BAP dan DPD-RI Turun Gunung ke Kabupaten Tebo, Atasi Konflik PT LAJ dengan Masyarakat

Tim BAP-RI dan DPD-RI turun ke Kabupaten Tebo menemui pihak Pemda Tebo terkait laporan masyarakat yang berseteru dengan PT LAJ. 
TEBOONLINE.COM - Buntut laporan dari masyarakat, akhirnya Badan Akuntabel Publik (BAP-RI) dan Dewan Pimpinan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) Rabu, (21/11/2018), menemui Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tebo dan Forkompinda terkait laporan tertulis Perkumpulan masyarakat hukum adat melayu Jambi Tebo Teluk Kembang Jambu soal konflik lahan dengan PT.LAJ.

Koordinator DPD-RI Daryati Uteng, daerah pemilihan provinsi Jambi di dampingi staf dan Wakil ketua tim kordinator BAP DPD-RI Ahmad Nawardi dan Gazali Abas Adam dihadiri oleh Wabup Tebo Syahlan Arpan, melakukan pertemuan dengan perkumpulan masyarakat hukum adat melayu Jambi Teluk kembang Jambi dan PT.LAJ yang di fasilitasi Pemkab Tebo di aula Melati.
Puluhan masyarakat yang menunggu pertemuan antara BAP-RI, DPD-RI, Pemda Tebo terkait konflik masyarakat dengan PT.LAJ. 


Diuraikan dalam laporan tertulis warga, Hj.Daryati Uteng ketua koordinator BAP DPD-RI, pihaknya turun ke Tebo di dasari adanya laporan dari perkumpulan masyarakat hukum adat melayu desa Teluk Kembang Jambu kecamatan Tebo Ulu terkait konflik lahan milik masyarakat hukum adat melayu Teluk Kembang Jambu seluas 61,495 hektar yang sudah ada sejak tahun 1998, tapi pada tahun 2010 di kuasai oleh PT.Lestari Asri Jaya (PT.LAJ), agar dikembalikan.

Mirisnya, selama PT.LAJ beroperasi di Tebo, belum pernah masyarakat desa Teluk Jambu diikutkan dalam kemitraan, baik pengelolaan koperasi atau BUMdes.

Makanya DPD-RI datang ke Tebo untuk mencari jalan keluar yang terbaik atau solusi oleh karena itu kedua belah pihak antara perkumpulan masyarakat hukum adat melayu Jambi dan PT.LAJ bisa menahan diri, kata Daryati Uteng.

Senada perwakilan masyarakat adat melayu lainnya, mengeluhkan sejak ada PT.LAJ masuk ke Tebo semua lahan adat melayu diambil alih dengan menggusur sebagian pemukiman dan perkebunan.

“Tak percaya ayo kita lihat dan buktikan, kita bisa tunjukan masih ada didalam itu alat berat,” tegasnya penuh rasa kesal.

Masyarakat Desa Teluk Jambu selama ini juga dibuat cemas dan ketakutan karena banyak intimidasi dari oknum yang membackup perusahaan.

“Kami minta BAP DPD-RI menyelesaikan persoalan ini, agar tak ada intimidasi dari oknum tertentu, hari ini juga kami minta alat berat didalam kawasan hutan adat segera angkat kaki,” cetusnya.

Diakui Perwakilan PT.LAJ Ahmad Husen, wilayah operasi meliputi lima kecamatan dan 18 desa, Luas lahan capai 61 ribu hektar tapi baru 14 ribu hektar yang di tanam.

Diklaimnya masalah lahan, perizinan izin konsesi sudah lakukan mediasi kordinasi, upaya melakukan forum mediasi sudah 3 kali di lintas kabupaten.

Kemitraan masyarakat memang belum semua dilakukannya, hanya beberapa desa saja pengelolaan dengan Bumdes. “Kedepan pihaknya berjanji mengarahkan kemitraan kemasyarakat,” katanya.

Wakil Ketua Tim Koordinasi BAP DPD RI Ahmad Nawardi berjanji pihaknya akan mencari solusi penyelesaian sengketa lahan bukan mencari siapa benar atau salah dengan objek lahan berada di Teluk Jambu Tebo.

Terpantau, hingga sore tadi ratusan masyarakat di luar komplek kantor Bupati Tebo menunggu hasil pertemuan, sementara di dalam aula melati situasi kian memanas.

Ahmad Nawardi minta kedua belah pihak untuk colling down. Yang jelas seluruh permasalahan didalam kawasan PT.LAJ dan masyarakat adat melayu desa Teluk Jambu, untuk menghentikan segala aktifitas yang dapat menyulut konflik.

“Kami berjanji akan bawa masalah ini ke pusat untuk melakukan koordinasi dengan kementerian kehutanan juga perwakilan DPD-RI di pusat untuk penyelesaian masalah ini,” ucapnya meyakini.

Sementara, Wabup Tebo Syahlan dalam penjelasannya mengungkapkan bahwa pada dasarnya Pemkab Tebo terkait konflik lahan antara warga dan PT.LAJ hanya bisa berupaya memfasilitasi atau mencari solusi terbaik.

“Namun dalam hal ini Pemkab Tebo tidak bisa turut campur terlalu jauh karena di batasi dengan kewenangan yang ada,” kata Syahlan.

Pasalnya, lanjut Syahlan perizinan lahan yang di klaim PT.LAJ tersebut, izinnya di keluarkan oleh Pemerintah pusat.

Oleh karenanya, ucap Syahlan, Pemkab Tebo berterimakasih atas kedatangan DPD-RI selaku mitra Pemerintah pusat mau turun ke Tebo untuk melakukan pertemuan terkait konflik lahan antara masyarakat hukum adat melayu jambi dan PT.LAJ. (crew)

Zupri, Kades Muara Tabun Siap Majukan Pembangunan Infrastruktur Desa

Pamsimas yang dibangun oleh Pemdes Muara Tabun. 
Gedung Kesenian. 
 TEBOONLINE.COM - Semenjak dipercaya mengemban amanah menjadi Kepala Desa (Kades) oleh masyarakat Desa Muara Tabun Kecamatan VII Koto Kabupaten Tebo, Zupri terus menorehkan pembangunan infrastruktur desa yang saat ini tengah dipimpinnya.

Kepada Teboonline.com mengungkapkan, jika dirinya akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur yang menyentuh masyarakat luas di Desa yang ia pimpin.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Karena untuk membangun desa tidak semudah yang dipikirkan sebelumnya.

Karena ada juga masyarakat yang tidak mendukung sepenuhnya dalam pembangunan karena ketidak pahamannya, dan juga adanya perbedaan politik dalam pemilihan kades sebelumnya.

Tetapi, atas kerja keras dan terus bersama warga, akhirnya warga Desa Muara Tabun bersatu untuk membangun desa dan terbukti apa yang telah diberikan oleh pemerintah melalui anggaran dana desa dan alokasi dana desa, pembangunan bisa berlangsung dengan baik hingga masuk pekerjaan 100 persen, sekarang kita masih membangun sanggar seni dan Pamsimas.

“Sekarang ini tidak ada perbedaan antara warga dengan pemerintah. Semua bersatu untuk membangun desa, kedepan kita akan prioritaskan pembangunan jalan produksi, baik jalan baru maupun perawatan, karena ini permintaan masyarakat," ujarnya.

Zupri menambahkan, jabatan  itu di pertanggung jawabkan tidak hanya di dunia saja, namun dipertanggung jawabkan di akhirat nanti.

"Oleh karena itu marilah kita untuk selalu berbuat baik demi kebaikan dan kemajuan desa untuk kemaslahatan masyarakat," katanya.

"Demi mengemban sebuah amanah, selama memimpin ia akan selalu bersinergi dengan lembaga serta transparan dalam menjalankan anggaran dan pembangunan. Sehingga diharapkan bisa menambah dan menumbuhkan rasa percaya masyarakat, sehingga seluruh program yang di buat Pemdes pasti di dukung," tandas Zupri. (wan/crew)

Penuhi Standar Pendidikan, SMAN 19 Tebo Dinilai Tim Asesor Akreditasi

Kepala SMAN 19 Tebo bersama tim asessor dari provinsi Jambi. 
TEBOONLINE.COM - Penilaian sekolah  sangat diperlukan, untuk mengetahui perkembangan kualitas sekolah yang ada. Akreditasi menjadi kegiatan yang rutin dilaksanakan di masing-masing sekolah setiap 5 tahun sekali.

Hal ini diungkapkan kepala Sekolah SMA Negeri 19 Kabupaten Tebo Watono, Guna meningkatkan kualitas dan kemajuan sekolah, Sekolah Menengah atas(SMA) Negeri 19 Kabupaten Tebo Provinsi Jambi melakukan akreditasi sekolah. Dalam hal ini ada 8 standar yang harus dipenuhi untuk mencapai akreditasi tersebut.

Watono menambahkan, untuk melaksanakan akreditasi, pihaknya telah menyiapkan selama 3 bulan terakhir.

“Kita berusaha melengkapi 8 standar tersebut dengan maksimal dan hasil yang bagus,” ujarnya.

Sebagai kepala sekolah, ia ingin memberikan yang terbaik untuk sekolah yang ia pimpin ini.

“Makanya apa yang saya lakukan, pasti saya dokumentasikan sebagai bentuk keberhasilan. Saya berharap kedepan SMA Negeri 19 Kabupaten Tebo yang baru berdiri dua tahun ini makin sukses lagi, dan dengan akreditasi tersebut SMA Negeri 19 Tebo makin menjadi panutan bagi masyarakat, sehingga masyarakat melihat adanya perubahan dan kemajuan SMA Negeri 19 kedepan nantinya,“ tuturnya. (wan/crew)

Bendera PCNU Bungo Berkibar dilokasi Pengajian Akbar Koperasi Neo Mitra Usaha di Rimbo Bujang, Akun FB Ahlussunnah Protes

Akun Facebook Ahlussunnah memprotes adanya bendera PCNU Bungo yang terpasang pada lokasi Pengajian Akbar yang digelar oleh Koperasi Neo Mitra Usaha di Rimbo Bujang. 
TEBOONLINE.COM - Salah satu akun Facebook bernama Ahlussunnah Tebo memprotes terkait banyaknya bendera PCNU Bungo yang terpasang pada lokasi Pengajian Akbar yang digelar oleh Koperasi Neo Mitra Usaha di Rimbo Bujang, Senin (19/11/2018) dilapangan jalan RA Kartini Wirotho Agung.

Dalam cuitannya, akun Ahlussunnah mengatakan "Secara Etika koperasi NEO MITRA USAHA yg bertempat di wilayah MWCNU Rimbo Bujang, PCNU TEBO  ketika mendatangkan KETUA PBNU KH SAID AQIL SIROJ hrsnya berkordinasi dengan yg bertempatan sebagai tuan rumah... bukan seperti ini.. kalo seperti ini artinya tdk beretika" tulisnya.

Beragam komentar yang ditulis oleh warganet lainnya menanggapi postingan tersebut, ada yang membully dan ada juga yang menyarankan agar pemilik akun Ahlussunnah tersebut langsung mengkonfirmasikan ke Koperasi Neo Mitra Usaha sebagai panitia penyelenggara.

Sementara itu, pantauan Teboonline.com dilapangan menyebutkan bahwa ada yang janggal diantara bendera yang terpasang di jalan arah ke lokasi acara.

Bendera PCNU Bungo tampak terpasang sejajar dengan bendera Neo Mitra Usaha disepanjang jalan menuju lokasi, terpasang di jalan RA Kartini dan didepan kantor Neo Mitra Usaha depan Pasar Pujasera.

Kesimpulannya adalah akun Facebook Ahlussunnah memprotes adanya bendera PCNU Bungo terpasang secara keseluruhan disekitar lokasi acara.

Kenapa tidak Bendera PCNU Tebo saja yang dipasang disana karena apapun ceritanya, lebih afdol dan tidak pas apabila bendera lain dipasang di Tebo. (crew)

Ternyata, Gubernur Jambi & Menteri Koperasi Tak Hadir di Pengajian Akbar Koperasi Neo Mitra Usaha

Poto: Pengajian akbar dalam rangka Maulid Nabi yang digelar Koperasi Neo Mitra Usaha. Menteri Koperasi dan UKM RI dan Gubernur Jambi tak hadir, sebelumnya kedua tokoh tersebut dijadwalkan hadir. 
TEBOONLINE.COM - Tak seperti yang disiarkan sebelumnya, Pengajian akbar dalam rangka Launching kantor Koperasi Neo Mitra Usaha di Rimbo Bujang yang katanya bakal dihadiri Menteri Koperasi/UKM RI dan Gubernur Jambi, ternyata kedua pejabat Negara tersebut tidak hadir.

Buktinya, pantauan Teboonline.com dilapangan menyebutkan, kedua tokoh tersebut tidak terlihat dibarisan kursi kehormatan yang ada diatas panggung utama. Yang terlihat hanya petinggi Koperasi Neo Mitra Usaha dan Bupati Tebo serta Ketua PBNU Said Aqil Sirodj.

Menurut salah satu panitia penyelenggara, Guntoro saat dikonfirmasi Teboonline.com menyebutkan bahwa Menteri Koperasi berhalangan hadir dan diwakili oleh Deputi dan Gubernur Jambi Fachrori yang dipastikan hadir, juga tidak hadir. (crew)

Pangkalan Nakal Picu Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg di Kabupaten Tebo

TEBOONLINE.COM - Belakangan ini, Ibu - ibu rumah tangga di Kabupaten Tebo cukup kesulitan untuk mendapatkan isi ulang Tabung Gas Elpiji bersubsidi 3 kg baik itu ditingkat Pangkalan maupun ditingkat pengecer. 

Menurut informasi yang berkembang, Gas bersubsidi 3 kg terjadi kelangkaan karena diakibatkan pasokan Gas Melon tersebut terputus. Untuk mengetahui apa penyebab pastinya kelangkaan Gas Melon terjadi ditengah - tengah masyarakat, Teboonline.com pun melakukan investigasi ke lapangan. 

PT Rimba Jaya Rahayu Lasatari yang nota bene adalah agen resmi Gas Elpiji bersubsidi 3 kg di Kabupaten Tebo melalui pengelolanya Pitono saat dikonfirmasi Teboonline.com mengatakan bahwa pasokan Gas Elpiji 3 Kg sejauh ini terbilang cukup lancar. 

"Pasokan Gas Elpiji 3 kg sampai saat ini lancar - lancar saja, setiap hari ada Suplai ke Pangkalan secara bergantian," seru Pitono beberapa waktu yang lalu sambil menyebut bahwa pasokan Gas dari Palembang pernah tersendat sekali pada 31 Oktober lalu namun pasokan tersebut normal kembali sampai saat ini. 

Sementara itu, berdasarkan informasi yang diperoleh Teboonline.com, Pangkalan yang ada di Kabupaten Tebo hampir merata pengelolanya berbuat curang dan nakal. 

Pemilik Pangkalan menjual Gas Elpiji bersubsidi 3 kg ke luar daerah pemasarannya atau diluar rayonnya secara besar-besaran karena dengan menjual keluar daerah pemasaran, pemilik pangkalan dapat menjual dengan harga yang cukup tinggi. 

Pemilik pangkalan tetap memberikan jatah penjualannya kepada masyarakat terdekat namun persentasenya lebih kecil ketimbang yang dijual keluar daerah. Sementara, sesuai aturan yang harus diprioritaskan adalah penjualan untuk masyarakat terdekat. 

Kesimpulannya, kelangkaan terjadi karena pemilik Pangkalan Gas Elpiji subsidi 3 kg selalu berbuat nakal. Suplai dari Agen ke Pangkalan selalu lancar. (crew) 

Ini Dia 3 Kades Terakhir di Tebo Yang Bakal Dilantik

TEBOONLINE.COM – Dari 38 Kades terpilih yang ikut pelaksanaan Pilkades serentak pada Juli 2018 lalu, 35 diantaranya sudah dilantik oleh Bupati dan Wakil Bupati Tebo beberapa waktu lalu.

Artinya, masih ada 3 Kades yang sejauh ini belum dilantik karena masa jabatan kades sebelumnya baru berakhir pada Desember 2018 ini.

Kadis PMD Tebo, Suyadi mengatakan bahwa tiga kades terpilih yang belum dilantik tersebut yakni Kades Betung Bedarah Barat, Betung Bedarah Timur dan Teluk Rendah Ulu karena masa jabatan tiga Kades sebelumnya baru berakhir Desember ini.

“Tinggal tiga Kades itu, yang lain sudah dilantik beberapa waktu lalu. Untuk yang tiga desa ini juga sudah kita jadwalkan di pertengahan Desember 2018 ini. Perkiraan ditanggal 12 atau 13 Desember,” ujar Suyadi.

Untuk tekhnis acaranya sendiri kata Suyadi, karena letak tiga desa tersebut berdekatan atau satu kecamatan, maka pelantikan akan dilaksanakan secara serentak di satu tempat.

"Ini yang sedang dibahas oleh tiga kades bersama Camat, apakah lokasinya di kantor Camat atau diantara tiga Desa itu, yang jelas lokasi mereka yang menentukan,” jelasnya.

Suyadi menambahkan, pihaknya akan menunggu penetapan lokasi dari tiga desa dan kecamatan agar nantinya disampaikan ke Bupati. Sebab katanya, itu juga berkaitan dengan jadwal kerja Bupati.

“Yang jelas jadwal di pertengahan, nanti lokasi mereka yang menentukan kemudian kita sampikan ke Bupati,” pungkasnya. (crew)

Keluarga Besar PT Tembesu Jaya Berikan Santunan Kepada Ratusan Anak Yatim Piatu

Keluarga besar PT Tembesu Jaya memberikan santunan kepada anak yatim Piatu. 

Ratusan anak yatim Piatu mendapatkan santunan, tampak Direktur PT Tembesu Jaya H Sutriman memberikan santunan satu persatu kepada anak yatim. 
TEBOONLINE.COM – Tokoh Masyarakat sekaligus pengusaha sukses dari Kabupaten Tebo H.Sutriman memberikan santunan kepada Ratusan Anak Yatim Piatu bertempat dikediaman jalan 11 Wirotho Agung, Sabtu (11/11/2018).

Kegiatan santunan tersebut, sebagai bentuk kepedulian kepada sesama, khususnya anak yang membutuhkan di tiga desa Di Kecamatan Rimbo Ulu khususnya desa Sumbersari, Sukamaju dan desa Sungai pandan.


 “Kami hanya ingin berbagi, mudah-mudahan bisa meringankan beban mereka," ucap H.Sutriman disela-sela acara.

Direktur PT Tembesu Jaya H.Sutriman mengatakan lewat kegiatan santunan ini dirinya juga berharap semuanya menjadi doa agar kedepan usahanya semakin berjalan dengan lancar.

“Insyaallah tidak hanya sekarang, kedepan dirinya juga juga akan terus berbagi dengan masyarakat yang membutuhkan, karena itu sudah menjadi keharusan kami," tegasnya.

Direktur PT Tembesu Jaya tersebut juga menambahkan pihaknya selama ini berhasil juga berkat dukungan dari keluarga dan rekan rekan, untuk kegiatan perusahaan saat sekarang saya percayakan kepada Khalis Mustiko, SH.yang namanya masuk dalam bursa pencalonan legislatif Dapil III tahun 2019 mendatang.

"Kegiatan ini mudah - mudahan  mempunyai nilai yang positif bahwa menyantuni anak yatim itu merupakan kewajiban umat islam," tuturnya. (crew)