3 Orang Meninggal Diduga Jadi Korban Polusi Asap PKS PTPN VI Rimbo Bujang

Berwarna hitam pekat dan bau busuk, tampak Asap dari PKS PTPN VI Rimbo Bujang Unit Usaha Kebun Rimbo Dua. Polusi udara tersebut mengancam keselamatan warga. 
Warga Saat melihat sumur yang tercemar akibat limbah PKS PTPN VI Rimbo Bujang. 
TEBOONLINE.COM - Sungguh tragis, derita yang bertahun - tahun dirasakan oleh warga dua desa di Kecamatan Rimbo Bujang yang bermukim disekitar Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik PTPN VI Rimbo Bujang Unit Usaha Kebun Rimbo Dua. Pasalnya, keberadaan PKS milik BUMN tersebut mencemari lingkungan sekitar.

Pemukiman masyarakat yang paling dekat radiusnya atau berdampingan langsung dengan PKS adalah warga jalan Randu II desa Tirta Kencana dan warga jalan Camar desa Sapta Mulia. Mereka sepertinya sudah pasrah dengan kondisi lingkungan tempat tinggalnya yang tercemar akibat limbah pabrik yang mengolah buah sawit hasil kebun milik PTPN VI Rimbo Bujang tersebut.

Pasalnya, warga setempat sudah berulang kali mengadu ke pihak manajemen PTPN VI Rimbo Bujang maupun ke Pemerintah. Namun, tindak lanjutnya tidak ada sama sekali. Mereka seperti sudah tidak punya harapan lagi untuk hidup dengan lingkungan yang sehat dan bersih dari pencemaran.

Suwandi, Ketua RT 32 jalan Camar desa Sapta Mulia pada TEBOONLINE.COM mengungkapkan bahwa udara dimana ia bertempat tinggal sudah tidak sehat lagi karena terkena polusi udara yang berasal dari PKS PTPN VI Rimbo Bujang Unit Usaha Kebun Rimbo Dua dan sangat mengancam keselamatan warga.

Hal yang lebih mengejutkan lagi diungkapkan oleh Suwandi, sudah ada korban 3 orang warga jalan Camar yang meninggal dunia diduga akibat penyakit sesak nafas karena menghirup udara yang tercemar oleh asap PKS PTPN VI Rimbo Bujang yang berwarna hitam pekat dan bau busuk tersebut.

"Ya memang kalau meninggal dunia itu urusan takdir, tapi 3 Orang warga jalan Camar ini meninggal karena sesak nafas karena udara disini (Di jalan Camar_red) kena asap Pabrik (PKS). Asapnya hitam - hitam besar kalau dilihat, bagaimana kalau dihirup pakai hidung, kan bisa sesak nafas," ujar RT Suwandi ini, Kamis lalu (14/9).

Suwandi menambahkan, saat 3 Orang warga yang meninggal itu masih mengalami sakit, kalau dibawa jauh dari rumahnya yang dekat PKS ini, sesak nafasnya sembuh. Tapi kalau dibawa pulang lagi ke rumah, sesak nafasnya kambuh lagi. Karena rumahnya hanya ada didekat PKS ini mau tak mau tetap tinggal di rumah.

Sementara itu, warga lainnya yakni Herman mengaku bahwa Sumurnya sebagai tempat sumber air bersih terasa asam rasanya karena tercemar air limbah PKS seperti sumur milik warga lainnya. Rumahnya ini hanya berjarak kurang lebih sekitar 200 meter dari Kolam penampungan Limbah PKS yang hanya dibatasi oleh pagar dan jalan umum.

"Air sumur saya tidak bisa dikomsumsi karena rasanya asam, terpaksa saya beli air bersih untuk keperluan masak, air sumur cuma untuk mandi walaupun pertama dulu dipakai untuk mandi badan jadi gatal," aku Herman mantan Ketua RT ini.

Ia pun begitu banyak berharap Kepada pihak Pemerintah agar secepatnya mencarikan solusi agar warga bebas dari pencemaran limbah PKS PTPN VI Rimbo Bujang. Karwna, tidak hanya warga jalan Randu II dan warga jalan Camar, warga diluar itupun terkena juga dampaknya dan jangan sampai ada lagi korban berikutnya.

Untuk perimbangan berita ini, Manajer PTPN VI Rimbo Bujang Unit Usaha Kebun Rimbo Dua saat akan dikonfirmasi tidak berada ditempat. Menurut salah seorang stafnya, sang Manajer sedang berada di Jambi. (crew)

Ini Dia Dugaan Kasusnya Mengapa Kepala Lapas Tebo Ditahan Kejari Pasaman Barat

Kalapas Tebo Rizal Permana Z. 
TEBOONLINE.COM - Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Tebo Rizal Permana Z ditahan oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Pasaman Barat atas dugaan tindak pidana korupsi tahun anggaran 2013.

Kasus ini berkaitan dengan kejadian pada tahun 2013 saat dia menjabat Kalapas Terbuka Kelas II B Pasaman Barat. Rizal ditahan bersama dua tersangka lagi adalah, Yunaidi, pejabat penandatangan SPM dan Deni Adri, dan ASN Lapas Terbuka Kelas II B.

Pasca penahanan Rizal ini, Kakanwil Kemenkumham Jambi bergerak cepat dengan melakukan penunjukan Plt di Lapas Tebo, yakni Tomi. Penunjukan Tomi ini diiringi dengan kedatangan Kakanwil Kemenkumham Jambi Bambang Palasara ke Lapas Tebo, Kamis (14/9).

Dijelaskan Bambang jika kursi Kalapas tidak boleh mengalami kekosongan sehingga harus diisi dengan seorang Plt.

"Sementara untuk Kalapas sebelumnya kita usulkan pemberhentian sementara sembari menunggu proses hukumnya," ujar Bambang.

Dijelaskannya jika keberadaan Plt juga sebagai upaya menyelesaikan APBN-P yang diharapkan rampung pada akhir tahun.

"Tadi juga disampaikan kepada jajaran lapas agar mengikuti instruksi dari Plt selama masih dalam jalurnya dan agar tetap menjaga agar suasana kondusif," jelasnya. (crew)
.

Diduga Dodi Hendak Perkosa Teman Perempuannya Sebelum Ditemukan tewas Membusuk Didalam Sumur

TEBOONLINE.COM - Terungkap sudah misteri apa penyebab Dodi Lubis Karyawan Taruna Motor yang ditemukan telah tewas membusuk sekitar pukul 07.00 wib Kamis pagi (13/9) didalam sumur dekat TPU jalan RA Kartini Kelurahan Wirotho Agung Kecamatan Rimbo Bujang.

Diungkapkan oleh Kapolsek Rimbo Bujang AKP Sarehat pada TEBOONLINE.COM, berdasarkan keterangan warga setempat dan orang terdekat Dodi ini, pada Sabtu malam minggu (9/9) kemarin atau sekitar 5 hari yang lalu dari ditemukannya jasad Dodi Lubis yang berusia 25 tahun ini, diduga Dodi hendak memerkosa teman perempuannya.

"Malam minggu kemarin Dodi ini sama teman perempuannya pakai sepeda motor jalan - jalan arah ke ujung jalan 8, tiba - tiba ditengah jalan Dodi menghentikan kendaraannya dan diduga langsung hendak memerkosa teman perempuannya itu," ujar Kapolsek.

Pada saat itu juga, teman perempuannya itu langsung teriak dan minta tolong Kepada warga setempat dan langsung saja warga yang mendengar teriakan minta tolong tersebut langsung mendekati ke arah sumber suara teriakan.

Melihat banyak warga yang datang, Dodi Lubis langsung kabur ke arah TPU jalan RA Kartini meninggalkan sepeda motornya dan teman perempuannya. Warga pun mengejar Dodi, namun warga kehilangan jejak Dodi. Karena tak mendapatkan Dodi, warga pun pulang dan sepeda motor milik Dodi dibawa pulang oleh teman perempuannya tersebut.

Itulah kronologis sebelum Dodi Lubis ditemukan telah tewas membusuk didalam Sumur. Dari kejadian malam minggu tersebut, ada selisih waktu 5 hari dari ditemukannya mayat tersebut. Untuk sementara, belum dapat diketahui mayat tersebut akan dimakamkan dimana. Saat ini, Mayat Dodi dibawa ke RSUD STS Tebo.  (crew)

Ternyata, Mayat Yang Ditemukan Didalam Sumur Adalah Karyawan Taruna Motor

Jasas mayat sedang diidentifikasi Polisi
TEBOONLINE.COM - Sosok mayat yang ditemukan oleh warga dalam keadaan membusuk didalam Sumur dekat TPU jalan RA Kartini Kelurahan Wirotho Agung Kecamatan Rimbo Bujang, ternyata adalah karyawan Taruna Motor yang berkantor di jalan KH Ahmad Dahlan kelurahan Wirotho Agung. 

Menurut Kapolsek Rimbo Bujang AKP Sarehat pada TEBOONLINE.COM mengatakan bahwa karyawan Taruna Motor yang bergerak dalam bidang jual beli motor dan pinjaman tersebut bernama Dodi lubis. 

"Kondisi mayat sudah membusuk saat ditemukan oleh warga, kurang lebih sudah sekitar 5 hari," ujar Kapolsek. 

Saat ini, jasad mayat tersebut sedang dibawa ke RSUD STS Tebo dan sambil menunggu pihak keluarganya. Sebab lanjut Kapolsek, Dodi ini merupakan warga asal Medan yang bekerja di Taruna Motor.  (crew) 

Heboh... Ada Penemuan Mayat Didalam Sumur Dekat Kuburan Di Rimbo Bujang

Sosok mayat yang telah membusuk ditemukan didalam sumur dekat kuburan jalan 8 Wirotho Agung. 
TEBOONLINE.COM - Kamis pagi ini (14/9) warga Kecamatan Rimbo Bujang digegerkan dengan adanya penemuan sosok mayat yang telah membusuk didalam sumur dekat kuburan atau Tempat Pemakaman Umum (TPU) jalan RA Kartini Kelurahan Wirotho Agung.

Kapolsek Rimbo Bujang AKP Sarehat saat dikonfirmasi TEBOONLINE.COM membenarkan kejadian tersebut. Menurut Kapolsek, saat ini mayat tersebut sedang dievakuasi dari dalam sumur.

Proses evakuasi tersebut menurut Kapolsek, harus dilakukan dengan hati -  hati karena untuk mengambil jenazah dari dalam sumur dengan menggunakan tali, sementara jasad tersebut sudah mulai membusuk sehingga jasad tersebut mudah rusak.

"Jasadnya sedang kita evakuasi dari dalam sumur," ujar Kapolsek saat si TKP.

Untuk identifikasi lanjut Kapolsek, bisa dilakukan nanti setelah jasad tersebut diambil dari dalam sumur. Pantauan TEBOONLINE.COM, penemuan mayat yang diketahui berciri -  ciri kelamin laki - laki ini, cukup menyedot perhatian warga setempat. (crew)

Dewan Desak Dinas LH Tebo Tindak Tegas PKS PTPN VI Rimbo Bujang, Tono: Dinas LH Jangan Lepas Tangan Begitu Saja

TEBOONLINE.COM - Persoalan limbah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik PTPN VI Rimbo Bujang Unit Rimbo Dua yang menahun, tampaknya tak pernah selesai. Malahan, persoalan yang bergesekan langsung dengan masyarakat ini kian meruncing dan mengancam keselamatan warga sekitar PKS. Upaya pihak manajemen PKS sendiri pun seperti tak pernah ambil peduli. 

­­­
Padahal, warga sekitar sudah berulang kali melaporkan adanya limbah PKS yang mencemari lingkungan kepada pihak manajemen PKS milik BUMN tersebut. Lebih mirisnya lagi, pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Tebo dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup, juga tutup mata dan terkesan enggan untuk menindak lanjuti atas persoalan limbah PKS tersebut.

Padahal, warga setempat sangat berharap kepada pihak Pemerintah untuk dapat menengahi dan mencari solusi agar warga tidak mengeluh dan lingkungan pun tidak lagi tercemar.

Mendengar persoalan limbah PKS yang dikeluhkan oleh warga dua desa yakni warga desa Tirta Kencana dan desa Pematang Sapat, DPRD Kabupaten Tebo pun akhirnya angkat bicara.

Melalui Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Tebo Wartono Triyan Kusuma, Dewan mendesak kepada Pemkab Tebo dalam hal ini adalah Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Tebo harus segera bersikap terkait hal tersebut. Wartono menegaskan bahwa warga harus dilindungi dari pencemaran yang ditimbulkan oleh Pabrik Kelapa Sawit milik PTPN VI Rimbo Bujang.

“Segera panggil pihak Manajemen PKS PTPN VI Rimbo Bujang dan tanyakan kenapa penanganan limbah dan polusi akibat dari asap pabrik kok sampai mencemari lingkungan sekitar. Kehadiran perusahaan harus bisa memberi dampak positif bagi warga sekitar pada khususnya. Bukan malah sebaliknya. Dinas LH Tebo jangan lepas tangan begitu saja. Selaku usernya Pemerintah, LH harus mengambil inisiatif untuk menangani masalah yang sangat fital terhadap kesehatan masyarakat,” tegas Wartono pada Teboonline.com, Rabu (13/9).

Wartono juga mengulas terjadinya bocornya tanggul kolam limbah milik PKS PTPN VI Rimbo Bujang yang sering terjadi. Jebolnya tanggul kolam limbah tidak hanya sekali ini terjadi, tapi berulang kali terjadi. Untuk itu, Pemkab harus tegas menindak pabrik semacam itu.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, warga jalan Randu II desa Tirta Kencana dan warga jalan Camar desa Pematang Sapat mengeluh akibat sumber air bersih mereka seperti sumur dan sungai tercemar air limbah PKS PTPN VI Rimbo Bujang.

Tidak hanya itu saja, udara juga turut tercemar akibat polusi yang ditimbulkan oleh asap berwarna hitam pekat dan bau yang menyegat dari PKS tersebut sehingga warga setempat terserang Penyakit sesak Nafas dan rumah – rumah warga pada bagian lantai pun kotor akibat kepulan asap hitam tersebut. (crew)  

Jalan Kota Muara Tebo Hantui Pengendara Jalan

TEBOONLINE.COM - Meskipun sudah dilakukan pemeliharaan terhadap jalan dua jalur kota Muara Tebo, namun kondisi jalan tersebut masih saja mengalami kerusakan disepanjang jalan. Seperti terdapat belasan lubang - lubang yang menganga dibadan jalan.

Kondisi itu tentunya menghantui para pengendara jalan yang melintas, pasalnya, lubang tersebut dapat mengancam nyawa pengendara sewaktu - waktu dan bahkan tidak hanya sekali saja, jalan tersebut sudah pernah merenggut nyawa pengendara.

Hal itu seperti yang diungkapkan salah satu warga pengguna jalan yang mengaku bernama Bujang mengatakan bahwa kondisi jalan Kota Muara Tebo kini kian rusak dan memprihatinkan, diantaranya dengan banyaknya lobang yang menjamur di badan jalan.

"Semakin hari lubangnya semakin banyak, tampaknya tidak ada upaya untuk menambahnya dari pemerintah," ujar pria saat diwawancarai TEBOONLINE.COM didepan Lapangan Garuda Muara Tebo.

Senada dikatakan warga lainnya bahwa kondisi jalan tersebut apabila dibiarkan akan membahayakan pengguna jalan, terutama saat pagi maupun siang hari banyak siswa dan pelajar yang lalu lalang.

"Pagi dengan siang rame jalan ini, paling banyak pelajar, kalau udah begitu susah mau lewat karena banyak lobang," bebernya.

Sementara itu,  pantauan TEBOONLINE.COM dilapangan, lobang terlihat mulai dari depan Kantor Polsek Tebo Tengah Hingga sampai ke Simpang Lima Muara Tebo, ironisnya lobang di badan jalan Kota Tebo ini juga digenangi air, sehingga kerap tidak terlihat. (crew)

Kadis LH Tebo Milih Bungkam Terkait Limbah PKS PTPN VI Rimbo Bujang Cemari Lingkungan

TEBOONLINE.COM - Persoalan limbah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PTP Nusantara VI Unit Rimbo Dua yang diduga telah mencemari lingkungan sekitar, sepertinya tidak menemukan solusi dari Pemkab Tebo.

Pasalnya, Eko Putra Kepada Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Tebo, saat dikonfirmasi terkait aktivitas perusahaan yang telah mengancam kesehatan warga dua desa di Kecamatan Rimbo Bujang ini, memilih diam.

"Jangan tanya soal limbah PTPN VI ya," kata Eko sambil meninggalkan wartawan yang mengkonfirmasi di kantornya, Rabu (13/9/2017).

Saat awak media kembali mencoba menanyakan tindakan Dinas LH terkait limbah PKS PTP Nusantara VI Unit Rimbo Dua yang telah mencemari lingkungan sekitar, Eko tetap bungkam dan terus berjalan meninggalkan wartawan.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, warga dua desa di Kecamatan Rimbo Bujang yakni desa Tirta Kencana dan desa Sapta Mulia, mengeluh atas ulah pihak manajemen Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PTP Nusantara VI Unit Rimbo Dua.

Pasalnya, PKS selama ini terkesan membiarkan limbah air dan limbah asap PKS yang mencemari lingkungan sekitar.

Hal itu sangat dirasakan oleh warga yang tinggal disekitar PKS seperti warga jalan Randu II desa Tirta Kencana dan warga jalan Camar desa Sapta Mulia.

Dimana kedua jalan tersebut langsung berbatasan dan berdekatan dengan lokasi PKS milik BUMN tersebut.

Menurut warga setempat yang sudah bertahun menetap disana sebelum berdirinya PKS tersebut menuturkan bahwa, setiap hari PKS beroperasi dengan mengeluarkan limbah berupa air berwarna hitam pekat, dibuang ke sungai yang ada didekat PKS sehingga terkesan bahwa limbah air tersebut seperti sengaja dibuang ke sungai.

Tidak hanya itu, Sumur – sumur dan sumber air warga setempat pun tak luput dari cemaran limbah PKS. Sumber air bersih yang menjadi tumpuan untuk komsumsi air minum, menjadi tak sehat dan mengancam kesehatan warga setempat.

Lebih parahnya lagi, Pabrik Kelapa Sawit yang beroperasi dari pagi hingga sore pada setiap harinya, mengeluarkan asap hitam yang bau menyegat membumbung tinggi melewati atas rumah – rumah warga. Karena, jarak antara PKS dengan pemukiman warga dua desa hanya dibatasi dengan pagar saja. berkisar antara 100 hingga 200 meter saja.

“Yang sangat kami keluhkan, asap hitam bau nyengat yang keluar dari krobong PKS itu ngotori rumah kami, Lantai rumah jadi hitam, asapnya itu kayak debu nempel dilantai tapi hitam – hitam warnanya, jadi kami terus nyapu lantai,” ujar warga yang tak mau disebut namanya.

Mirisnya lagi lanjutnya, warga setempat ada yang sakit menahun karena sesak nafas yang diakibatkan oleh polusi udara dari PKS tersebut. Setiap kali mencium bau udara yang berasal dari asap PKS, warga tersebut sesak nafas dan batuk – batuk. Padahal, warga sekitar sudah berulang kali melaporkan keluhan tersebut. Namun, pihak PKS sendiri sampai saat ini belum ada merespon keluhan warga sekitar.

“Bantuan pengobatan gratis kepada kami belum ada sampai sekarang, padahal dulu pernah dibuat surat perjanjian antara warga dengan pihak PTPN VI Rimbo Dua. Tapi tidak dilaksanakan,” pungkasnya.

Sementara itu, pihak Manajemen PKS Unit Rimbo Dua hingga berita ini diturunkan, belum berhasil dikonfirmasi. (crew)