Bermodalkan Pistol mainan, Pelaku Bonyok Dihakimi Massa Setelah Gagal Curi HP

TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Aksi pencurian yang terjadi, Rabu malam (20/2/2018) sekira pukul 20.00 WIB di Counter HP, Bela Cell, berhasil diungkap, bahkan Tim Reskrim Polsek Rimbo Bujang berhasil menangkap salah satu pelaku.

Pelaku bernama Jumat (42), tak berkutik saat warga masyarakat menghakiminya saat kepergok usai merampok disalah satu Counter HP yang berada di jalan Poros Unit 1 Desa Perintis Rimbo Bujang, Tebo.

Warga yang berhasil menangkap satu dari dua pelaku ini akhirnya menyerahkan pelaku ke Polisi Polsek Rimbo Bujang yang saat itu juga mencoba menghentikan massa.

Laki-laki yang tinggal di Desa Semambu RT 10, Kecamatan Sumay, Tebo ini ditangkap bersama dengan barang bukti (BB) berupa senjata api mainan yang digunakan untuk menakuti korban serta Hand Phone hasil curian beserta identitas pelaku.

Kapolres Tebo, AKBP Budi Rachmat melalui Kapolsek Rimbo Bujang, IPTU Rezka Anugras SIK mengatakan, dari dua pelaku yang beraksi, Polisi baru berhasil menangkap satu pelaku sedangkan pelaku lain inisial Y, masih dalam pengejaran.

"Saat ini, baru pelaku inisial J yang berhasil kita amankan dari amukan massa," tegas Kapolsek IPTU Rezka.

Kapolsek menambahkan, kasus penangkapan pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) ini terjadi di Counter HP, saat itu, pelaku yang berjumlah 2 orang ini menyambangi counter HP korban, berpura-pura ingin membeli HP, setelah mendapatkan 3 unit HP yang diingini, Pelaku Jumat langsung mengeluarkan pistol plastik mainan dan diarahkan kepemilik counter, selanjutnya keduanya kabur.

Naas sebelum berhasil kabur jauh, pemilik counter berteriak minta tolong dan warga sekitar langsung bergegas.

"J berhasil ditangkap warga dan sempat dihakimi massa, hingga akhirnya berhasil diselamatkan, kini warga Semambu ini sudah diamankan di sel Mapolsek Rimbo Bujang," pungkas Kapolsek IPTU Rezka. (crew)

Jasad Nenek Sam Ditemukan Setelah Dimangsa Buaya, Begini Kondisinya

TEBOONLINE.COM, MUARATEBO – Penelusuran Tim BPBD bersama warga dalam mencari korban keganasan buaya, setelah melakukan penelusuran terhadap jasad Samsiah usia 70 tahun atau biasa disapa Nenek Sam ini, ditemukan dalam keadaan tidak utuh lagi.

Pada bagian pinggang ke bawah tidak ada, kemungkinan besar kedua kaki Nenek Sam ini dimakan Buaya. Selain itu lengan korban juga tidak ada, jasad korban ditemukan kurang lebih 1,5 km dari lokasi korban di terkam buaya.

Dikabarkan jasad ditemukan di Desa Lubuk Benteng yang merupakan tetangga desa Teluk Kuali berawal dari ramainya warga melihat disekitaraan aliran sungai, salah seorang warga melihat satu benda yang mengapung di sungai, sempat mengira kalau benda tersebut adalah kayu atau lainnya.

Namun, setelah didekati ternyata benda yang mengapung tersebut adalah jasad korban yang disebabkan keganasan buaya yakni jasad Nenek Sam, atas temuan tersebut, Tim BPBD bergegas mendekati dan mengevakuasi jasad korrban, hingga berita ini diturunkan, jasad korban sudah dievakuasi serta dibawa ke Puskesmas Pulau Temiang Kecamatan Tebo Ulu. (crew)

Heboh... Seorang Nenek Di Teluk Kuali Hilang Misterius Saat Mandi Di Sungai Batanghari

TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Masyarakat Kecamatan Tebo Ulu Kabupaten Tebo kembali dihebohkan dengan adanya kabar seorang Nenek berusia 70 tahun yang bernama Samsiah atau biasa disapa Nenek Sam, hilang secara Misterius saat sedang mandi di Sungai Batanghari.

Korban hilang ini merupakan warga desa Melako Intan, menurut informasi, sebelum dikabarkan hilang, korban terlihat sedang mandi di Jamban yang berada di tepi Sungai Batanghari yang lokasinya berada dibelakang pasar desa Teluk Kuali sekitar pukul 17.00 wib Rabu (21/2/2018). Sebelum mandi, korban melakukan kegiatan berkebun yang lokasinya berada di Teluk Kuali.

Pihak keluarga yang berada di desa Melako Intan pun heran serta menaruh curiga, pasalnya waktu sudah menunjukkan pukul 19.00 wib, korban tak kunjung pulang. Terlebih lagi, untuk menuju desa Melako Intan dari Teluk Kuali harus menyebrang dengan Tempek karena tidak adanya jembatan penghubung.

Saat dilihat tempat dimana korban mandi, yang ada hanya Ember dan kain Handuk milik korban yang ada diatas Jamban. Melihat kejadian ini, pihak keluarga dan masyarakat setempat pun langsung melakukan pencarian. Hingga berita ini diturunkan, korban belum diketemukan.

Timbul pula kesimpulan warga, hilangnya nenek Syam secara Misterius ini diakibatkan karena tenggelam sendiri ke Sungai Batanghari atau akibat serangan Buaya. "Hilang waktu mandi di Sungai Batanghari habis bekebun, belum tau hilang atau kemano, tapi warga masih mencari," sebut Andri, warga setempat pada Teboonline.com.

Masih jelas diingatan, beberapa hari yang lalu, masyarakat Kecamatan Tebo Ulu dihebohkan dengan hilangnya salah satu warga desa Pulau Jelmu. Hilangnya warga tersebut saat sedang mandi di Sungai Batanghari. Selang berapa hari kemudian, warga tersebut ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa akibat diserang seekor Buaya. Masyarakat pun dibuat mencekam paska kejadian tersebut. (crew)

7 Orang Diduga PSK Di Rimbo Bujang Digulung Polisi, Wibisono: Akan kita proses sesuai dengan hukum yang berlaku

TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Sebanyak 7 wanita yang diduga sebagai PSK (Pekerja Seks Komersial) berhasil di amankan Sat Sabhara Polres Tebo. 7 orang wanita ini diamankan saat Sat Sabhara Polres Tebo menggelar kegiatan patroli di Kecamatan Rimbo Bujang, Rabu (21/2/18)

Tim yang bergerak sekita pukul 21.00 Wib dari Polres Tebo ini, langsung menyusuri beberapa kafe remang-remang yang sudah mulai meresahkan warga sekitar. Hal ini diperkuat dengan adanya beberapa orang warga yang melaporkan adanya aktivitas prostitusi yang ada di Kecamatan Rimbo Bujang.

Dibawah kendali Ipda Riswan Efendi, tim langsung menanggapi laporan tersebut dan melakukan patroli bersama 13 orang personilnya. Saat berada di salah satu kafe remang-remang milik BS yang terletak di belakang pasar buah Kelurahan Wirotho Agung Kecamatan Rimbo Bujang, Polisi berhasil mengamankan 7 orang wanita yang diduga sebagai PSK.

Dari 7 orang wanita yang berhasil diamankan Polisi diantaranya ; DS (44) PSK, EDL (23) PSK, ALN (25) PSK, NKS (43) PSK, EV (35) PSK, ES (37) PSK dan SM (36) PSK. Ke 7 wanita yang ditahan ini berasal dari berbagai daerah bahkan dari luar Provinsi Jambi seperti DS, ES dan SM yang berasal dari provinsi Lampung. Sedang sisanya berasal dari desa sekitar dan kecamatan tengah ilir.

Kapolres Tebo AKBP Budi Rachmat, S.I.K, M.Si melalui Kasat Sabhara Polres Tebo Akp Wibisono saat dikonfirmasi diruanganya membenarkan kegiatan tersebut. Pihaknya mengatakan kegiatan ini dalam rangka cipta kondisi dan menanggapi adanya laporan atas keresahan warga dengan hadirnya perdagangan prostitusi tersebut.

"Untuk 7 Wanita tersebut sudah kita amankan di mako Polres dan selanjutnya akan kita proses sesuai dengan hukum yang berlaku," ungkap Akp Wibisono.

Selain itu, pihaknya juga melakukan koordinasi dengan pihak Dinas Sosial terkait adanya penangkapan oleh Sat Sabhara Polres Tebo terhadap 7 orang wanita yang diduga sebagai PSK.

"Selain menindak dengan tindak Tipiring kami juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk penanganan selanjutnya terhadap 7 orang wanita yang sudah kita amankan," jelas Kasbar.

Diketahui, selain mengamankan 7 wanita yang di duga sebagai PSK, Polisi juga menyita beberapa botol minuman beralkohol dengan berbagai merek berhasil disita saat menggelar kegiatan tersebut. (crew)

Setengah Bugil, IRT Ini Protes Lahannya Digusur Oleh PT LAJ

Aksi nekat bugil IRT hadang alat berat. 
TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Akun Facebook atas nama Nawacita mengunggah sebuah rekaman video seorang Ibu Rumah Tangga nekat melakukan aksi setengah bugil atau hanya memakai Bra dan Celana dalam saja, melakukan aksi protes karena lahannya digusur oleh alat berat milik salah satu perusahaan.

Dalam postingan Nawacita, menyebutkan bahwa IRT ini bernama Nurbaiti (36) adalah warga desa Semambu Kecamatan Sumay Kabupaten Tebo. Dalam rekaman itu, ada tiga unit alat berat jenis Traktor yang sepertinya sedang melakukan Land Clearing atau pembersihan terhadap lahan yang disekitarnya ada tanaman pohon karet berusia sekitar 3 tahun.

IRT ini berusaha untuk menghentikan kegiatan alat berat tersebut dengan cara menyetop dan menghadang alat berat tersebut sambil mengeluarkan katanya  - kata yang diarahkan kepada operator alat berat dan kepada seseorang yang diketahui sebagai pengawas alat berat tersebut. IRT ini pun mengancam akan telanjang bulat kalau kegiatan alat berat ini tidak segera dihentikan

Kemudian, di akun Facebook atas nama Iqbal Ifw, ia juga mengunggah vidoe yang sama, namun ada rekaman vidoe kedua lanjutan dari vidoe yang pertama tersebut. Dalam video kedua, IRT tersebut tampak sedang berdebat dengan seorang pria berkaos hitam dan bertopi memakai penutup wajah yang diketahui pengawas alat berat tersebut.

Pada rekaman itu, IRT ini dibantu oleh rekannya mempertahankan lahan yang diklaim miliknya itu digusur oleh pihak perusahaan. Sementara, pria berkaos hitam mengatakan kepada IRT tersebut bahwa tidak ada penyerahan dari pihak lain, cuman yang namanya kebijakan dari PT LAJ pada tahun 2015 yang lalu sudah pernah ada dilakukan pertemuan diberi waktu jangka tiga bulan, kalau tidak dikerjakan akan diambil kembali, tapi sekarang sudah 2018.

Pria itu mengatakan lagi, bahwa pernah dilakukan pertemuan di Serai Serumpun dan ia mengaku hanya menjalankan perintah atasan dan mengatakan kepada IRT itu kalau mau menyetop alat berat tersebut silahkan saja distop.

"Kalau dak keluar masih aku tunggu aku telanjang lagi, aku hak aku," seru IRT ini kepada pria berkaos hitam pada Rekaman vidoe berdurasi kurang lebih satu menit itu.

Sementara itu, menurut informasi, aksi setengah bugil IRT ini terjadi pada 17 Februari 2018 lalu sekitar pukul 15.00 wib. Saat ini, rekaman video tersebut viral di Medsos. Pihak manajemen PT LAJ hingga berita ini diturunkan, belum bisa dikonfirmasi. (hus)

Parah... Urus Sertifikat Prona Di BPN Tebo, Dua Tahun Lamanya Tak Kunjung Terbit

TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Program pengadaan sertifikat Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona) yang digagas oleh Pemerintah Pusat yang diusulkan ratusan masyarakat kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Tebo sejak tahun 2016 lalu, tak kunjung terbit.

"Sertifikat Prona yang diajukan ratusan warga Desa Betung Bedarah Barat Kecamatan Tebo Ilir pada sejak tahun 2016 silam belum juga terbit, padahal semua persyaratannya sudah kita penuhi," ungkap Sopiyanto, warga Desa Betung Bedarah Barat kepada Wartawan, Senin (19/02/2018).

Lanjutnya, hingga kini, sudah hampir masuk dua tahun, belum juga ada kabar kapan sertifikat yang dinanti- nantikan warga tersebut akan terbit.

Menurut Sopiyanto, yang belum terbit itu, bukan hanya sertifikat prona warga Desa Betung Bedarah Barat, tapi menurut informasi juga ribuan warga Desa lainnya.

"Sedangkan di Kabupaten lain, tiga bulan setelah diukur biasanya serifikat Prona tersebut langsung terbit, kenapa di Kabupaten Tebo ini lama sekali, kalau pun ada kendala harusnya dikasih tahu melalui Kadesnya masing- masing," sebutnya.

Sayangnya, pihak BPN Tebo hingga berita ini diturunkan belum berhasil dimintai tanggapannya. " Pak Kepala BPN lagi di Jakarta, sedangkan Pak Gani yang menangani masalah sertifikat Prona juga sedang tidak berada ditempat, beliau sedang di Jambi," ujar salah seorang karyawan BPN Tebo. (crew)

LAM Tebo Layangkan Surat Ke BPN, Usulkan Status Lokasi Tunggul Buto Di Giri Purno Keluar Dari Izin Area PT SMS

TEBOONLINE.COM, RIMBOILIR - Paska melakukan ekspedisi dan mensurvei lokasi bersejarah "Tunggul Buto" di Sungai Alai Desa Giri Purno Kecamatan Rimbo Ilir, Lembaga Adat Melayu (LAM) Jambi Kabupaten Tebo menyurati Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Tebo.  

Surat LAM Tebo bernomor 011/LAM/11/2018 ditujukan kepada BPN Tebo tanggal 15 februari 2018 perihal Situs purbakala Tunggul Buto, dengan tembusan Bupati Tebo (Sebagai laporan_red), Dinas LH Tebo, Camat Rimbo Ilir, Kades Sumber Agung dan Kades Giri Purno.          
Sehubungan dibangunnya pabrik pengolahan Sawit oleh PT Selaras Mitra Sarimba (SMS) di kawasan sungai Alai Desa Giri Purno Rimbo Ilir,  dan diareal tersebut ada peninggalan Situs bersejarah "Tunggul Buto" peninggalan zaman purbakala.

Oleh karena itu LAM Tebo berkewajiban menyelamatkan peninggalan bersejarah tersebut dan menyurati BPN Tebo untuk mengeluarkan Status tanah areal Tunggul Buto keluar dari PT SMS atau pabrik pengolahan Sawit.

"Kita minta BPN Tebo untuk mengeluarkan Status Tanah areal Tunggul Buto (Keluar dari areal PT SMS-red), hal tersebut untuk menyelamatkan Situs Tunggul Buto dari penggusuran," ungkap Ketua Lam Tebo H. Zaharudin, Senin (19/2/2018).

Imbuh Ketua LAM Tebo, menurutnya Lokasi Situs Tunggul Buto pada tahun 1931 Zaman Seribun Alai yang berbatasan dengan Batin duo Muara Bungo, berbatasan dengan Sembilan Koto dan berbatasan dengan Batin duo belas Margo Sumay.

"Tujuan kita murni untuk menyelamatkan dan melestarikan Situs Tunggul Buto dijadikan Cagar Budaya, sehingga nantinya cagar Budaya ini bisa menjadi icon Rimbo Ilir khususnya dan Kabupaten Tebo pada Umumnya," tegasnya.  

Seperti diberitakan sebelumnya, Situs Tunggul Buto memiliki historis dan nilai mistis, konon menurut legenda cerita rakyat Tunggul Buto berasal dari tunggul sebatang pohon kayu yang sudah berusia ratusan tahun.

Saat itu pohon itu hidup mengeluarkan getah seperti darah manusia,  dan sampai sekarang ini dilokasi Tunggul Buto tersebut beberapa warga sering bertemu penampakan Ular besar dan tak lama menghilang serta masih banyak lagi penampakan gaib lainnya. (byu/crew)

Aneh, IMB Tower BTS Di Rimbo Bujang Diduga Dikeluarkan Pemda Banyumas

TEBOONLINE.COM, MUARATEBO -  Sepertinya Pemkab Tebo Kecolongan, Salah Satu Tower Base Transceiveir Station (BTS) milik salah satu perusahaan Telekomunikasi yang berada di Jalan Patimura Kelurahan Wirotho Agung Kecamatan Rimbo Bujang Kabupaten Tebo, diduga salahi aturan.

Pasalnya, Syarat Mutlak Izin yang harus dipenuhi oleh Perusahaan Telekomunikasi dalam mendirikan Tower BTS yakni Izin Mendirikan Bangunan dari Pemkab melalui dinas terkait yakni Dinas Penanaman Modal Daerah Dan Perizinan Daerah Satu Pintu (DPMDPTSP).

Sayangnya, berdasarkan penelusuran Teboonline.com dilokasi, IMB Tower BTS salah Satu Perusahaan Telekomunikasi yang berada dijalan Patimura Kelurahan Wirotho Agung dan telah berdiri sekitar Sepuluh Tahun lalu tersebut merupakan IMB yang justru dikeluarkan oleh Pemkab Banyumas Jawa Tengah seperti yang tertera pada dinding bangunan.

Sekdis Penanaman Modal Daerah Dan Perizinan Daerah Satu Pintu (DPMDPTSP) Sudut, Saat dikonfirmasi menegaskan Izin Mendirikan Bangunan berlaku hanya untuk daerah dimana surat tersebut dikeluarkan.

"Sesuai Kebijakan Daerah, IMB dari luar Daerah tentu tidak bisa dipergunakan di Tebo," tegasnya.

Suhut mengatakan, untuk berkas Persyaratan dan Perizinan pendirian Tower BTS yang berada dijalan Patimura Kelurahan Wirotho Agung Kecamatan Rimbo Bujang pihaknya tidak memiliki arsipnya.

"Arsipnya kita cari tidak ada, bisa jadi masih tersimpan di dinas lain pasalnya 10 Tahun yang lalu beberapa dinas masih menjadi satu," ungkap Suhut.

Saat ditanya terkait adanya surat penolakan perpanjangan izin oleh warga sekitar Tower BTS beberapa waktu yang lalu, Suhut menyebutkan pihaknya tengah mengkaji terlebih adanya insiden sejumlah peralatan elektronik yang tersambar petir milik warga yang berada diradius 100 Meter dari Tower pada Sabtu malam (17/2) kemarin.

"Masih beruntung hanya peralatan elektronik yang tersambar, kalau warganya bagaimana, makanya kita akan kami kaji ulang permohonan perpanjangan izinnya," pungkasnya. (crew)