Terkait Konser Wali Band di Tegal Arum, Dewan Desak Polres Tebo Kaji Ulang Izin Main Malam

TEBOONLINE.COM - Menanggapi adanya keluhan masyarakat dan lembaga pendidikan terhadap rencana konser musik Wali Band yang disponsori oleh salah satu produk rokok di desa Tegal Arum Kecamatan Rimbo Bujang Kabupaten Tebo Provinsi Jambi, akhirnya DPRD Kabupaten Tebo pun angkat bicara.

Melalui Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tebo Syamsurizal, DPRD Kabupaten Tebo pun mendesak kepada pihak Polres Tebo dalam hal ini adalah mungkin yang akan memberikan izin operasional konser Wali Band yang nota bene adalah group Band papan atas dari Ibukota Jakarta yang akan digelar pada malam hari, izinnya untuk segera dikaji ulang.

"Dewan meminta kepada pemberi izin dalam hal ini Polres Tebo mungkin, untuk mengkaji ulang izinnya kalau konser Wali Band itu dilaksanakan pada malam hari, berpotensi terjadinya tindakan kriminal," ujar Syamsurizal menerangkan pada Teboonline.com, Kamis (20/07/2018).

Waktunya tidak lama lagi lanjutnya, konser digelar tanggal 22 Juli 2018 pukul 19.30 wib, kepada pihak pemberi izin untuk membatalkan izin main malam agar tidak terjadi seperti yang saat ini sedang dikuatirkan oleh masyarakat umum.

Malahan kata Iday sapaannya ini, kalau berpotensi bakal mengganggu fasilitas yang ada di sekitar lapangan desa Tegal Arum yang akan digunakan untuk konser, pindahkan saja lokasinya dilapangan yang biasa dipakai untuk kegiatan serupa seperti di Wirotho Agung.

"Kita minta juga kepada panitia dibawah untuk lebih jeli lagi menentukan lokasi konser, pindahkan saja lokasinya ke tempat yang lebih aman, jangan di lapangan Tegal Arum karena yang mengeluh ini sekolah terdekat dengan lapangan," imbuh Iday.

Iday pun mewanti - wanti apabila konser Wali Band akan tetap digelar pada malam hari. Ia berpandangan serupa dengan Kepala SMPN 27 Kabupaten Tebo, Saliman.

Anak - anak pelajar pun akan datang menonton konser Wali Band, anak - anak tersebut akan mendapatkan sebungkus rokok hadiah dari pembelian tiket masuk menonton konser Wali Band.

"Panitia akan melihat sama terhadap pembeli tiket masuk, tidak akan mungkin panitia dapat membedakan mana orang yang sudah berumur dengan yang masih anak - anak dengan jumlah pembeli tiket yang nanti akan ngantri di loket pembelian tiket, apalagi pada malam hari, yang beli tiket dikasih rokok dan pasti di rokok, apalagi anak - anak yang beli, mereka lagi coba - coba merasakan rokok," urai Iday dari fraksi partai Demokrat.

Melihat gambaran ini, Iday pun tergelitik, sekali lagi atas nama Dewan, ia pun meminta kepada pemberi izin untuk mengkaji ulang izin operasional konser Wali Band apabila digelar pada malam hari. (crew)


Ayah Pembunuh Anak Kandung Usia 8 Bulan di dusun Jambu, Berhasil ditangkap Polisi

DK pelaku pembunuhan terhadap anak kandungnya sendiri di Jambu Kecamatan Tebo Ulu bernama Rifky bayi berusia 8 bulan berhasil ditangkap Polisi. 
TEBOONLINE.COM - Tak sampai 24 jam, Polisi berhasil membekuk DK, seorang ayah yang telah tega membunuh anak kandungnya yakni Rifky bayi berusia 8 bulan di dusun Jambu Kecamatan Tebo Ulu Kabupaten Tebo provinsi Jambi pada Jumat (20/07/2018).

Sebelumnya, Rifky ditemukan oleh Sabro warga setempat. “Kala itu Sabro hendak pergi ke kebun. Sampai di lokasi Sabro melihat jasat korban yang sudah dikerubungi semut dan lalat. Setelah polisi datang, mayat langsung dibawa ke Puskesmas untuk divisum,” ucap Husairi, Kades Jambu.

Dijelaskannya, sebelum korban dibunuh oleh pelaku, pelaku sempat bertengkar dengan istrinya yang merupakan ibu kandung korban. Kemudian Korban dibawa kabur oleh pelaku dan akhirnya ditemukan tidak bernyawa.

“Sebelumnya sempat cekcok bersama istri, lalu pelaku membawa korban. Tidak lama berselang waktu, korban sudah ditemukan tidak bernyawa dalam keadaan leher tergorok,” tutupnya.

Terkait penangkapan itu, Kapolres Tebo AKBP Zainal Arrahman yang didampingi Kasat reskrim Polres tebo, AKP Hendra Wijaya Manurung mengatakan bahwa pelaku berhasil ditangkap oleh Tim Sultan ditempat persembunyian di salah satu rumah keluarganya di dusun ladang panjang, Desa Sari Mulya Blok F yang berjarak 15 Km dari tempat kejadian perkara (Tkp).

"Setelah kita lakukan olah TKP, kita langsung mengejar pelaku yang diduga ayah kandung korban sendiri," kata Kapolres Tebo.

Saat ditanya apa motif pelaku tega membunuh anaknya, dari keterangan pelaku, lanjut Kapolres, sebelum membunuh anaknya, pelaku mabuk lem, yang sebelumnya pelaku juga sempat cekcok dengan istrinya.

"Karena terbawa mabuk lem pelaku menghabisi nyawa anaknya menggunakan gunting," jelasnya.

Sementara, dari informasi lain bahwa pelaku tega menghabisi nyawa anaknya lantaran kesal dengan istrinya karena pelaku di dibilang, maaf (Anak kampang_R d). Tidak hanya itu, pelaku juga beranggapan bahwa balita tersebut bukan darah dagingnya, melainkan hasil hubungan istrinya dan mantan pacarnya. (crew)

Ternyata Pelaku Pembunuh Bayi di Dusun Jambu, Ayah Kandungnya. Kapolsek Tebo Ulu: Sebelumnya Pelaku sempat cek cok dengan istri

Nejazah Rifky saat dievakuasi
TEBOONLINE.COM - Penemuan mayat Bayi bernama Rifky berjenis kelamin laki-laki berusia 8 bulan, di Desa Jambu, Kecamatan Tebo Ulu, Kabupaten Tebo provinsi Jambi pada Jumat (20/7/2018) sekitar pukul 07.00 WIB yang sempat menghebohkan warga, iterungkap sudah siapa pelakunya.

Kapolsek Tebo Ulu, Iptu Iswahyudi pada Teboonline.com mengatakan bahwa mayat bayi ini bernama Rifky. Nyawa bocah yang baru berumur 8 bulan ini diduga berakhir ditangan ayah kandungnya sendiri.

“Dudaan sementara tersangkanya ayah kandung korban. Saat ini kami sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku. Sepeda motor pelaku sudah berhasil kita temukan di dalam semak dekat lokasi kejadian,” sebutnya.

Dijelaskannya, sebelum korban dibunuh oleh pelaku yang berinisial DK, pelaku sempat bertengkar dengan istrinya yang merupakan ibu kandung korban. Korban dibawa kabur oleh pelaku dan akhirnya ditemukan tidak bernyawa.

“Sebelumnya sempat cekcok bersama istri, lalu pelaku membawa korban. Tidak lama berselang waktu, korban sudah ditemukan tidak bernyawa dalam keadaan leher tergorok. Kita berharap pelaku mau menyerahkan diri,” tutupnya.

Kepala desa Jambu, Husairi saat dikonfirmasi mengatakan mayat tersebut ditemukan dalam keadaan leher tergorok dan sudah dikerubungi semut. Mayat pertamakali ditemukan oleh Sabro, warga setempat.

“Kala itu Sabro hendak pergi ke kebun. Sampai di lokasi penemuan Sabro melihat jasat korban yang sudah dikerubungi semut dan lalat. Setelah polisi datang, mayat langsung dibawa ke Puskesmas untuk divisum,” ucap Husairi.
Sementara itu, menurut informasi dari warga setempat, pelaku merupakan pecandu Narkoba. (crew)

Pihak Sekolah Keberatan Ada Konser Wali Band di Tegal Arum, Saliman: Isunya akan ada pemberian Rokok saat beli karcis , itu yang akan meracuni anak - anak

TEBOONLINE.COM - Tidak hanya kalangan masyarakat umum yang mengkuatirkan digelarnya konser Wali Band yang disponsori oleh salah satu produk rokok di desa Tegal Arum Kecamatan Rimbo Bujang Kabupaten Tebo Provinsi Jambi.

Dari kalangan pendidikan pun, sangat menyayangkan apabila konser Wali Band digelar pada malam hari di lapangan desa Tegal Arum. Hal itu seperti yang disampaikan oleh Kepala SMPN 27 Kabupaten Tebo, Saliman.

Menurut Saliman,  jika kegiatan ini milik desa, pihaknya akan mendukung. Namun, konser Wali Band yang akan menggunakan lapangan bola kaki, ini berdampingan langsung dengan 5 sekolah yakni dua SD, SMK Nurul Fatah, SMAN 11 Tebo dan SMPN 27 Tebo.

Kata Saliman, sebagai sekolah terdekat dengan lokasi konser kalau ia ditanya apakah keberatan atau tidak dengan adanya konser Wali Band digelar, ia keberatan jika digelar pada malam hari. Terlebih lagi dari segi sponsornya karena sponsornya adalah produk rokok.

Sementara, Saliman mengatakan bahwa saat ini pihak sekolah tengah gencar - gencarnya sosialisasi kepada para siswa tentang larangan dan bahayanya Rokok.

Sementara, isunya besok setiap pembelian tiket nonton konser Wali Band akan diberikan sebungkus Rokok. Anak - anak sekolah dan anak - anak dibawah umur pasti juga banyak yang akan nonton, mereka akan beli tiket dan juga dapat sebungkus rokok, dipastikan anak - anak SMP dan SMA ini akan merokok.

"Setiap penonton dikasih rokok, termasuk pelajar yang beli tiket pasti dikasih rokok, ini yang dikuatirkan nanti, rokok yang dikasih ini bisa meracuni anak - anak pelajar," tegas Saliman pada Teboonline.com, Jumat (20/07/2018).

Saliman pun menyebutkan bahwa konser ini menyalahi aturan jika berpedoman pada kampanye larangan merokok. Kampanye larangan merokok ini, sasarannya adalah para pelajar. Iklan rokok di TV saja dibatasi yaitu diatas pukul 22.00 wib. Sementara, kegiatan bagi - bagi rokok ini dilakukan transparan pada masih aktifnya waktu anak - anak bermain.

Terakhir, Saliman mengharapkan agar digelarnya konser pentas musik Wali Band yang akan digelar pada 22 Juli pukul 19.30 wib dan bakal menyedot ribuan penonton, izinnya untuk ditinjau ulang. (crew)

Ada Mayat Bayi ditemukan di dusun Jambu, Diduga Korban Pembunuhan

TEBOONLINE.COM - Akun Facebook atas nama Irwan Sabki mengunggah poto - poto mayat bayi ditemukan oleh warga tergeletak di tanah. Poto tersebut diunggah sekitar 33 menit yang lalu dari berita ini dinaikan.

Jasad bayi tersebut tampak sudah dikerumuni lalat dan semut, yang membuat hati terenyuh lagi, kondisi bayi tersebut dalam kondisi lehernya seperti sayatan pisau hingga mengakibatkan luka sampai bagian dalam leher dan darah kering di baju dalam berwarna putih yang dikenakan bayi tersebut.

Bayi tersebut saat ditemukan memakai celana panjang warna kuning dan memakai kaos kaki berwarna hitam putih. Tampak dalam unggahan poto tersebut, warga sedang mengevakuasi jenazah bayi tersebut.

Menurut informasi, kejadian penemuan mayat bayi tersebut di desa Jambu Tebo Ulu Kabupaten Tebo Seperti yang dijelaskan oleh akun Facebook Irwan Sabki.

Namun, siapa pelaku yang tega membunuh bayi yang tak berdosa tersebut dan kapan kejadiannya, belum diketahui. Hingga berita ini diturunkan, pihak Polsek Tebo Ulu belum bisa dikonfirmasi Teboonline.com.

Kapolsek Tebo Ulu Iswahyudi saat akan dikonfirmasi via HP, tidak aktif. (crew)

Potensi Kriminal, Warga Minta Izin Main Malam Konser Wali Band di desa Tegal Arum ditinjau Ulang

TEBOONLINE.COM - Terpasang spanduk hampir disetiap sudut desa yang ada di Kabupaten Tebo yang bertuliskan Pesta Musik Istimewa Lap. Unit 5 Tegal Arum Rimbo Bujang Tebo Jambi Minggu 22 Juli 2018 pukul 19.30 WIB.

Pesta musik yang disponsori oleh salah satu produk rokok ini bakal mendatangkan artis ternama Ibukota Wali Band. Sebagai masyarakat Kabupaten Tebo, bangga memang ketika ada artis ternama datang dan konser ke sebuah desa untuk menghibur masyarakat.

Namun, kebanggaan itu pun tersisip kekuatiran masyarakat terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat ketika konser Wali Band nanti berlangsung pada malam hari di desa Tegal Arum.

Tidak hanya puluhan, tapi ribuan bisa saja hadir penonton yang didominasi oleh para remaja dan pemuda karena Wali Band ini fansnya kebanyakan adalah para anak muda.

Digelar pada malam hari, konser Wali Band ini potensi memicu tindakan kriminal dan kecelakaan lalu lintas. Sensitif juga terhadap potensi keributan antar penonton.

"Kami sebagai warga yang cinta akan Kamtibmas, meminta agar izin main malam konser Wali Band di Tegal Arum dari pihak Kepolisian agar ditinjau ulang karena untuk menjaga dan meminimalisir adanya tindakan kejahatan," ujar Yanto, warga desa Tegal Arum pada Teboonline.com, Kamis (19/07/2018).

Menurutnya, konser tersebut lebih baik lagi kalau digelar pada siang hari, potensi terjadinya tindakan Kriminal tetap ada namun tidak setinggi kalau konser tersebut digelar pada malam hari.

"Kalau baca diberita, sering warga kehilangan motor roda dua sedang di parkir, nah kalau Wali Band main malam, kan banyak penonton yang pakai motor, itu bisa jadi celah bagi pencuri motor untuk menjalankan aksinya," sebutnya lagi.

Terakhir ia pun berharap agar pihak desa Tegal Arum memberikan masukan kepada panitia Konser Wali Band agar main malam konser Wali Band di rubah menjadi siang hari.

Dikarenakan, rekomendasi izin keramaian acara tersebut yang pertama adalah dari desa setempat. Apabila ada kericuhan di konser tersebut, pihak desa juga nanti yang akan ikut menanggung resikonya. (crew)

Melanggar Perda Tebo, Afriansyah: Status Suranto Sebagai Calon Kades Giriwinangun Terpilih, Bisa Gugur

TEBOONLINE.COM - Berpedoman kepada Peraturan Daerah (Perda) Tebo No 1 tahun 2016, Suranto calon Kades terpilih desa Giriwinangun Kecamatan Rimbo Ilir Kabupaten Tebo provinsi Jambi, statusnya sebagai calon Kades terpilih tersebut bisa gugur.

Berdasarkan Pasal 28 ayat 1 Perda Tebo Nomor 1 tahun 2016 tentang tata cara pemilihan, laporan, pemberhentian, pelantikan Kepala Desa dan Pengangkatan Penjabat Kepala Desa, menyatakan pegawai tidak tetap pada instansi pemerintahan dan karyawan Badan Usaha Milik Negara/Daerah/Swasta yang mencalonkan diri dalam pemilihan Kepala Desa, harus mendapat izin tertulis dari pimpinannya dan pernyataan akan mengundurkan diri jika terpilih jadi Kepala Desa secara tertulis dibubuhi materai 6000 dan diketahui pimpinannya sebelum pendaftaran.

Pada saat melakukan pendaftaran sebagai bakal calon Kades Giriwinangun, Suranto merupakan pengurus Parpol yang masih aktif yaitu sebagai Ketua PAC PDIP Kecamatan Rimbo Ilir dan Suranto tidak ada melampirkan surat pengunduran diri dari pengurus Parpol pada berkas pencalonannya tersebut kepada panitia Pilkades.

Sesuai aturan yang tertuang pada Perda Tebo diatas, Suranto harus terlebih dahulu mengundurkan diri dari pengurus Parpol sebelum melakukan pendaftaran ke panitia Pilkades dan surat tersebut harus disertakan pada berkas pencalonannya yang diserahkan kepada panitia Pilkades.

Syarat itu pun juga dibuat oleh panitia Pilkades yang harus diikuti oleh seluruh bakal calon Kades yang berasal dari pengurus Parpol.

"Secara hukum jika mengacu kepada Perda Tebo, status Suranto sebagai calon Kades terpilih itu bisa gugur secara otomatis karena dia sudah melanggar Perda," ungkap Afriansyah, salah satu aktifis di Kabupaten Tebo menyampaikan pandangannya tentang Pilkades Giriwinangun pada Teboonline.com, Kamis (19/07/2018).

Maju mundurnya atau tegak tidaknya Perda Tebo yang sudah dibuat dan disahkan melalui sidang istimewa Paripurna DPRD Kabupaten Tebo, tergantung kepada pihak terkait seperti panitia Pilkades itu sendiri dan pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Tebo dalam hal ini Badan PMPD Kabupaten Tebo.

"Pemerintah dalam hal ini sebagai penyelenggara Pilkades, kalau mereka benar-benar menjalankan Perda itu, jelas gugur status Suranto sebagai calon Kades terpilih," sebutnya lagi.

Namun ia berpandangan terhadap persoalan ini, pihak terkait akan menutup mata karena mereka tidak mau menambah kerjaan ekstra dengan akan menggugurkan Suranto. Bisa dipastikan, Suranto pun tidak akan tinggal diam jika ia digugurkan karena Suranto sudah bersusah payah untuk unggul pada Pilkades.

"Kalau tidak dijalankan Perda Tebo itu pada Pilkades Giriwinangun, untuk apa dibuat, sementara calon Kades di desa lain yang calonnya berasal dari pengurus Parpol, mereka diminta untuk melampirkan surat pengunduran diri," tutup Afriansyah. (crew)






WargaNet Sebut Pelayanan Dinas Dukcapil Tebo, Bobrok

Ilustrasi. 
TEBOONLINE.COM - Salah seorang WargaNet mengeluhlan tentang pelayanan kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Tebo.

Keluhan tersebut disampaikan pada akun Facebooknya atas nama Abdul Murad pada 18 Juli 2018 pukul 08.15 wib.

"YA Allah perbaikilah Kinerja  pimpinan DuK CaPiL kab Tebo," demikian postingannya. postingan akun Facebook Abdul Murad ini pun viral di medsos dengan mendapatkan 23 like dari WargaNet lainnya.

WargaNet yang penasaran pun ada yang bertanya tentang pelayanan apa yang dikeluhkannya pada dinas Dukcapil Tebo. Seperti akun Facebook Supri Yadi Oke, "Contohnya kando, dalam pembuatan apo gitu," tanyanya dalam kolom komentar.

Abdul Murad pun menjawab, "Supri Yadi Oke knd msk kan bahan akte anak 1 bulan sebelum puasa  sampai selasa  kmrn  bulum jg selesai," tulisnya.
Asrijal, WargaNet lainnya pun ikut berkomentar, "Walahhh tekhnologi dah maju.. d sungai penuh 10 menit nunggu dah  slsai..hebatkaaan..," tulisnya.

Kesimpulannya, Abdul Murad ini mengeluhkan lamanya proses pembuatan Akta Kelahiran anak yang memakan waktu sampai satu bulan lamanya tak kunjung siap. 

Sementara itu, keluhan serupa yang dirasakan oleh warga lainnya terhadap pelayanan kantor Dinas Dukcapil Kabupaten Tebo pun disampaikan pada Teboonline.com. Fudillah, warga desa Perintis Kecamatan Rimbo Bujang ini mengaku kecewa terhadap kinerja pegawai dinas Dukcapil Tebo yang melayani pembuatan KK.

"Saya memasukan berkas persyaratan pembuatan KK dimasukan dalam Map sebelum bulan puasa Juni kemarin ini di kantor Dukcapil Tebo, sama pegawai yang melayani itu, saya disuruh datang lagi minggu depan. Saat saya datang lagi menanyakan sudah jadi apa belum, dengan seenaknya saja pegawai yang saya temui itu bilang kalau berkas pembuatan KK saya itu hilang dan akhirnya saya tidak dapat KK baru," aku Fudillah pada Teboonline.com.

Kata Fudillah, pihak Dukcapil Tebo pun tidak mau bertanggung jawab ketika dirinya meminta pertanggungjawaban atas kehilangan berkas pembuatan KK tersebut.

"Saya menderita kerugian besar, pertama surat rekomendasi pindah saya dari Dharmasraya ke Kabupaten Tebo hilang dan saya sempat minta lagi ke Dharmasraya, tapi tidak dikasih lagi rekomendasi karena data - data identitas saya sudah tidak ada lagi disana," tuturnya lagi.

Kemudian imbuhnya, KK induk asli milik mertuanya juga ikut hilang karena nama istrinya akan dikeluarkan atau dipecah dari KK induk tersebut dan rencananya akan buat KK baru lagi karena ia dan istrinya belum lama ini menikah dan harus punya KK sendiri.

"Masak berkas - berkas di kantor bisa hilang, kan amburadul kinerjanya. Yang hilang berkasnya seperti ini bukan saya aja, teman - teman saya juga ngadu ke saya kalau sewaktu ngurus buat E-KTP di Dukcapil Tebo, juga hilang berkasnya waktu dikumpulkan disana," tutupnya. (crew)