikuti aturan-aturan yang berlaku,” tutup dia. (tim)

PT LAJ Bakal Bina Masyarakat Yang Kuasai Lahan Dibawah 10 Hektar, Widyarsono: Lahan yang terlantar akan diambil alih oleh perusahaan

Baju kemeja biru General Manajer PT LAJ Widyarsono saat mengikuti FGD di Mapolres Tebo.  

TEBOONLINE.COM - General Manajer PT Lestari Asri Jaya (LAJ) Widyarsono disela - sela mengikuti acara Focus Group Discussion (FGD) yang digelar oleh Polres Tebo, Senin (16/04/2018) di Mapolres Tebo mengatakan bahwa digelarnya FGD ini berkat inisiatif Kapolres Tebo AKBP Budi Racmat.

Widyarsono juga menyatakan bahwa FGD ini sendiri digelar dalam kaitannya untuk menekan konflik antara masyarakat dengan perusahaan dan yang kedua memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang status daripada konsesi PT LAJ yang nota bene adalah kawasan Hutan Produksi (HP) dimana seharusnya tidak boleh ada aktifitas tanpa izin dari Pemerintah dalam hal ini Menteri Kehutanan.

Namun demikian, PT LAJ ini tidak menutup mata terhadap lahan - lahan yang memang betul - betul diusahakan oleh masyarakat untuk kehidupan mereka dan dikelola dengan baik dengan luasan maksimal 10 hektar, maka hal itu akan dilakukan pembinaan.

"Bagi masyarakat yang mengelola lahan maksimal 10 Hektar, itu akan kita lakukan pembinaan. Begitu juga bagi masyarakat yang menguasai lahan tapi ditelantarkan dan juga penguasaan - penguasaan lahan dalam skala yang dia itu ilegal, maka saya himbau kepada mereka untuk segera mengembalikan kepada perusahaan, jika tidak maka perusahaan akan melakukan upaya - upaya hukum," tegas Widiarsono.

Karena lanjutnya, langkah yang diambil PT LAJ ini memiliki landasan yang jelas sesuai UU Kehutanan nomor 41 tahun 1999 dan Peraturan Menhut dan lingkungan Hidup nomor 12 tahun 2015 dan disamping itu sesuai dengan RK PT LAJ maupun PT Wanamukti Wisesa.

Terkait pembinaan kepada masyarakat yang menguasai lahan maksimal 10 Hektar didalam wilayah konsesi, Widyarsono menjelaskan bahwa format pembinaan sedang dipersiapkan dengan tepat. Yang jelas, mereka tidak akan digusur.

Widyarsono sendiri menjelaskan bahwa pihak perusahaan yang ia pimpin ini sudah melakukan pemetaan dan inventarisasi terkait lahan yang masuk dalam konsesi PT LAJ yang dimelola oleh masyarakat dan telah melakukan sosialisasi secara simultan ke seluruh desa dan lahan - lahan yang terlantar akan diambil alih.

Terakhir Widyarsono mengungkapkan bahwa dari wilayah konsesi PT LAJ seluas 71.000 hektar, yang dikuasai masyarakat ada seluas 40 ribu hektar sendiri. Dan dari lahan 40 ribu hektar itu, 14 ribu hektar diantaranya posisi lahannya terlantar, semak belukar dan tidak dimanfaatkan. (crew)

Bersama PT LAJ & Wanamukti Wisesa, Polres Tebo Gelar FGD Dengan Ormas, Toda, LSM & Media

TEBOONLINE.COM - Untuk yang pertama kalinya, Polres Tebo menggelar Focus Group Discussion dengan mengundang pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Tebo, LSM, Ormas, Tomas, Toda, Media dengan PT Lestari Asri Jaya (LAJ) dan PT Wanamukti Wisesa di aula Bhayangkara Mapolres Tebo, Senin (16/04/2018).

FGD ini dihadiri oleh Wakapolres Tebo Kompol Yuda Pranata, Kabag Binmas Polres Tebo, para Kapolsek dijajaran Polres Tebo, Kepala kantor Kesbangpolinmas Kabupaten Tebo Eryanto, para Kades dan Camat, Lembaga Adat, perwakilan dari Dinas Kehutanan Provinsi Jambi dan General Manajer PT LAJ Widyarsono serta General Manajer PT Wanamukti Wisesa, Kusworo.

FGD ini sendiri secara umum digelar dalam rangka mendiskusikan tentang menciptakan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat di Kabupaten Tebo serta berdiskusi dengan seluruh unsur yang ada tentang antisipasi terjadinya konflik antara masyarakat dengan PT LAJ.

"Disamping berdiskusi tentang Kamtibmas, forum FGD ini sebagai saran diskusi antara pihak perusahaan, masyarakat dan Pemda itu sendiri dalam menyikapi dan menyelesaikan permasalahan lahan yang terjadi di wilayah Kabupaten Tebo dan mencari jalan keluar yang terbaik dan mencari solusi dari apa yang menjadi permasalahan," ujar Wakapolres Tebo Yuda Pranata dikonfirmasi Teboonline.com usai FGD.

Pantauan Teboonline.com dalam FGD tersebut, beberapa Kades dan anggota LSM memberikan pertanyaan, masukan dan saran serta kritik kepada PT LAJ terkait permasalahan lahan dan program CSR.

Widyarsono selaku General Manajer PT LAJ pun dengan gamblang dan lugas menanggapinya dan akhirnya diskusi yang kompak dan penuh keakraban di FGD ini pun berakhir hingga pukul 14.00 WIB yang dimulai dari pukul 09.00 Wib. (crew)